Tampilkan postingan dengan label do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label do'a. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

1146 : DO'A PADA HARI ASYURO'

oleh : Siroj Munir

Sebagian ulama’ ahli tasawuf meriwayatkan, bahwa barang siapa membaca do’a berikut ini pada hari asyuro’, maka orang tersebut tidak akan meninggal pada tahun itu, sedangkan orang yang sudah sampai ajalnya, maka orang tersebut tidak membacanya (karena lupa semisal). Dan do’a ini sudah dibuktikan oleh para ulama’ (mujarab).

Berikut do’anya:

سُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ اللَّهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْ اللَّهِ إلَّا إلَيْهِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ اللَّهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ، وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا


SUBHANALLOH MIL’AL MIZAN, WA MUNTAHAL ILMI WA MABLAGOR RIDHO WA ‘ADADAN NI’AMI WA ZINATAL ‘ARSY. WAL HAMDULILLAH MIL’AL MIZAN, WA MUNTAHAL ILMI WA MABLAGOR RIDHO WA ‘ADADAN NI’AMI WA ZINATAL ‘ARSY. LAA ILAAHA ILLALLAH MIL’AL MIZAN, WA MUNTAHAL ILMI WA MABLAGOR RIDHO WA ‘ADADAN NI’AMI WA ZINATAL ‘ARSY. ALLAHU AKBAR MIL’AL MIZAN, WA MUNTAHAL ILMI WA MABLAGOR RIDHO WA ‘ADADAN NI’AMI WA ZINATAL ‘ARSY. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH MIL’AL MIZAN, WA MUNTAHAL ILMI WA MABLAGOR RIDHO WA ‘ADADAN NI’AMI WA ZINATAL ‘ARSY. LA MALJA’A WA LA MANJA MINALLOH ILLA ILAIH. SUBHANALLOH ‘ADADASY SYAF’I WAL WITRI WA ‘ADADA KALIMATILLAHIT TAMMATI. AL HAMDULILLAH ‘ADADASY SYAF’I WAL WITRI WA ‘ADADA KALIMATILLAHIT TAMMATI. LAA ILAAHA ILLALLAH ‘ADADASY SYAF’I WAL WITRI WA ‘ADADA KALIMATILLAHIT TAMMATI. ALLAHU AKBAR ‘ADADASY SYAF’I WAL WITRI WA ‘ADADA KALIMATILLAHIT TAMMATI. LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH ‘ADADASY SYAF’I WAL WITRI WA ‘ADADA KALIMATILLAHIT TAMMATI. HASBUNALLOH WANI'MAL WAKIL NI'MAL MAULA WANI'MAN NASHIR WA SHOLLALLAHOHU 'ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA 'ALA ALIHI WA SHOHBIHI WA SALLAMA TASLIMAN KATSIRO.

(Keterangan dari kitab; Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Syarhil Manhaj, Juz: 2 Hal: 348)
 

link dokumen :

https://www.facebook.com/notes/huda-sarungan-humor-dan-dawah-sarana-untuk-ngaji/1146-doa-pada-hari-asyuro/679704268720981
Baca Selengkapnya >>

Senin, 29 Juli 2013

1078: DOA SAAT ISTRI MELAHIRKAN/BERSALIN

 PERTANYAAN: 


Ery Kdr

Assalamu'alakm...Sugeng injing sesepuh dan sedulur HUDA.

Mau tanya.

Adakah do'a atau bacaan khusus untuk ibu dan juga untuk sang suami yang mau dan sampi menghadapi persalinan? (biar kuat, lancar, tanpa rasa was" dan khwatir).mohon sesepuh atau saudara sedulur huda untuk jawaban dan saran.

Syukron.

Wassalamu'alaikm...

JAWABAN

Ibnu Hasyim Alwi


Wa alaikum salam

Doa supaya di baca oleh para suami yang mempunyai istri yang dalam keadaan hamil.

Caranya di baca sekali setiap selesai melakukan sholat fardhu :

semakin baik jika di baca setelah malaksanakan sholat sunnah di waktu malam :

Berikut Doanya :

اَللَّهَمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ أَنْتِ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

✿اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ ✿

اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ أُمِّهِ وَقْتَ وِلاَدَتِهِ سَهْلاً وَسَلاَمًا

✿ اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً

اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَحْسِنْ صُوْرَتَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ"

ALLAAHUMMA IHFAZH WALADII MAA DAAMA FII BATHNI UMMIHII,

WASYFIHII ANTAS SYAAFII LAA SYIFAA-A ILLAA SYIFAA-UKA, SYIFAA-AN LAA YUGHOODIRU SAQOMAN,

ALAAHUMMA SHOWWIRHU FII BATHNI UMMIHII SHUUROTAN HASANATAN WA TSABBIT QOLBAHUU IIMAANAN BIKA WA BI ROSUULIKA,

ALLAAHUMAA AKHRIJHU MIN BATHNI UMMIHII WAQTA WILAADATIHII SAHLAN WA SALAAMAN,

ALLAAHUMMA IJ'ALHU SHOHIIHAN KAAMILAN 'AAQILAN HAADZIQON 'AALIMAN 'AAMILANALLAAHUMMA THOWWIL 'UMROHUU WA SHOHHIH JASADAHUU WA HASSIN KHULUQOHUU WA AHSIN SHUUROTAHUU WAFSHOH LISAANAHUULI QIROO-ATIL QUR-AANI WAL HADIITSIBI BAROKATI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU 'ALAIHI WA SALLAMA WAL HAMDU LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN.

---

Artinya :

Ya Allah, peliharalah anakku selama berada dalam kandungan ibunya. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menyehatkan tiada kesehatan tanpa kesehatan dariMu, kesehatan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.

Ya Allah, bentuklah dia di dalam rahim ibunya dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya untuk beriman kepadaMu dan kepada rasulMu.

Ya Allah keluarkanlah dia dari rahim ibunya ketika dia melahirkannya dengan mudah dan selamat.

Ya Allah jadikanlah dia anak yang sehat, sempurna, cerdas, cekatan, berilmu dan mengamalkannya.

Ya Allah panjangkanlah umurnya, sehatkanlah badannya, baguskanlah akhlaknya, elokkanlah rupanya, fasihkanlah lisannya untuk membaca al-Qur’an dan hadist dengan berkah pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

-----------

Nah , jika istri sudah mau melahirkan maka sang suami atau pun istrinya perbanyaklah membaca doa/mantra yang telah masyhur di amalkan oleh poro alim,poro santri ketika istrinya sedang dalam proses melahirkan,

berikut bacaanya ;

ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ“

HANNAA WALADAT MARYAMA WA MARYAMA WALADAT IISAA UKHRUJ AYYUHAL MAULUD BIQUDROTIL MALIKIL MA'BUUD.

---

Artinya :

Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allah) yang disembah".

----

TAMBAHAN :

jika kandungan istri sudah memasuki waktu akan melahirkan maka setiap selesai sholat shubuh membaca surat AL INSYIROH sebanyak 7x , usai membaca tiupkan pada telapak tangannya lalu usapkan pada perutnya.

Upaya ini supaya allah memberikan kelancaran&kemudahan atas segalanya (yakni perkara yang bersangkutan dengan persalinan).QS. Al-Insyirah


أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ )1( وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ )2( الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ )3( وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ )4( فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا )5( إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا)6( فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ )7( وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ )8(


Opick syahreza  

dari : Yai Masaji Antoro

•♥• Doa saat HAMIL dan MELAHIRKAN •♥•

1. Wiridan wanita hamil رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَ ا قُرَّةَ أَعْيُنٍ [الفرقان : 74]

“Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun” Artinya : "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. 25:74) ** Dibaca setiap saat sebanyak mungkin =============== =============== =

2. Doa agar mudah melahirkan

ﺤﻨﺎ ﻭﻟﺪﺖ ﻤﺭﻴﻡ ﻭﻤﺭﻴﻡ ﻭﻟﺪﺖ ﻋﻴﺴﻰ ﺍﺨﺮﺝ ﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ ﺒﻗﺪﺮﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ “

Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘Iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi “. Artinya : “ Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa.

Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allaah) yang disembah “. ** Dibaca saat proses persalinan diulang-ulang sebanyak-banyak nya oleh ibu yang akan melahirkan dan orang-orang yang hadir di saat persalinan tersebut.

=============== =============== ==

3. Doa setelah melahirkan

أُعِيْذُهُ بِالوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى حَسَدٍ


“U’iidzuhuu bil waahidis shomadi min syarri kulli dzii hasadin” Artinya : "Aku berlindung akannya dengan pertolongan Tuhan yang Esa yang ditumpu segala kehendak kepadaNya daripada sekalian yang mempunyai dengki" ** Dibaca 3/7 X

=============== ===============


4. Setelah bayi lahir diadzani ditelinga sebelah kanan dan dibacakan doa

إِنّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ( آل عمران 36

“Innii u’iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minas syaithoonir rojiimi” Artinya : "Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk." (QS. 3:36).

* Kemudian dibacakan kalimah Iqomah ditelinga sebelah kiri, diberi nama yang bagus, dicukur rambutnya, dicelaki dan disuapi makanan-makan yang manis seperti madu, kurma dll. Sambil dibacakan doa اللهم بارك لنا ولهذا الولد في حياته وطول عمره بطاعتك يا ارحم الراحمين “Allaahumma baarik lanaa wa lihaadzal waladi fii hayaatihii wa thowwil ‘umrohuu bi thoo’atika Yaa arhamar Roohimiin”

Artinya : “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kami dan anak ini, serta panjangkan umurnya dengan senantiasa (menjalani) taat kepada-Mu wahai Dzat Yang paling menyayangi diantara yang menyayangi”

=============== =============== ====

5. Doa mencium anak kecil اللهم حببه واحب من يحبه “Allaahumma habbibhu wa ahibba man yuhibbuhuu” Artinya : “Ya Allah cintailah dia dan cintai pula orang-orang yang mencintainya” 

—  

http://www.piss-ktb.com/2012/03/f016-doa-seputar-ibu-hamil-dan.html

link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/622975474393861/
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 14 Juli 2013

1022 : ORANG - ORANG YANG DO'ANYA MUSTAJAB

ORANG - ORANG YANG DO'ANYA MUSTAJAB

1. DO'A ORANG YANG DI DHOLIMI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ مُسْتَجَابَةٌ، وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ

“Do’a orang yang teraniaya pasti akan dikabulkan, meskipun ia adalah orang yang bejat, karena kebejatannya hanya berimbas pada dirinya sendiri”.(Musnad Ahmad, no.8795)

Dalam sebagian riwayat:

اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، وَإِنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُونَهَا حِجَابٌ

“Takutlah pada do'a orang yang terdholimi, Meskipun orang tersebut adalah orang kafir, karena tak ada penghalang atas do'anya” (Musnad Ahmad, no.12549)

2. DO'A ORANG YANG SEDANG BEPERGIAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ المَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الوَالِدَيْنِ عَلَى الوَلَدِ

“Ada tiga do’a yang pasti akan terkabulkan dan tak diragukan lagi, yaitu; do’a orang yang teraniaya, do’a orang yang sedang bepergian dan do’a kedua orang tua kepada anaknya” Al-Adab Al-Mufrod, no.32, Sunan Abu Dawud, no.1536, Sunan Turmudzi, no.1970, Shohih Ibnu Hibban, no.2688, Musnad Ahmad, no.7510)

3. DO'A ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دُعَاءُ الْوَالِدِ يُفْضِي إِلَى الْحِجَابِ

"Do'a orang tua itu membuka hijab” (Sunan Ibnu Majah, no.3863)

4. DO'A UNTUK SESAMA MUSLIM SAAT IA TIDAK ADA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

دعوتانِ لَيْسَ بَيْنَهُمَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمَرْءِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ

“Dua macam do’a yang tak ada penghalang diantara do’a tersebut dengan Allah, yaitu; do’a orang yang teraniaya, do’a seseorang bagi saudaranya”. (Mu’jam Al-Kabir, no.11232)

5. DO'A ORANG YANG BERBUKA PUASA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرُدَّ لَهُمْ دَعْوَةً: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْمَظْلُومُ حَتَّى يَنْتَصِرَ، وَالْمُسَافِرُ حَتَّى يَرْجِعَ

“Tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu; orang yang sedang berpuasa sampai ia berbuka, orang yang dizhalimi sampai ia mendapat pertolongan, dan orang yang sedang bepergian hingga ia kembali”. (Musnad Al-Bazzar, no.8148).

6. DO'A ORANG YANG SEDANG SAKIT

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ، فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ؛ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْمَلَائِكَةِ

“Jika kamu menjenguk orang yang sedang sakit, maka mintalah do’a darinya untukmu, sebab do’a orang yang sedang sakit itu seperti do’a malaikat”. (Sunan Ibnu Majah, no.1441).

7. DO'A ORANG YANG MEMBANTU ORANG SUSAH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ تُسْتَجَابَ دَعْوَتُهُ، وَأَنْ تُكْشَفَ كُرْبَتُهُ، فَلْيُفَرِّجْ عَنْ مُعْسِرٍ

“Barangsiapa yang ingin do’anya terkabulkan, dan kesusahannya hilang, maka hendaklah ia melapangkan orang yang sedang kesulitan”. (Musnad Ahmad, no.4749)

8. DO'A ORANG YANG SUDAH TU'A DAN SHOLIH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ اللَّهَ يَسْتَحْيِي مِنْ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ إِذَا كَانَ مُسَدَّدًا لَزُومًا لِلسُّنَّةِ، أَنْ يَسْأَلَ اللَّهَ فَلَا يُعْطِيَهُ

“Sesungguhnya apabila seorang muslim yang sudah tua dan tetap teguh menjalankan sunnah memohon pada Allah, Dia malu untuk tidak mengabulkan permohonannya”. Mu'jam Ausath, no.5286)

9. DO'A PEMIMPIN YANG ADIL

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ؛ الصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ

"Tiga orang yang doanya tidak tertolak, yaitu; doa orang yang sedang puasa saat ia berbuka, do’a imam yang adil dan do’a orang yang terzhalimi” (Sunan Turmudzi, no.3668).

10. DO'A ORANG YANG BANYAK BERDZIKIR

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ثَلَاثٌ لَا يَرُدُّ اللهُ دُعَاءَهُمُ: الذَّاكِرُ اللهَ كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالْإِمَامُ الْمُقْسِطُ

“Tiga orang yang do’anya tak akan tertolak, yaitu do’a orang yang banyak berdzikir kepada Allah, do’a orang yang terdzalimi, dan imam yang adil”. (Syu’batul Iman, no.582)

11. DO'A ORANG YANG SEDANG BERPUASA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ثَلَاثٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يَرُدَّ لَهُمْ دَعْوَةً: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْمَظْلُومُ حَتَّى يَنْتَصِرَ، وَالْمُسَافِرُ حَتَّى يَرْجِعَ

“Tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu; orang yang sedang berpuasa sampai ia berbuka, orang yang dizhalimi sampai ia mendapat pertolongan, dan orang yang sedang bepergian hingga ia kembali”. (Musnad Al-Bazzar, no.8148).

12. DO'A YANG DILAKUKAN BERSAMA SAMA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ ثَلَاثَةٌ قَطُّ بِدَعْوَةٍ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ لَا تُرَدَّ أَيْدِيَهُمْ

“Tak akan berkumpul tiga orang yang berdo’a, kecuali Allah pasti tidak akan menolak tangan - tangan mereka (doanya akan terkabul)”. (Hilyatul Auliya’, 3/226)

13. DO'A ORANG YANG KEPEPET

Diriwayatkan dari Thowus, bahwa seorang lelaki berkata padanya: “Berdo’alah kepada Allah untukku”. Beliau mengatakan: “Berdo’alah sendiri karena Allah akan mengabulkan do’a orang yang kepepet”.

( Diringkas dari kitab "Sihamul Ishobah Fid-Da'wat Al-Mustajabah", Hal : 25 - 34 )

Semoga Bermanfaat....
 
link dokumen :
 
 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/616262868398455/
Baca Selengkapnya >>

Jumat, 12 Juli 2013

1015 : DO'A NUR BUAT

PERTANYAAN

Sadih San
assalammualaikum wr wb,,

saya mau bertanya tentang Do'a Nur Buat..
apakah ada yg tau dan bersedia menjelaskannya? terimakasih..

wassalammualaikum wr wb :)


JAWABAN

Gembala Terasing

wa'alaikum salam

APA ITU DOA NURBUAT?

Doa Nurbuat mungkin berasal dari kata bahasa Arab Nurun Nubuwwah (Arab, نور النبوة )
atau cahaya kenabian. Nurbuat adalah doa yang dipercaya memiliki banyak khasiat antara lain seperti Dapat disayangi oleh musuh, jika dibaca ketik
a hendak keluar rumah. Dapat menjadi penjaga rumah dari gangguan jin, sihir, santet dan bahaya lainnya, jika ditulis lalu disimpan di dalam rumah, dll.

Doa Nurbuat biasa terdapat dalam kumpulan doa Majmuk Syarih (مجموع شريف) yang biasa menjadi buku pegangan para santri.

DALIL DASAR DOA NURBUAT

Sebagian kecil yakni beberapa kalimat pertama dari doa nurbuat tampaknya berasal dari hadits Jibril yang mengajarkan Nabi doa untuk mengobati mata kedua cucunya Hasan dan Husain berdasarkan hadits riwayat Ibnu Asakir di bawah.

- Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Kathir meriwayatkan sebuah hadits riwayat Ibnu Asakir :
عن علي – رضي الله عنه - : ( أن جبريل أتى النبي صلى الله عليه وسلم فوافقه مغتماً فقال : يا محمد ، ما هذا الغم الذي أراه في وجهك ؟ قال " الحسن والحسين أصابتهما عين " قال : صدِّق بالعين ، فإن العين حق ، أفلا عوذتهما بهؤلاء الكلمات ؟ قال : " وما هن يا جبريل " قال : قل اللهم ذا السلطان العظيم ، ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس
فقالها النبي صلى الله عليه وسلم فقاما يلعبان بين يديه ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : " عوّذوا أنفسكم ونساءكم وأولادكم بهذا التعويذ ، فإنه لم يتعوذ المتعوذون بمثله

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib bahwa malaikat Jibril datang pada Nabi yang sedang tampak sedih. Jibril bertanya: Wahai Muhammad, kenapa wajahmu tampak sedih? Nabi menjawab: Hasan dan Husain sedang sakit mata. Jibril berkata: sembuhkan matanya karena mata punya hak. Apakah kamu tidak mendoakan keduanya dengan kalimat-kalimat itu? Nabi bertanya: Kalimat apa? Jibril menjawab: Katakan "اللهم ذا السلطان العظيم ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس"
Kemudian Nabi mengucapkan doa tersebut maka Hasan dan Husain langsung dapat berdiri dan bermain di sekitar Nabi. Nabi bersabda: mintalah perlindungan untuk dirimu, istrimu dan anak-anakmu dengan doa ini.

- Namun ada perbedaan sedikit yaitu pada kata "dza" pada hadits dan "dzi" pada doa Nurbuat yang walaupun tidak merubah makna akan tetapi secara gramatika bahasa Arab kurang tepat walaupun bisa saja dengan mengira-ngira huruf jar.

- Karena doa Nurbuat disebut juga dengan doa Jibril, maka kemungkinan ulama pertama yang memperkenalkan doa ini mengambilnya dari hadits di atas yang kemudian ditambah sendiri dengan bacaan yang lain.

- Dapatlah disimpulkan bahwa doa Nurbuat adalah sebagiannya berdasarkan hadits riwayat Ibnu Asakir sedangkan sebagian teks yang lain tidak berdasar hadits (tidak maktsurah)

HUKUM DOA NURBUAT DAN DOA LAIN YANG BUKAN DARI NABI

Menanyakan hukum doa Nurbuat sebenarnya sama dengan menanyakan pertanyaan umum seperti ini: Bolehkah membaca doa yang tidak atau bukan berasal dari Nabi? Menurut Al-Manawi dalam kitab Faidhul Qadir h
ukumnya boleh akan tetapi doa yang berasal dari Nabi lebih utama.
ويسن لهم الدعاء له بحضرته وفي غيبته بالمأثور وبغيره، والمأثور أفضل

Yang terpenting dalam doa tersebut tidak mengandung kalimat yang bertentangan dengan syariah.

Untuk doa saat di dalam shalat 5 waktu (bukan setelah atau sebelum shalat), terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang boleh tidaknya doa yang berasal dari Quran dan hadits (ma'tsuroh) dan yang bukan berasal dari Quran dan hadtis. Rinciannya sebagai berikut:

Pertama, doa yang berasal dari Quran dan hadits hukumnya boleh secara ijmak (kesepakatan) ulama kecuali pendapat Nakha'i dan Thawus dan sebagian pendapat dalam madzhab Hanafi yang hanya membolehkan doa yang berasal dari Quran saja.

Kedua, doa yang berasal dari para Sahabat dan kalangan salaf as-shalih hukumnya sama dengan yang pertama yakni boleh kecuali pendapat Nakha'i dan Thawus.

Ketiga, doa yang menyerupai doa ma'tsur ada perbedaan ulama antara yang membolehkan dan tidak.

Intinya, bahkan dalam shalat pun boleh seorang muslim berdoa dengan doa yang bukan berasal dari Quran dan hadits asalnya doanya untuk kebaikan baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat.

Apalagi, kalau doa itu di luar shalat seperti doa Nurbuat dan yang lain.

TEKS BACAAN DOA NURBUAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَاَفْضَلُ الصَّلاَةِ وَاَتَمُّ التَّسْلِيْمِ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَليٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ ، وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ ، وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ ، وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّآمَّاتِ ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ ، عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ ، عَيْنِ الْقُدْرَةِ والنَّاظِرِيْنَ ، وَعَيْنِ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ ، وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنَ ، وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِيْنَ ، وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانَ الْحَكِيْمِ ، وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ ، طَوِّلْ عُمْرِيْ ، وَصَحِّحْ اَجْسَادِيْ ، وَاقْضِ حَاجَتِيْ ، وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ ، وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ ، وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَي الْكَافِرِيْنَ ، وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ، اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ، وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَاهُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ، وَلَايَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Artinya: Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan Tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a Luqmanul Hakim dan mewariskan Sulaiman bin Daud A.S. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam A.S., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”.

Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir.Dan semoga keselamatan bagi para Rasul.Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

HUKUM DOA MINTA PANJANG UMUR

Doa meminta/memohon diberi panjang umur itu boleh, tidak dilarang. Al-Haitami dalam Al-Fatawa al-Fiqhiyah Al-Kubro mengatakan ( ويجوز الدعاء بطول العمر، كما دعا به النبي صلى الله عليه وسلم لأنس) Boleh berdoa panjang umur sebagaimana doa Nabi kepada Anas.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dari Anas di mana ibu Anas meminta Nabi agar mendoakan Anas. Nabi mendoakan Anas demikian
اللهم أكثر ماله وولده، وبارك له فيما أعطيته
Artinya: Ya Allah, perbanyaklah harta Anas dan anaknya. Dan berkatilah yang Engkau berikan padanya.

Menurut Bukhari, doa Nabi ini berisi doa panjang umur.

Dalam riwayat lain Nabi besabda: اللهم أكثر ماله وولده، وأطل حياته، واغفر له
Artinya: Ya Allah banyakkanlah harta Anas dan anaknya. Dan panjangkanlah umurnya. Dan maafkanlah dosanya.

http://www.alkhoirot.net/2012/08/doa-nurbuat.html

link dokumen :

https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/615378068486935/
Baca Selengkapnya >>

Selasa, 12 Februari 2013

534:DO'A PAGI DAN SORE ( Bagian 1)

Siroj Munir

DO'A PAGI DAN SORE ( Bagian 1)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مَوْدُودٍ، عَمَّنْ سَمِعَ، أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الْأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ، حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ»، وَقَالَ: فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ، الْفَالِجُ، فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ لَهُ: «مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ؟ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَكِنَّ الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا


Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Maudud dari seseorang yang mendengar Aban bin Utsman ia berkata; Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata,Abban bin Affan rodhiyallohu 'anhu meriwayatkan, ia mendengar Utsman , yakni (Utsman) bin Affan rodhiyallohu 'anhuberkata : "Aku mendengar Rosululloh bersabda : "Barang siapa mengucapkan :
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي الْأَرْضِ، وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
BISMILLAHI LA YADHORRU MA'ASMIHI SYAI'UN FIL ARDHI WA LA FIS SAMA'I WA HUWAS SAMI'UL 'ALIM
Artinya : Dengan nama Allah, tidak ada yang membahayakan bersama namaNya sesuatu pun yang ada di bumi dan di langit, Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa bencana yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari.
Perawi berkata, "Lalu Abban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Abban), maka Abban pun berkata, "Kenapa kamu melihat aku? Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya." (Sunan Abu Dawud, no.5088)
Baca Selengkapnya >>