Tampilkan postingan dengan label pembahasan seputar Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembahasan seputar Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2014

1155 : DLOMMAHNYA KALIMAT " 'ALAIHULLOH " ( Surat Al-Fath ayat 10 )

oleh : Kudung Khantil Harsandi Muhammad.

DLOMMAHNYA KALIMAT " 'ALAIHULLOH "

Surat Al-Fath ayat 10

Ha'nya lafadz '' 'ALAIH " dalam surat Al Fath Ayat 10, itu mayoritas ahli Qiro'ah membaca kasroh. Sedangkan imam Hafsh membaca dlommah dalam salah satu riwayatnya dari imam 'Ashom.

Perbedaan ini timbul disebabkan asal dari dlomir ha' tersebut adalah dlomir machal jer '' HUWA ''. Yang mana hukum asalnya adalah berharokat dlommah sebagaimana lafadz '' LAHU '' dsb.

Hanya saja, disaat dlomir tersebut bersandingan atau didahului dengan huruf yang berharokat kasroh atau huruf YA' yang disukun, yang seharusnya berharokat dlommah, menjadi berharokat kasroh guna menyelaraskan atau menserasikan dengan kasroh atau YA' sukun sebelumnya. Dan inilah pembacaan yang digunakan oleh mayoritas ulama ahli Qiro'ah.

Sedangkan imam Hafsh tetap membaca dlommah dengan menetapkan hukum asalnya.

Baik, didlommah ataupun dikasroh, dlomir HA' tetap hukumnya mabni'

ﻓﺎﻟﻬﺎﺀ ﻓﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺑِﻤَﺎ ﻋَﺎﻫَﺪَ ﻋَﻠَﻴْﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻓَﺴَﻴُﺆْﺗِﻴﻪِ ﺃَﺟْﺮﺍً ﻋَﻈِﻴﻤﺎ
ﺍﻟﻔﺘﺢ : 10
ﺗﻘﺮﺃ ﻣﻜﺴﻮﺭﺓ ﻋﻨﺪ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ ،ﻭﻳﻀﻤﻬﺎ ﺣﻔﺺ ﻓﻲ ﺭﻭاﻴﺘﻪ ﻋﻦ ﻋﺎﺻﻢ

ﻭﺍﻟﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻻﺧﺘﻼﻑ ﻫﻮ ﺃﻥ ﺃﺻﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻬﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻀﻤﻴﺮ ﺍﻟﻤﻨﻔﺼﻞ (( ﻫﻮ )) ، ﻓﻬﻰ ﻓﻲ ﺍﻷﺻﻞ ﻣﻀﻤﻮﻣﺔ ﻧﺤﻮ ﻓﻮﻛﺰﻩ ﻭﻟﻪ ... ﻭﻟﻜﻨﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺟﺎﻭﺭﺕ ﺍﻟﻜﺴﺮﺓ ﺃﻭ ﺍﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﺴﺎﻛﻨﺔ
ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻜﺴﺮ ﻣﺠﺎﻧﺴﺔ ﻟﻬﻤﺎ ، ﻓﻜﺴﺮﻫﺎ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀ ﻣﺮﺍﻋﺎﺓ ﻟﺬﻟﻚ، ﻭﺿﻤﻬﺎ ﺣفﺺ ﻣﺮﺍﻋﺎﺓ ﻷﺻﻠﻬﺎ، ﻭﻣﺜﻠﻬﺎ.ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻬﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺴَﺎﻧِﻴﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ (( ﺍﻟﻜﻬﻒ : 63 ))
ﻓﻬﻰ ﻣﻀﻤﻮﻣﺔ ﻋﻨﺪ ﺣﻔﺺ ﺧﻼﻓﺎً ﻟﻤﺎ
ﻗﺮﺃ ﺑﻪ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ .

ﻭﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻀﻤﻴﺮ ﺍﻟﻤﺠﺮﻭﺭ ﺑـ ((ﻋﻠﻰ )) ﻣﺒﻨﻲ ﺃﻳﺎ ﻛﺎﻥ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﻪ ﻓﺎﻟﺤﺮﻛﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺮﻛﺔ ﺑﻨﺎﺀ ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺿﻤﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﻛﺴﺮﺓ ﻓﺘﻨﺒﻪ .

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ :
ﻭﻛﻞ ﻣﻀﻤﺮ ﻟﻪ ﺍﻟﺒﻨﺎ ﻳﺠﺐ ## ﻭﻟﻔﻆ
ﻣﺎ ﺟﺮ ﻛﻠﻔﻆ ﻣﺎ ﻧﺼﺐ
..............
http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=48768
==========

RUHUL MA'ANI atau TAFSIR AL-ALUSI juz 19 hal.193

ﻭﻗﺮﺃ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ (( ﻋَﻠَﻴْﻪِ )) ﺑﻜﺴﺮ ﺍﻟﻬﺎﺀ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺸﺎﺋﻊ ﻭﺿﻤﻬﺎ ﺣﻔﺺ ﻫﻨﺎ ، ﻗﻴﻞ : ﻭﺟﻪ ﺍﻟﻀﻢ ﺃﻧﻬﺎ ﻫﺎﺀ ﻫﻮ ﻭﻫﻲ ﻣﻀﻤﻮﻣﺔ ﻓﺎﺳﺘﺼﺤﺐ ﺫﻟﻚ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﻟﻪ ﻭﺿﺮﺑﻪ ، ﻭﻭﺟﻪ ﺍﻟﻜﺴﺮ ﺭﻋﺎﻳﺔ
ﺍﻟﻴﺎﺀ ﻭﻛﺬﺍ ﻓﻲ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻓﻴﻪ ﻭﻛﺬﺍ ﻓﻴﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻗﺒﻠﻬﺎ ﻛﺴﺮﺓ ﻧﺤﻮ ﺑﻪ ﻭﻣﺮﺭﺕ ﺑﻐﻼﻣﻪ ﻟﺜﻘﻞ ﺍﻻﻧﺘﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺴﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻀﻢ ، ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﻀﻢ ﻓﻲ ﺍﻵﻳﺔ ﺍﻟﺘﻮﺻﻞ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺗﻔﺨﻴﻢ ﻟﻔﻆ ﺍﻟﺠﻼﻟﺔ ﺍﻟﻤﻼﺋﻢ ﻟﺘﺨﻔﻴﻢ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻌﻬﺪ ﺍﻟﻤﺸﻌﺮ ﺑﻪ ﺍﻟﻜﻼﻡ ، ﻭﺃﻳﻀﺎً ﺇﺑﻘﺎﺀ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻼﺋﻢ ﻟﻠﻮﻓﺎﺀ ﺑﺎﻟﻌﻬﺪ ﻭﺇﺑﻘﺎﺋﻪ ﻭﻋﺪﻡ
ﻧﻘﻀﻪ ، ﻭﻗﺪ ﺳﺄﻟﺖ ﻛﺜﻴﺮﺍً ﻣﻦ ﺍﻷﺟﻠﺔ
ﻭﺃﻧﺎ ﻗﺮﻳﺐ ﻋﻬﺪ ﺑﻔﺘﺢ ﻓﻤﻲ ﻟﻠﺘﻜﻠﻢ ﻋﻦ ﻭﺟﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻀﻢ ﻫﻨﺎ ﻓﻠﻢ ﺃﺟﺐ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﻜﻦ ﺇﻟﻴﻪ ﻗﻠﺒﻲ ﺛﻢ ﻇﻔﺮﺕ ﺑﻤﺎ ﺳﻤﻌﺖ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻪ
.......
http://islamport.com/w/tfs/Web/36/9193.htm


link dokumen : 

 https://www.facebook.com/notes/huda-sarungan-humor-dan-dawah-sarana-untuk-ngaji/1155-dlommahnya-kalimat-alaihulloh-surat-al-fath-ayat-10-/750834114941329
Baca Selengkapnya >>

Selasa, 20 Agustus 2013

1104 : PENGGUNAAN LAFADZ KUTIBA DALAM AL QOR'AN

PERTANYAAN

Assalamu'alaikum wrwb.

