Tampilkan postingan dengan label tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasawuf. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2013

1054 : SEPUCUK TENTANG ILMU TASAWWUF

ـــ نبذة من علم التصوف ـــ

Sepucuk Tentang Ilmu Tashawwuf

شرط القبول في جميع العمل ## عند الإله قصد وجهه العلي

Syarat diterimanya semua amal ibadah di sisi Allah adalah dimaksudkan karena Dzat-Nya yg maha luhur

صل بقلب حاضر بلا غفل ## واستحلل أكلا مع مصلى وحلل

Dirikanlah shalat seraya menghadirkan hati tanpa disertai kelalaian, dan hendaklah memakan makanan yg halal dan menggunakan tempat shalat yg halal

وصم ولا تغتب وحج البيت لا ## ترفث ولا تفسق ولا تجادلا

Berpuasalah, dan janganlah engkau bergunjing pada saat berpuasa. Berhajilah ke Baitullah, dan janganlah engkau berkata keji nan kotor serta melakukan persetubuhan, jangan berbuat fasiq, dan jangan berbantah-bantahan ketika berhaji

بل دع جميع خصلة ذميمة ## كالعجب والحسـد والنميمـة

Tapi bahkan tinggalkanlah semua pekerti yg hina nan rendah, seperti berbangga diri, dengki, dan adu domba

وتب إلى مولاك وهي الندم ## وعزم ترك عود ذنب يشؤم

Bertaubatlah (kembalilah ke jalan) Junjunganmu (Allah), dan arti dari Taubat adalah menyesali (segala bentuk kesalahan dan keluputan yg telah lalu) dan berketetapan hati untuk tidak kembali melakukan dosa yg berefek sial nan celaka

ولازم التقوى وأهلها اصطحب ## فوض إلى الله وسلم من جذب

Oleh karena itu teruslah tetap bertaqwa, dan ketaqwaan adalah teman terbaik bagi pemiliknya, maka serahkanlah semua urusan terhadap Allah. Dan orang yg ahli ma'rifat yg hatinya tertarik hingga tak sadarkan diri (sebab menyaksikan cahaya Ilahi) adalah orang yg selamat sejahtera

لكن مع الإنكار فيما وقعا ## مخالفا للأمر حفظا مشرعا

Akan tetapi (engkau) harus ingkar (dalam hatimu) disetiap hal yg terjadi darinya yg tidak sesuai dg perintah syari'at demi menjaga agar kelakuannya tidak dianggap sebagai syari'at untuk semua makhluq

ياربنا انفعنا جميعا بهم ## واهد وتب واقبل فأنت أكرم

Wahai Tuhan kami, manfaatilah kami semua dg berkah hamba-hamba-Mu yg shalih, berilah kami petunjuk (untuk menuju jalan-Mu yg lurus), terimalah pertaubatan kami, dan terimalah kami (dg kemahadermawan-Mu), karena Engkau adalah Dzat yg paling mulia

ـــ واللـــه أعلـــم ـــ

تنوير الحجا نظم سفينة النجا للأستاذ العالم الفاضل الرباني : الشيخ أحمد بن صديق اللاسمي الفاسرواني

Kitab Tanwir al-Hija Nazdm Safinah al-Naja karya Syech Ahmad bin Shiddiq Lasem Pasuruan

Sumenep, 23/07/2013 ; 04:30 am
 
link dokumen  :  https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/620193538005388/
Baca Selengkapnya >>

Jumat, 01 Maret 2013

577 : SIAPA MENGENAL DIRINYA MAKA AKAN MENGENAL TUHANNYA

PERTANYAAN

Ahmad Syaifuddin

‎"Siapa yg mengenal dirinya, sesungguhnya dia dpt mengenal TUHANNYA" Maksudnya dospundi?


JAWABAN

Brojol Gemblung


Ma'af, nyumbang sundulan :

Bagian ke 1

ﺍﻟﺤﺎﻭﻱ ﻟﻠﻔﺘﺎﻭﻱ « ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﺹ: 288

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺻﻄﻔﻰ . ﻭﺑﻌﺪ ﻓﻘﺪ ﻛﺜﺮ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻋﻦ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺬﻱ ﺍﺷﺘﻬﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻟﺴﻨﺔ : " ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪ ﻋﺮﻑ ﺭﺑﻪ " ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻓﻬﻢ ﻣﻨﻪ ﻣﻌﻨﻰ ﻻ ﺻﺤﺔ ﻟﻪ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻧﺴﺐ ﺇﻟﻰ ﻗﻮﻡ ﺃﻛﺎﺑﺮ ، ﻓﺮﻗﻤﺖ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻜﺮﺍﺳﺔ ﻣﺎ ﻳﺒﻴﻦ ﺍﻟﺤﺎﻝ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻹﺷﻜﺎﻝ ، ﻭﻓﻴﻪ ﻣﻘﺎﻻﺕ :

Dengan menyebut asma Allah yg maha pengasih di dunia & akhirat, yg pengasih di akhirat saja Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba2-Nya yg terpilih. Dan setelah demikian, sungguh telah banyak permintaan mengenai arti hadits yg sering terucap : Barangsiapa mengenal dirinya maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya. Terkadan hadits itu dipahami dg arti yg tidak pas, dan terkadang juga dihubungkan pada kelompok mayoritas. Maka saya menulis dalam naskah ini sesuatu yg dapat menjelaskan dan dapat menghapus keisykalan. Dalam hal itu terdapat beberapa pandangan :


Bagian ke 2

ﺍﻟﻤﻘﺎﻝ ﺍﻷﻭﻝ : ﺇﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻟﻴﺲ ﺑﺼﺤﻴﺢ ، ﻭﻗﺪ ﺳﺌﻞ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ ﻓﻘﺎﻝ : ﺇﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺜﺎﺑﺖ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ : ﻣﻮﺿﻮﻉ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺰﺭﻛﺸﻲ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻤﺸﺘﻬﺮﺓ : ﺫﻛﺮ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺴﻤﻌﺎﻧﻲ : ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ.

Pandangan pertama : Sebenarnya hadits ini tidak shahih. Sungguh Imam Nawawiy telah ditanya tentangnya dalam fatwanya beliau berkata : Hadits itu tidak Tsabit. Ibnu Taimiyah berkata : Hadits itu Maudhu'. Dan Imam Zarkasyi berkata dalam al-Ahadits al- Musytahiroh : Ibnu al-Sam'aniy menuturkan : Hadits itu perkataan Yahya bin Mu'adz al-Roziy


Bagian ke 3

ﺍﻟﻤﻘﺎﻝ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﺎﻩ : ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﺎﻟﻀﻌﻒ ﻭﺍﻻﻓﺘﻘﺎﺭ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻌﺒﻮﺩﻳﺔ ﻟﻪ ﻋﺮﻑ ﺭﺑﻪ ﺑﺎﻟﻘﻮﺓ ﻭﺍﻟﺮﺑﻮﺑﻴﺔ ﻭﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﻄﻠﻖ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻌﻠﻰ،

Pandangan kedua dari sisi arti : Imam Nawawiy berkata dalam fatwanya : Arti hadits itu adalah barangsiapa yg mengenal kelemahan dirinya, berkebutuhan terhadap Allah, dan berkewajiban beribadah kepadaNya maka dia telah mengenal kekuatan Tuhannya, sifat ketuhananNya, kesempurnaan yg absolute, dan sifat2 yg luhur.

Untuk lebih lengkapnya silahkan ke TKP :
http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=565&idto=565&bk_no=130&ID=260


Tapi biarpun hadits tersebut dari sisi jalur riwayat tidak bagus, namun dari sisi jalur kasyaf itu bagus atau sah, sebagaimana dituturkan oleh Syech Muhyiddin bin 'Arbiy.

ﻛﺸﻒ ﺍﻟﺨﻔﺎﺀ - ﺍﻟﻌﺠﻠﻮﻧﻲ - ﺝ - ٢ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٦٢

2532 - ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪ ﻋﺮﻑ ﺭﺑﻪ. ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻣﻮﺿﻮﻉ. ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻗﺒﻠﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺜﺎﺑﺖ. ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻤﻈﻔﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺴﻤﻌﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻮﺍﻃﻊ ﺇﻧﻪ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺤﻜﻰ ﻋﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ ﻳﻌﻨﻲ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ. ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻐﺮﺱ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻧﻘﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺜﺎﺑﺖ ﻗﺎﻝ ﻟﻜﻦ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻣﺸﺤﻮﻧﺔ ﺑﻪ ﻳﺴﻮﻗﻮﻧﻪ ﻣﺴﺎﻕ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺎﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﻋﺮﺑﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ. ﻗﺎﻝ ﻭﺫﻛﺮﻩ ﻟﻨﺎ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺣﺠﺎﺯﻱ ﺍﻟﻮﺍﻋﻆ ﺷﺎﺭﺡ ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﻟﻠﺴﻴﻮﻃﻲ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﻋﺮﺑﻲ ﻣﻌﺪﻭﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻔﺎﻅ. ﻭﺫﻛﺮ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﺃﻥ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻗﺎﻝ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺼﺢ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ ﻓﻘﺪ ﺻﺢ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﻜﺸﻒ. ﻭﻟﻠﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻓﻴﻪ ﺗﺄﻟﻴﻒ ﻟﻄﻴﻒ ﺳﻤﺎﻩ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺍﻷﺷﺒﻪ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻘﺪ ﻋﺮﻑ ﺭﺑﻪ.
(1) ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺠﻢ ﻗﻠﺖ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﺃﺩﺏ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻠﻤﺎﻭﺭﺩﻱ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺳﺌﻞ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻋﺮﻑ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﺮﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﺃﻋﺮﻓﻬﻢ ﺑﻨﻔﺴﻪ



Sunde Pati


Nunu Nurul Qomariyah tak tambahi nduk

( من عرف نفسه فقد عرف ربه )

ومعناه : أن يعرف نفسه بالذل والعجز والضعف والفناء , ويعرف ربه بالعز والقدرة والقوة والبقاء

"Siapa yg mengenal dirinya, sesungguhnya dia dpt mengenal TUHANNYA"

Artinya adalah mengenal dirinya bahwa dirinya itu hina,lemah dan rusak dan mengenal Tuhannya dengan mulia,kuasa,kuat dan kekal

تفسير الخازن (1/ 112)

========

"Siapa yg mengenal dirinya, sesungguhnya dia dpt mengenal TUHANNYA"
artinya adalah siapa yg mengenal dirinya lemah dan tiada kecukupan maka dia akan mengenal Tuhannya bahwa Tuhan adalah kuasa pada setiap sesuatu yg diciptakan
dan siapa yg mengenal dirinya bodoh maka dia akan mengenal bahwa Tuhannya itu utama dan adil
dan siapa yg mengenal dirinya cacat/tak sempurna keadaan maka dia akan mengenal bahwa Tuhannya itu sampurna dan mulya

ثم من الكلمات النبوية قوله عليه الصلاة والسلام : "من عرف نفسه فقد عرف ربه" والمعنى من عرف نفسه بالضعف والقصور عرف ربه بأنه هو القادر على كل مقدور ، ومن عرف نفسه بالجهل عرف ربه بالفضل والعدل ، ومن عرف نفسه باختلال الحال عرف ربه بالكمال والجلال

تفسير الفخر الرازى (ص: 56
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 24 Februari 2013

559 : EDISI TASAWUF

oleh : Ubaid Bin Aziz Hasanan



( 181 ) من عبر من بساط إحسانه أصمتته الإساءة ومن عبر من بساط إحسان الله إليه لم يصمت إذا أساء
barang siapa yg memberi nasihat dg memandang dirinya baik ,maka dia akan berdiam diri apabila berbuat kesalahan (maksiat) .Dan barang siapa yg memberi nasehat ,karna memandang (apa yg ia ucapkan ) sebagai kebaikan dari allah untuk dirinya ,maka dia tak akan berdiam diri apabila berbuat kesalahan (maksiat)
يعني : أن من انبسط لسانه بالنصيحة والموعظة والتكلم في علوم القوم وعبر من بساط إحسانه أي من إحسانه للطاعة الشبيه بالبساط أصمتته أي أسكتته الإساءة فينقبض عن ذلك التعبير عند صدور المعصية منه لما يعتريه من الخجل والحياء من ربه وهذه طريقة أهل التكليف الذين ينظرون إلى ما منهم إلى الله . وأما من عبر من بساط إحسان الله إليه فإنه لم يصمت إذا أساء أي لم يسكت عن التعبير إذا صدرت منه معصية لأن غيبته عن نفسه ومشاهدته لوحدانية ربه أوجبت جراءته على ذلك وهذه طريقة أهل التعريف الذين ينظرون إلى ما من الله تعالى إليهم
syarah alhikam 2/15




lanjutan
===========
Brojol Gemblung



ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﻄﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻻﺳﻜﻨﺪﺭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻣﻦ ﻋﺒﺮ ﻣﻦ ﺑﺴﺎﻁ ﺇﺣﺴﺎﻧﻪ ﺃﺻﻤﺘﺘﻪ ﺍﻹﺳﺎﺀﺓ ﻭﻣﻦ ﻋﺒﺮ ﻣﻦ ﺑﺴﺎﻁ ﺇﺣﺴﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻪ ﻟﻢ ﻳﺼﻤﺖ ﺇﺫﺍ ﺃﺳﺎﺀ

Barang siapa yg memberikan perumpamaan (nasehat) dari hamparan permadani kebaikannya, maka kejelekan yg ia lakukan akan membuatnya diam, dan barang siapa yg memberikan nasehat dari hamparan pemadani kebaikan Allah maka tidak akan membuat ia diam ketika ia berbuat salah/kejelekan.

ﺗﺴﺒﻖ ﺃﻧﻮﺍﺭ ﺍﻟﺤﻜﻤﺎﺀ ﺃﻗﻮﺍﻟﻬﻢ ﻓﺤﻴﺚ ﺻﺎﺭ ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﺮ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﺘﻌﺒﻴﺮ

Cahaya ahli hikmah mendahului perkataan mereka, sekiranya cahaya itu telah tampak maka sampailah ta'bir (nasehat) tersebut.

ﻛﻞ ﻛﻼﻡ ﻳﺒﺮﺯ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻛﺴﻮﺓ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺍﻟﺬﻱ ﻣﻨﻪ ﺑﺮﺯ

Setiap perkataan yg muncul keluar, maka baginya adalah pakaian hati dimana perkataan itu berasal.

ﻣﻦ ﺃﺫﻥ ﻟﻪ ﻓﻰ ﺍﻟﺘﻌﺒﻴﺮ ﻓﻬﻤﺖ ﻓﻰ ﻣﺴﺎﻣﻊ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ﻭﺟﻠﻴﺖ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺇﺷﺎﺭﺗﻪ

Barang siapa yg diberi izin (oleh Allah) dalam sebuah ta'bir, maka ibaratnya akan difahami oleh makhluk yg mendengarnya, dan akan ditampakkan isyaratnya kepada makhluk.

Link asal :
http://www.islamport.com/w/akh/Web/2831/155.htm
Baca Selengkapnya >>