Senin, 28 Januari 2013

500 : TIPS MENGATASAI RASA MALAS MUROJA'AH ALQUR'AN

PERTANYAAN

Bidadari Suci Dibuatmenangis


ada yang punya tips untuk mengatasi rasa malas untuk murojaah hafalan alquran....




JAWABAN

Aryo Mangku Langit


Assalamu'alaikum

Bismillah;
1-menjaga pola makan
hindari makanan Haram-subhat.
Ini sepele namun sangat berpengaruh terhadap pola fikir dan kemauan seseorang.
Sebab bagi yang suka makan yg tidak halal,subhat atau bahkan haram dapat menimbulkan rasa Kaslan/malas.
2-bagi santri baniin,
hindari berjalan di belakan wanita.
Ini juga sepele,
namun jika hal ini tidak di perhatikan maka akan mengakibatkan tumpulnya daya hafal dan menyebabkan rasa kaslan/malas(saya sendiri pernah mengalami)


Bismillah
Untuk membangitkan Rasa Ghiroh muroja'ah,
ini berkaitan langsung dengan azam/sinejo gati/kebulatan tekad.
Jika hal ini bisa kita tanamkan secara murosikhoh fil qolbiy
saya yakin hal ini akan mudah terwujud

disisi lain harus punya sifat iri,
dalam artian iri yang membangun.
Jika si fulan sehari bisa menghafal 10 ayat,
lantas kenapa saya tidak??
Dari sinilah akan muncul fastabiqul khoiroot
(ini juga pengalaman pribadi)


Selanjutnya Ojo Pacaran disek yen Niyate urung paripurno.
Kata Ibukku dulu;
nuqil dari maqolah;
AL MAR'ATU TSAMUD-DUNYA
(ini juga pengalaman pribadi)



Bidadari Suci Dibuatmenangis


pak aryo mksih bgtt nasehat pean ngepasi,sesuai smuanya... monggo pak takteni nasehat2 yg lain




Siti Rohmah



ingatlah akan k2 orang tuamu dek.
Alloh akan memakaikan jubah kemuliyaan kpd k2 orang tua orang yg hafal al-qur'an.

Ingatlah.......
Ketika sang ibu terluka disaat kita menangis.
Ingatlah..........
Ketika sang ibu berusaha sekuat tenaga melakukan apapun demi kebahagiyaan kita.
Ingatlah.........
Ketika sang ibu rela meninggalkan tidur malamnya untuk mendo'akan kita, demi kesuksesan kita.
Ingatlah.......
Disetiap tetes butir air mata dalam do'a beliau.
Begitu juga dg sang bapak.
Ingatlah..........
Ketika terik matahari membakar tubuhnya, namun sang bapak tak pernah lelah demi kita.
Ingatlah........
Saat hujan kehujanan demi kita, demi kebahagiaan kita berharap agar hidup kita nanti lebih layak tdk seperti mereka.
Ingatlah........
Disaat kita menyakiti hati mereka, namun mereka tetap menyayangi kita setulus hati.

Subhanalloh.........
Maka demi Alloh
Seumur hidup kita berbakti kpd mereka, tdk cukup untk membalas budi mereka.

Lalu apa yg bisa kita lakukan untuk mereka???
Semangatlah................
Dan istiqomahlah
Karena al-istiqomah khoirun min alfi karomah

"istiqomah itu lebih baik dari pada seribu kemuliyaan''.

(mengikuti ustadz aryo: pengalaman pribadi juga)





Aryo Mangku Langit


Alhamdulillah
ukhty Bidadari
karena semua yng saya tulis adalah pengalaman Pribadi.

Dulu saat saya masih duduk di kelas 1 Wustho di salah satu pesantren di jember,
saya dan semua santri satu kelas berkewajiban menghafalkan nadhom Alfiyah Ibnu Maalik yang berjumlah 1002 nadhom.

Dan kami harus setor hafalan minimal 20 nadhom dalam satu minggu agar bisa khatam selama 2 tahun,

ceritanya pagi itu saya pergi kepasar mau belanja kebutuhan sehari-hari.
Kemudian saya jalan dengan di temani kang santri adik kelas saya.
Tiba-tiba saat saya sampai di depan pintu gerbang pondok putri(ketepatan jalan ke pasar harus lewat depan PP putri)
ada 3 santri banaat keluar dan kelihatnya juga mau ke pasar.
Jadi posisi kami berada tepat di belakang mbak santri tadi(-+5 meter-an)

bisa sampeyan bayangkan kondisi kami sebagai santri bila lihat mbak-mbak santri.
Karena selama nyantri nggak kenal cewek.
Jadi saat saya dan teman saya jalan di belakang mbak santri secara otomatis(maaf) saya melihat(maaf) kencet/tungkaknya bahkan (maaf) bokong/pantat mbak santri walaupan saya juga sempat mengucap istighfar.
Namun kejadian ini begitu cepat dan sangat berkesan
bahkan membekas dalam ingatan.

Singkat cerita malam selasa setelah jama'ah maghrib,
saya dan teman-teman santri lainya sudah standby di ndalemnya Romo yai untuk setoran hafalan alFiyah ibnu maalik(karena khusus alfiyah setoranya langsung pada Romo yai.)

Kebetulan jumlah santri alfiyah ada 48 orang putra-putri.
Dan kami di pisahkan oleh satir/kain pembatas saat hafalan.
Saya mendapatkan giliran no urut 6.
Dengan bismillah dan rasa percaya diri tiba giliran saya untuk maju setoran.
Alhamdulillah setiap minggu saya setor nggak kurang dari 40 nadhom.
Namun sungguh di luar dugaan.
Malam itu setelah saya ucapkan salam dan bismillah.
Mulut saya terkunci,
tak satupun saya ingat nadhom yg telah saya hafalkan selama satu minggu.
Saya meneteskan air mata,
teman-teman saya nggak ada yang percaya,
bhkan romo yai juga heran kenapa demikian??
Akhirnya malam itu dengan tertunduk malu saya di suruh berdiri di pojok'an sampai semua santri selesai hafalan.
Dan setelah jama'ah isyak saya di denda di rendam di kolam putri selama 1/2 jam sebagai konsekwensi karena gagal setoran hafalan..
Bayangkan betapa malunya saya malam itu
ahirnya saya sadar
ternyata benar bahwa al mar'atu tsamuddunya
duuhhh,,
goro-goro nyawang bokong lan kencete mbak santri semua jadi bencana yg memalukaaaannnnn
(kisah nyata pribadi saya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar