Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

965 : PENGERTIAN HAJI TAMATTU' DAN KEMAKRUHAN BERSENGGAMA DI MALAM HARI RAYA

PERTANYAAN

Opick Syahreza

Assalamu'alaikum
mau tanya apakah yg di maksud haji tamatu haji qiron dan haji iprod.. dan
2.apakah boleh pd malam ramadhan bersetubuh dengan bojo kita. wasalamualaikum


JAWABAN

Aryo Mangku Langit

wa'alaikumsalam
Warohmatullohi
Wabarokaatuh

1-Haji tamattu’ (inilah haji yang paling afdhal), yaitu seorang masuk pada amalan-amalan haji pada bulan-bulan haji, yang dimulai dengan amalan umroh terlebih dahulu dengan mengucapkan di miqot, “Allahumma labbaika ‘umrotan mutamatti’an biha ilal hajj”. Setelah sampai di Mekkah, lalu melaksanakan umroh dengan cara yang sama seperti tata cara umroh yang kami jelaskan sebelumnya. Setelah melakukan umroh, halal baginya segala sesuatu yang tadinya diharamkan ketika ihram, sampai tanggal 8 Dzulhijjah baru kemudian berihram kembali untuk menyempurnakan amalan-amalan haji yang tersisa.

-Haji qiron, yaitu seorang berniat haji dan umroh secara bersama-sama pada bulan-bulan haji, dengan mengucapkan di miqot, “Labbaika hajjan wa ‘umrotan”.Setelah sampai di Mekkah, lalu melakukan thawaf qudum dan sa’yu (untuk sa’yu boleh ditunda sampai setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah). Setelahsa’yu tidak halal baginya melakukan hal-hal yang diharamkan ketika ihram, jadi dia tetap dalam keadaan ihram sampai tanggal 10 Dzulhijjah setelah melakukan amalan-amalan yang akan kami jelaskan insya Alloh,
.
-Haji ifrod, yaitu seorang berniat melakukan haji saja tanpa umroh pada bulan-bulan haji, dengan mengucapkan di miqot, “Labbaika hajjan”. Sama dengan haji qiron; setelah sampai di Mekkah, lalu melakukan thawaf qudum dan sa’yu (untuk sa’yu boleh ditunda sampai setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah). Setelahsa’yu tidak halal baginya melakukan hal-hal yang diharamkan ketika ihram, jadi dia tetap dalam keadaan ihram sampai tanggal 10 Dzulhijjah setelah melakukan amalan-amalan yang akan kami jelaskan insya Allah.

2-B O L E H


Sunde Pati

dokumen piss

http://www.piss-ktb.com/2012/10/1970-kemakruhan-bersenggama-di-malam.html

1970. KEMAKRUHAN BERSENGGAMA DI MALAM HARI RAYA ( TAKBIRAN )

Senin, 29 Oktober 20120 komentar

P E R T A N Y A A N :

Kang Fatkhul Q
Ngapunten badhe tanglet mbah, apa hukumnya ML ( Making Love = Jima' = Hubungan suami-istri = Bersenggama = Bersetubuh = Hubungan Intim / Badan ) pada malam hari raya ? kebetulan ini pas malem jum'at .. suwun..

J A W A B A N :

Abdur Rahman As-syafi'i II
و ليلة الاضحى على المشهور # كالليلة الاولى من الشهور
وضف اليها نصف كل شهر # واخر الليالى منه فادر اخبر رحمه الله ان الجماع يمنع فى هذه الليالى الاربعة ؛ ليلة عيد الاضحى لما قيل من ان الجماع فيها يوجب كون الولد سفاكا للدماء....... قرة العيون ٦٦

Syekh penadhom menjelaskan dalam bait-bait Nadhom tsb, bahwa terdapat empat malam dimana persetubuhan bersama istrinya tidak diperbolehkan yaitu:
1. Malam hari raya kurban
2. Malam pertama disetiap bulan
3. Malam pertengahan disetiap bulan 4. Malam terahir disetiap bulan

Beberapa alasannya adalah
_. Anak akan bertabiat jelek yg senang menumpahkan darah (menjadi pembunuh)
_. Syetan akan hadir pada persetubuhan yg dilakukan pada malam-malam itu
_. Anak yg terlahir akan mudah stress atau berakibat gila _. Anak yg lahir akan mengidap penyakit kusta

Larangan tersebut hanya sebatas makruh tidaklah sampai mengakibatkan keharaman seperti bersetubuh di kala haid,atau nifas. Dan mengenai dampaknya hanya Allah lah yang maha tahu.

Umam Zein
Sekedar untuk kelengkapan dokumen, berikut teks utuh dari kitab Qurrotul 'Uyun :

وليلة الأضحى على المشهور كالليلة الأولى من الشهور
وضف اليها نصف كل شهر وآخر الليالى منه فآدر
أخبر رحمه الله أن الجماع يمنع فى هذه الليالى الأربعة ؛ ليلة عيد الأضحى لما قيل من أن الجماع فيها يوجب كون الولد سفاكا للدماء. والليلة الأولى من أول كل شهر, وليلة النصف من كل شهر, والليلة الأخيرة من كل شهر. لقوله عليه الصلاة والسلام لاتجامع رأس ليلة الشهر وفي النصف. وقال الغزالي رحمه الله يكره الجماع في ثلاث ليال من الشهر: الأول, والأخير, والنصف. يقال إن الشياطين يحضرون الجماع في هذه الليالي, ويقال إن الشياطين يجامعون فيها. وروي كراهة ذلك عن علي ومعاوية وأبي هريرة رضي الله عنهم. ويقال إن الجماع في هذه الليالي يورث الجنون في الولد, والله أعلم. لكن المنع في هذه الأربعة بمعنى الكراهة لا التحريم كالحيض والنفاس وضيق الوقت.

Ahmad Rifa'i
Kebetulan sekali saya punya nukilan dari sebuah kitab, bahwa melakukan hubungan badan (jima) pada malam2 tsb hukumya makruh/karena akan menghasilkan anak cacat.
Pertama: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada permulaan bulan, pertengahan dan akhir bulan. karena hal itu dapat menyebabkan penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.
Kedua: Wahai Ali, jangan kamu menggauli isterimu sesudah waktu Zhuhur. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anaknya kelak punya ganguan psikologis, jiwanya mudah goncang.
Ketiga: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu sambil berbicara. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan kebisuan bagi anak. Dan jangan melihat kemaluan isterinya, karena dapat menyebabkan kebutaan bagi anak
Keempat: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (jika membuahkan janin) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan memiliki gangguan psikologis.
Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur'an, karena aku khawatir turun api dari langit lalu membakar keduanya.
Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Fitri, karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anak memiliki banyak keburukan

Ahmad Haidar Muhammad Fadly
Dari kitab fathul izar sptnya ada keterangan mubah tapi konon jika hasil hubungan intim di malam ied, baik fitri maupun ied qurban, anaknya akan memiliki jari lebih dari sepuluh, ada jari yg kembar...


link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/610706915620717/
Baca Selengkapnya >>

Rabu, 26 Juni 2013

953 :HUKUM HUKUM IHROM MEMAKAI SABUN WANGI

PERTANYAAN
Najib Bagaskara
السلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته
mau tanya, apakah orang yang sedang ikhrom kemudian mandi menggunakan sabun mandi terkena dam ?


JAWABAN

Brojol Gemblung



Wa'alaikumussalam

Saya punya kitab karya KH. 'Abdullah Schal tentang Manasik al-Hajj wa al-'Umrah yg diterjemahkan oleh KH. Thaifur 'Aly Wafa Muharrar (murid Syech Isma'il) dalam bentuk bahasa Madura berkaitan dg apa yg ditanyakan dipostingan :

مناسك الحج والعمرة للشيخ كياهي حاج عبد الله سليل الخليل على ترجيم الفقير إلى عفو الله طيفور علي وفا محرر باللغة المدورية ص 23 ؛

2 ــ أوم رؤم ؛ مكا حرام غغكوي أوم رؤم نغ عي بدانه، كلامبينه، أوتبا لامأنه، بن حرام جوكن عي دائر. دنيغ سي أيمه أوم رؤم إغكي فنيكا سعي سجه عي كابي أوم رؤم أكدي ميياء رؤم، بن سافنيكا جوكن سابون رؤم، مكا تيغاتيه دأ كاعوريغ سي أإحرام لاكئ أوتبا بينئ جأ غغكوي سابون ـ سابون سي رؤم، ساهي عي كاسابون نغ عي بدان أوتبا نموغ نغ عي تناغ. بن سيغأ جأ غغكوي سربية أكديه تيسو، لاف كولويية. تافي منابي تأ عي سجه عي كابي أوم رؤم مكا كيغيغ عي أغكوي أكديه أدائر جروك، أفل، جغكي بن سداجه وأبوأن سي أوم رؤم. إهـــ

Artinya: 2 - Wewangian; maka haram memakai wewangian dibadan, baju, atau alasnya, dan haram juga dimakan. Adapun yg dimaksud dg wewangian adalah sesuatu yg memang bertujuan dibuat sebagai pengharum seperti minyak wangi, dan begitu juga sabun wangi. Maka berhati-hatilah bagi orang yg ihram, baik pria ataupun wanita, jangan sampai memakai sabun yg wangi, baik dipakai untuk badan atau hanya ditangan. Dan janganlah memakai lap seperti tissu. Akan tetapi apabila tidak dimaksudkan sebagai pengharum maka boleh dipakai, seperti memakan (mengkonsumsi) jeruk, apel, cengkeh, dan semua buah-buahan yg harum. Selesai

Penalaran :
Dari sedikit referensi sederhana ini bisa ditarik benang merahnya, bahwa meakai sabun mandi bagi orang yg ihram itu boleh dan tidak mewajibkan membayar Dam (denda), karena ia dibuat bukan untuk pengharum melainkan sebagai alat kebersihan ketika mandi. Berbeda halnya dg parfum yg tujuannya memang untuk pengharum pakaian atau badan, maka ia diharamkan bagi orang yg ihram. Dan demikian juga dg sabun mandi, bila dipakai dg tujuan sebagaimana parfum maka hal itu terlarang.
Dalam kitab al-Fiqh 'alaa al-Madzahib al-Arba'ah dijelaskan bahwa menurut madzhab Syafi'iyyah dan Hanabilah boleh memakai sabun wangi ketika mandi, berbda halnya dg pendapat madzhab Malikiyyah dan Hanafiyyah yg tidak membolehkannya. Dan demikian juga keterangan dalam kitab Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq.

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ 1/1037 :

ﻳﺒﺎﺡ ﻟﻠﻤﺤﺮﻡ ﻏﺴﻞ ﺭﺃﺳﻪ ﻭﺑﺪﻧﻪ ﺑﺎﻟﻤﺎﺀ ﻹﺯﺍﻟﺔ ﺍﻷﻭﺳﺎﺥ ﻋﻨﻪ ﺑﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﺑﻤﺎ ﻳﻘﺘﻞ ﺍﻟﻬﻮﺍﻡ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﺍﻻﻏﺘﺴﺎﻝ ﺑﺎﻟﺼﺎﺑﻮﻥ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﻈﻔﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﺗﻘﺘﻞ ﺍﻟﻬﻮﺍﻡ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ.

ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻓﺎﻧﻈﺮ ﻣﺬﻫﺒﻴﻬﻤﺎ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺨﻂ :

ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺤﺮﻡ ﺇﺯﺍﻟﺔ ﺍﻟﻮﺳﺦ ﺑﺎﻟﻐﺴﻞ ﻭﻳﺴﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﻓﻴﺠﻮﺯ ﺑﻤﺎ ﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﻮﺳﺦ ﻛﺎﻟﺼﺎﺑﻮﻥ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻣﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﺑﻄﻴﺐ. ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﺑﺎﻟﻄﻴﺐ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺒﻘﻰ ﺭﺍﺋﺤﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﺪ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ.

ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺤﺮﻡ ﺃﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﺑﻤﺎ ﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﻮﺳﺦ ﻭﻻ ﻳﻘﺘﻞ ﺍﻟﻬﻮﺍﻡ . ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﺑﻤﺎ ﻟﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻋﻄﺮﻳﺔ.

ﻓﻘﻪ ﺍﻟﺴﻨﺔ - ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺳﻴﺪ ﺳﺎﺑﻖ - ﺝ - ١ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٦٦٦ :

ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﺼﺎﺑﻮﻥ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﺰﻳﻞ ﺍﻷﻭﺳﺎﺥ، ﻛﺎﻷﺷﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺴﺪﺭ ﻭﺍﻟﺨﻄﻤﻲ. ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ، ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﺑﺼﺎﺑﻮﻥ ﻟﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ.
 ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ :

ﺛﺎﻟﺜﺎً: ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﻟﻠﺼّﺎﺑﻮﻥ
- 4 ﺻﺮّﺡ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴّﺔ: ﺑﺄﻧّﻪ ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺎﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﺍﻟﺼّﺎﺑﻮﻥ، ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻋﺎﺑﺪﻳﻦ ﻧﻘﻼً ﻋﻦ ﺍﻟﻔﺘﺢ: ﻟﻮ ﻏﺴﻞ ﺑﺎﻟﺼّﺎﺑﻮﻥ ﻭﺍﻟﺤﺮﺽ ﻻ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻓﻴﻪ، ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ: ﻻ ﺷﻲﺀ ﻓﻴﻪ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﻄﻴﺐ ﻭﻻ ﻳﻘﺘﻞ - ﺃﻱ ﺍﻟﻬﻮﺍﻡّ - ﺛﻢّ ﻗﺎﻝ: ﻭﻣﻘﺘﻀﻰ ﺍﻟﺘّﻌﻠﻴﻞ ﻋﺪﻡ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﺪّﻡ ﻭﺍﻟﺼّﺪﻗﺔ ﺍﺗّﻔﺎﻗﺎً، ﻭﻟﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻈّﻬﻴﺮﻳّﺔ: ﻭﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﺃﻧّﻪ ﻻ ﺷﻲﺀ ﻋﻠﻴﻪ. ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻔﻬﻮﻡ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﺎﺑﻮﻥ ﺍﻟﻌﺎﺩﻱّ، ﺍﻟّﺬﻱ ﻻ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻃﻴﺒﺎً، ﻷﻥّ ﺍﻟﻤﺤﺮﻡ ﺇﻧّﻤﺎ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﻄّﻴﺐ، ﻭﻟﻢ ﻧﺠﺪ ﻟﻬﻢ ﻧﺼّﺎً ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉ. ﻭﻳﻨﻈﺮ ﻓﻲ ﻣﺼﻄﻠﺤﻲ : ﺗﻄﻴّﺐ ﻭﺇﺣﺮﺍﻡ.

Link Kitab: http://www.al-eman.com/الكتب/الموسوعة%20الفقهية%20الكويتية%20****/%20وقف%20المشاع/i232&d143826&c&p1#TOP

 ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ :

ﻫـ - ﺍﻟﺘّﻄﻴّﺐ:

- 74 ﺍﻟﻄّﻴﺐ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴّﺔ: ﻣﺎ ﻟﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﻣﺴﺘﻠﺬّﺓ ﻭﻳﺘّﺨﺬ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻄّﻴﺐ. ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﺸّﺎﻓﻌﻴّﺔ: ﻣﺎ ﻳﻘﺼﺪ ﻣﻨﻪ ﺭﺍﺋﺤﺘﻪ ﻏﺎﻟﺒﺎً، ﻭﻟﻮ ﻣﻊ ﻏﻴﺮﻩ. ﻭﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻄّﻴﺐ ﺍﻟّﺬﻱ ﻳﺤﻜﻢ ﺑﺘﺤﺮﻳﻤﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﻈﻢ ﺍﻟﻐﺮﺽ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻄّﻴﺐ، ﻭﺍﺗّﺨﺎﺫ ﺍﻟﻄّﻴﺐ ﻣﻨﻪ، ﺃﻭ ﻳﻈﻬﺮ ﻓﻴﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻐﺮﺽ. ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ: ﻣﺎ ﺗﻄﻴﺐ ﺭﺍﺋﺤﺘﻪ ﻭﻳﺘّﺨﺬ ﻟﻠﺸّﻢّ.

Link Kitab: http://www.al-eman.com/الكتب/الموسوعة%20الفقهية%20الكويتية%20****/%20ما%20يبطل%20الإحرام/i232&d132773&c&p1

link dokumen :

http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/608300599194682/
Baca Selengkapnya >>

Selasa, 25 Juni 2013

951 : THAWAF MENGGUNAKAN FASILITAS LIFT ATAU ESKALATOR


PERTANYAAN

Mustawa Alhudry

assalamu alaikum wr wb ,,,para sesepuh huda yg di rahmati ALLAH .ana mau bertanya masalh
yg berhubungan dengan wanita haid masuk masjid
{1 apakah bisa di samakan antara masjidil harom dengan masjid yg lain ..??
{2 ,,sekarang lagi di bangun di masjidil harom lif/eskalator yg
tujuannya untuk tawaf ..apakh sah orng yg tawaf memakai alat sprti itu
..?? kalu bisa di cantumkan ibarohnya biar lebih mantep .

JAWABAN

Mbah Pardan Milanistie

Wa'alaikum salam..nyumbang rembug sedikit
setahu saya gak ada pengecualian antara Masjidil Harom atau Masjid Nabawi
dengan Masjid2 yang lain dalam hal ini tapi mungkin ada Ibarot yang lain
tentang masalah Post ini
الشافعية قالوا...
أما المرور بالمسج
د، فإنه يجوز للجنب والحائض والنفساء من غير مكث فيه، ولا تردد بشرط أمن عدن
تلوث المسجد، فلو دخل من باب وخرج من آخر جاز، أما إذا دخل وخرج من باب
واحد، فإنه يحرم؛ لأنه يكون قد تردد في المسجد، وهو ممنوع، إلا إذا كان
يقصد الخروج من باب آخر غير الذي دخل منه، ولكن بدا له أن يخرج منه، فإنه
لا يحرم

Ulama madzhab Syafi'i berpendapat bahwa lewat di masjid boleh dilakukan
orang yang junub, haid dan nifas asal tidak diam atau berputar-putar di
dalam masjid. Kalau masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang
lain itu boleh. Sedangkan kalau masuk dan keluar dari pintu yang sama
itu tidak boleh karena itu termasuk berputar. Kecuali apabila ia awalnya
bermaksud keluar dari pintu lain selain tempat masuknya tapi ternyata
tidak bisa maka hal itu dibolehkan.
Al-Fiqh Alal Madzahib Al-Arba'ah hlm I/86


وعن عائشة رضي الله عنها قالتْ: قالَ رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم:
"إني لا أُحِلُّ المَسْجِدَ لحائض ولا جُنُبٍ". رواه أبو داود. وصحّحه ابنُ
خزيمةَ.

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya
aku tidak menghalalkan masjid bagi orang yang sedang haid dan junub."
Riwayat bu Dawud dan hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.[Bulughul
Maram/52].

Imam Ash-Shan’ani berkata :والحديث دليل على أنه لا يجوز
للحائض والجنب دخول المسجد، وهو قول الجمهور، وقال داود، وغيره: يجوز،
وكأنه بني على البراءة الأصلية، وأن هذا الحديث لا يرفعها.وأما عبورهما
المسجد، فقيل: يجوز لقوله تعالى:{… إلا عابري سبيل …}في الجنب، وتقاس
الحائض عليه، والمراد به: مواضع الصلاة.وأجيب: بأن الآية فيمن أجنب في
المسجد فإنه يخرج منه للغسل، وهو خلاف الظاهر، وفيها تأويل
اخر

Hadits
tersebut adalah dalil tidak bolehnya perempuan yang sedang haidh dan
junub masuk SERTA DIAM di dalam masjid, demikianlah menurut pendapat
jumhur ulama.

Sementara Dawud az-zohiri,ibnu hazm dan ulama lainnya
mengatakan boleh, sepertinya pendapatnya ini berdasarkan al-bara'ah
al-ashliah (hukum asalnya, terlepasd ari kewajiban),

dan hadits ini tidak
dapat mengangkat hukum asal tersebut.mereka berhujjah dgn ayat quran,
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "..terkecuali sekedar
berlalu saja.(.Q" S. An-Nisa': 43) Mengenai yang junub, sedangkan
perempuan haidh diqiaskan padanya.

Yang dimaksud dalam ayat itu adalah
tempat-tempat shalat.Pendapat tersebut dapat dijawab,QIAS ITU BATIL
KERANA bahwa ayat itu berkenaan dengan orang yang junubnya terjadi di
dalam masjid, maka dia harus keluar untuk mandi, ini berbeda dengan
zhahirnya ayat tersebut. Dan terdapat penafsiran yang lain mengenai ayat
ini.[Subulussalam 1/ (1/229)].

 عن عائشة قالت: قال لي رسول اللَّه صلى
اللَّه عليه وآله وسلم نَاوِلْيِنِي الْخُمْرَةَ من المسجدِ فقلت: إني
حائضٌ فقال: إن حَيْضَتَكَ لَيْسَتْ في يَدِكَ

Dari 'Aisyah Radliyallaahu
'anha bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Ambilkanlah aku sajadahku dari masjid’. Lalu aku berkata, 'Sesungguhnya
aku sedang haidh, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
‘Sesungguhnya haidh itu tidak berada di tanganmu.,' (HR. Jama'ah
keccuali Al-Bukkhari) Asy-Syaukani berkata :

والحديث يدل على جواز دخول
الحائض المسجد للحاجة ولكنه يتوقف على تعلق الجار والمجرور أعني قوله: من
المسجد بقوله: ناوليني وقد قال بذلك طائفة من العلماء واستدلوا به على جواز
دخول الحائض المسجد للحاجة تعرض لها إذا لم يكن على جسدها نجاسة وأنها لا
تمنع من المسجد إلا مخافة ما يكون منها وعلقته طائفة أخرى بقوله: (قال لي
رسول اللَّه صلى اللَّه عليه وآله وسلم من المسجد ناوليني الخمرة) على
التقديم والتأخير.وعليه المشهور من مذاهب العلماء أنها لا تدخل لا مقيمة
ولا عابرة لقوله: صلى اللَّه عليه وآله وسلم (لا أحل المسجد لحائض ولا
جنب)

Hadits di atas menunjukkan bolehnya masuk (MASUK PINTU LAIN KELUAR
PINTU LAIN) masjid,bagi orang orang yang haidh dengan adanya hajat .
Tetapi pendapati ni tergantung pada hubungan jar dan majrur, yakni pada
perkataan "minalinasjidi" berdasarkan perkataan" naawillini". Mereka
yang berpendapau demikian adalah segolongan Ulama.

Mereka menggunakan
hadits ini sebagai dalil bolehnya masuk masjid bagi orang yang haidh
karena adanya hajat, jika badannya tidak terkena najis maka tidak ada
halangan baginya masuk masiid kecuali khawatir adanya najis. Golongan
lain menggantungkan perkataan,"Rasulullah mengatakan kepada kami dari
masjid, ambilkanlah aku kerudung" pada taqdim dan ta’khir (lafadz yang
terdahulu dan yang terkemudian).

Madzhab Ulama yang masyhur berpendapat
bahwa orang yang haidh tidak masuk masjid, tidak tinggal, dan tidak
melewati berdasarkan sabda Nabi yang berbunyi, Sesungguhnya aku tidak
menghalalkan masjid bagi orang yang sedang haid dan junub."[Nailul
Authar 1/ 189 (1/514)].
mungkin
dari keterangan Hadist dan fatwa para.Ulama' kita bisa mengambil

Ibarot
bahwasannya tidak ada kekhususan dalam hal wanita Haid masuk Masjidil
harom atau masjid Nabi dengan Masid yang lainnya.
Wallohu A'lam



Brojol Gemblung

Wa'alaikumussalam

Melakukan Thawaf menggunakan fasilitas lif / eskalator itu sah, hanya saja yg
lebih afdhal yaitu berthawaf dg cara berjalan kaki kecuali ada udzur.
Lantas apabila berthawaf memakai eskalator tanpa adanya udzur maka boleh
dan tidak m
akruh, akan tetapi Khilaf al-Aula (menyalahi keutamaan). Namun sebagian ulama
menegaskan bahwa berthawaf dg cara menaiki eskalator tanpa adanya udzur
itu makruh.

Oleh
karena demikian dalam madzhab Syafi'iyyah merekomendasikan bahwa
thawafnya orang yg berjalan kaki itu lebih utama dari pada thawafnya
orang yg tidak berjalan kaki, baik hal itu karena ada udzur ataupun
tidak, dan thawafnya dihukumi sah dan tidak wajib membayar Dam (denda).
Berbeda halnya dg pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah, bahwa orang yg
thawaf menggunakan eskalator tanpa adanya udzur maka wajib baginya
membayar Dam (denda), dan bila masih di Makkah maka harus mengulang
thawafnya menurut Abu Hanifah.

ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ - ﻣﺤﻴﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ - ﺝ - ٨ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٦ - ٢٧:

ﺃﻣﺎ
ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺍﻷﻓﻀﻞ ﺃﻥ ﻳﻄﻮﻑ ﻣﺎﺷﻴﺎ ﻭﻻ ﻳﺮﻛﺐ ﺍﻻ ﻟﻌﺬﺭ ﻣﺮﺽ ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻩ ﺃﻭ
ﻛﺎﻥ ﻣﻤﻦ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﻇﻬﻮﺭﻩ ﻟﻴﺴﺘﻔﺘﻰ ﻭﻳﻘﺘﺪﻯ ﺑﻔﻌﻠﻪ. ﻓﺎﻥ ﻃﺎﻑ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﺑﻼ ﻋﺬﺭ
ﺟﺎﺯ ﺑﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻟﻜﻨﻪ ﺧﺎﻟﻒ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻛﺬﺍ ﻗﺎﻟﻪ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻛﺬﺍ ﻧﻘﻠﻪ ﺍﻟﺮﺍﻓﻌﻲ
ﻋﻦ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ.

ﻭﻗﺎﻝ
ﺇﻣﺎﻡ ﺍﻟﺤﺮﻣﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﻦ ﺇﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﺒﻬﻴﻤﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺗﻠﻮﻳﺜﻬﺎ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺷﺊ
ﻓﺎﻥ ﺃﻣﻜﻦ ﺍﻻﺳﺘﻴﺜﺎﻕ ﻓﺬﻟﻚ ﻭﺍﻻ ﻓﺎﺩﺧﺎﻟﻬﺎ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻣﻜﺮﻭﻩ. ﻫﺬﺍ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺮﺍﻓﻌﻲ ﻭﺟﺰﻡ
ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺑﻜﺮﺍﻫﺔ ﺍﻟﻄﻮﺍﻑ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﺬﺭ ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻟﺒﻨﺪﻧﻴﺠﻲ ﻭﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ
ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻭﻱ ﻭﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻭﺍﻟﻌﺒﺪﺭﻱ ﻭﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﺍﻷﻭﻝ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺒﻨﺪﻧﻴﺠﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ
ﻭﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻮﺏ ﺳﻮﺍﺀ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ.

ﻗﺎﻝ
ﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ ﻭﺣﻜﻢ ﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﻤﺤﻤﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻛﺘﺎﻑ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻛﺎﻟﺮﺍﻛﺐ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ ﻗﺎﻝ
ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﻌﺬﻭﺭﺍ ﻓﻄﻮﺍﻓﻪ ﻣﺤﻤﻮﻻ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻨﻪ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﺻﻴﺎﻧﺔ ﻟﻠﻤﺴﺠﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﺍﺑﺔ. ﻗﺎﻝ
ﻭﺭﻛﻮﺏ ﺍﻹﺑﻞ ﺃﻳﺴﺮ ﺣﺎﻻ ﻣﻦ ﺭﻛﻮﺏ ﺍﻟﺒﻐﺎﻝ ﻭﺍﻟﺤﻤﻴﺮ.

ﻓﺮﻉ:
ﻗﺪ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﻓﻲ ﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﺮﺍﻛﺐ ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ ﺇﺟﻤﺎﻉ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻃﻮﺍﻑ
ﺍﻟﻤﺎﺷﻲ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﺮﺍﻛﺐ ﻓﻠﻮ ﻃﺎﻑ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻟﻌﺬﺭ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ ﺻﺢ ﻃﻮﺍﻓﻪ ﻭﻻ ﺩﻡ
ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻟﻴﻦ ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﺑﻦ
ﺍﻟﻤﻨﺬﺭ.

ﻭﻗﺎﻝ
ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺍﻥ ﻃﺎﻑ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻟﻌﺬﺭ ﺃﺟﺰﺃﻩ ﻭﻻ ﺷﺊ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻥ ﻃﺎﻑ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻟﻐﻴﺮ
ﻋﺬﺭ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺩﻡ. ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻤﻜﺔ ﺃﻋﺎﺩ ﺍﻟﻄﻮﺍﻑ. ﻭﺍﺣﺘﺠﺎ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﻋﺒﺎﺩﺓ
ﺗﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻟﺒﻴﺖ ﻓﻼ ﻳﺠﺰﺉ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺍﺣﻠﺔ ﻛﺎﻟﺼﻼﺓ.

ﻭﺍﺣﺘﺞ
ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺑﺎﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺴﺎﺑﻘﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺇﻧﻤﺎ ﻃﺎﻑ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺍﻛﺒﺎ
ﻟﺸﻜﻮﻯ ﻋﺮﺿﺖ ﻟﻪ. ﻛﺬﺍ ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ﺑﺎﺳﻨﺎﺩﻩ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ.

ﻭﺍﻟﺠﻮﺍﺏ
ﺃﻥ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﺍﻟﺜﺎﺑﺘﺔ ﻣﻦ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺟﺎﺑﺮ ﻭﻋﺎﺋﺸﺔ ﻣﺼﺮﺣﺔ ﺑﺄﻥ ﻃﻮﺍﻓﻪ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻤﺮﺽ ﺑﻞ ﻛﺎﻥ ﻟﻴﺮﺍﻩ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺴﺄﻟﻮﻩ ﻭﻻ ﻳﺰﺍﺣﻤﻮﺍ
ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﺫﻛﺮﻩ.

ﻭﺃﻣﺎ
ﺣﺪﻳﺚ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻫﺬﺍ ﻓﻀﻌﻴﻒ ﻷﻧﻪ ﻣﻦ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻳﺰﻳﺪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺯﻳﺎﺩ ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ ﻗﺎﻝ
ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ ﺗﻔﺮﺩ ﺑﻪ ﻳﺰﻳﺪ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﻣﺎ ﻗﻴﺎﺳﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻔﺎﺳﺪ ﻻﻥ
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻻ ﺗﺼﺢ ﺭﺍﻛﺒﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻭﻗﺪ ﺳﻠﻤﻮﺍ ﺻﺤﺔ ﺍﻟﻄﻮﺍﻑ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﺩﻋﻮﺍ ﻭﺟﻮﺏ
ﺍﻟﺪﻡ ﻭﻻ ﺩﻟﻴﻞ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

ﻓﺮﻉ:
ﻟﻮ ﻃﺎﻑ ﺯﺣﻔﺎ ﻣﻊ ﻗﺪﺭﺗﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺸﻲ ﻓﻄﻮﺍﻓﻪ ﺻﺤﻴﺢ ﻟﻜﻦ ﻳﻜﺮﻩ ﻭﻣﻤﻦ ﺻﺮﺡ ﺑﺼﺤﺘﻪ
ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻴﻘﻪ ﻓﻲ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺩﻻﺋﻞ ﻣﺴﺄﻟﺔ ﻃﻮﺍﻑ ﺍﻟﺮﺍﻛﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﻃﻮﺍﻓﻪ
ﺯﺣﻔﺎ ﻛﻄﻮﺍﻓﻪ ﻣﺎﺷﻴﺎ ﻣﻨﺘﺼﺒﺎ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ. ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

link dokumen :

 http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/607899775901431/
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 14 April 2013

683 : HUKUM BERSENTUHAN KULIT NON MUHRIM SAAT THOWAF

PERTANYAAN
Alvaro Zulfadhli Aqila
 

 Assalamu'alaikum
bersentuhan kulit tanpa penghalang dengan bukan muhrim menurut imam syafi'i hukumny membatalkan wudhu.
bagaimana jalan keluar waktu thowaf?
JAWABAN

Mbah Pardan Milanistie

wa'alaikum salam

Urun rembug..menyikapi masalah di atas tentunya membutuhkan suatu jalan keluar yaitu kita berpindah madzhab...

Qola Ibnu Jamal annal asoohha min kalamil muta'akhirin kassyikhi Ibnu hajar wa ghoirihi annahu yajuzu al intiqol min madzhabin ila madzhabi al madunati wLau bimujarroditasshi sawa'un intaqola dawman au fi ba'dil hadistati wain afta au hakama wa 'amala bikhikafihi ma lam yalzamu minhu attalfiqu.

Ibnu Jamal berkata "ketahuilah qoul yang lebih sokhih mnrt pendapt Ulama' muta'akhirin(peeiode akhir) seperti Ibnu Hajar dan lainnya "sesungguhnya boleh berpindah dari satu madzhab ke madzhab dari mdzhab yang di condonginya walupun dengan keinginan mencoba ,baik berpindah tuk selamanya atau berpindah dalam waktu tertentu,jika orang awam membeeika fatwa atau hukum tertentu dan mengamalkan dengan sebaliknya hukumnya boleh selagi tidak menetapkan TALFIQ.
I'anatuttholibin juz 4/217


Siroj Munir

dalam muqoddimah kitab al-fiqhus islami wa adillatuhu, di jelaskan; talfiq itu boleh dilakukan jika mendapatkan masyaqot/kesulitan mengamalkan pendapat salah satu madzhab
Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu, Juz : 1 Hal : 24

ويجوز تقليد كل مذهب إسلامي معتمد عند الأغلبية، وإن أدى إلى التلفيق ، عند الضرورة أو الحاجة أو العجز والعذر

Dan diperbolehkan melakukan mengikuti semua pendapat yang mu’tamad dari setiap madzhab, meskipun akan menyebabkan terjadinya talfiq (menggabungkan pendapat antar ulama’ madzhab), jika memang dibutuhkan (lil hajat), terrpaksa (dhorurot), atau sulit mengerjakannya (al-ajzu wal usdzru)


Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Juz : 17 Hal : 117 – 118

التقاء بشرتي الرجل والمرأة
جمهور الفقهاء المالكية والشافعية والحنابلة على أن لمس بشرتي الرجل والمرأة حدث ينقض الوضوء في الجملة – إلى أن قال - أما الحنفية فلا يعتبرون مس المرأة من الأحداث مطلقا

Mayoritas ulama’ dari kalangan madzhab Maliki, Syafi’I dan hanbali berpendapat bahwa persentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan membatalkan wudhu’. Sedangkan menurut madzhab Hanafi persentuhan kulit antara lelaki dan wanita tidak membatalkan wudhu’.


Alvaro Zulfadhli Aqila

 Gus siroj @ berarti imam syafi'i tetep pake tata cara madzab beliau sendiri..? Terus knp yg muqolid ny d saran kan utk pindah madzab..?

Siroj Munir

kang Alvaro Zulfadhli Aqila @ dalam kitab mizan kubro diterangkan bahwa tingkat kemampuan seseorang itu berbeda beda, jika ia mampu mengerjakan pendapat yang berat maka ia mengerjakan yang berat, jika tak mampu ya mengerjakan yang ringan..
Baca Selengkapnya >>