YA AYYUHALLADZIINA AMANU KUTIBA 'ALAIKUMUSSHIYAAMU......TATTAQUUN.

ayat diatas yg artinya 'diwajibkan' kalimat yg mana?

JAWABAN

Brojol Gemblung

Wa'alaikumussalam

Penggunaan lafazd " ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ " (al-Kitaabah) dalam al-Qur`an hanya dalam sesuatu yg wajib dikerjakan secara syari'at seperti shalat, perintah perang, dan puasa. Atau di dalam hal yg mesti terjadi secara garis takdir, seperti firman Allah : "Mereka adalah di mana di hatinya ditetapkan iman". Lantas dg demikian lafazd " ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ " (al-Kitaab) ini sama posisinya dg lafazd " ﺍﻟﻔﺮﺽ " (al-Fardhu), maka sangat logic bila kata itu diartikan " Diwajibkan / Difardhukan " dalam firman Allah : " ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ " (Difardhukan atas kalian semua yaitu berpuasa). Wallahu A'lam

ﻟﺴﺎﻥ ﺍﻟﻌﺮﺏ - ﺍﺑﻦ ﻣﻨﻈﻮﺭ - ﺝ - ١ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٦٩٩ - ٧٠٠:

ﻭﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻳﻮﺿﻊ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻟﻔﺮﺽ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﻘﺼﺎﺹ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺘﻠﻰ . ﻭﻗﺎﻝ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ: ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ، ﻣﻌﻨﺎﻩ: ﻓﺮﺽ. ﻭﻗﺎﻝ: ﻭﻛﺘﺒﻨﺎ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻱ ﻓﺮﺿﻨﺎ.

ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ :

ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻋﺸﺮ: ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺘﺐ ﺍﻹﺣﺴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ

ﻭﻟﻔﻆ " ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ " ﻳﻘﺘﻀﻲ ﺍﻟﻮﺟﻮﺏ ﻋﻨﺪ ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻭﺍﻝﺃﺻﻮﻟﻴﻴﻦ ﺧﻼﻓﺎ ﻟﺒﻌﻀﻬﻢ ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﻟﻔﻈﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻴﻤﺎ ﻫﻮ ﻭﺍﺟﺐ ﺣﺘﻢ ﺇﻣﺎ ﺷﺮﻋﺎ ، ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺗﻊﺍﻟﻰ : ﺇﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻛﺎﻧﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﻛﺘﺎﺑﺎ ﻣﻮﻗﻮﺗﺎ. ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : ،103 ﻭﻗﻮﻟﻪ : ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ. ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : ،182 ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﻘﺘﺎﻝ. ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ،216 : ﺃﻭ ﻓﻴﻤﺎ ﻫﻮ ﻭﺍﻗﻊ ﻗﺪﺭﺍ ﻻ ﻣﺤﺎﻟﺔ ، ﻛﻘﻮﻟﻪ : ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻷﻏﻠﺒﻦ ﺃﻧﺎ ﻭﺭﺳﻠﻲ. ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ : ،21 ﻭﻗﻮﻟﻪ : ﻭﻟﻘﺪ ﻛﺘﺒﻨﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺰﺑﻮﺭ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﻳﺮﺛﻬﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻮﻥ. ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ : ،105 ﻭﻗﻮﻟﻪ : ﺃﻭﻟﺌﻚ ﻛﺘﺐ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ. ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ 22 : .

Link Kitab : http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=81&ID=85


link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/633166516708090/
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 04 Agustus 2013

1098 : HUKUM MENARUH UANG DI DALAM AL QUR'AN

PERTANYAAN

Biantoro Tyre

Assalamualaikum....wr.wb

Mau tanya Sob,,kalao menyimpan uang di himpitan Kitab Suci Al'Quran itu boleh dan berdosa tidak ya???

Tolong dibantu soalnya ada makluk yg gak kliatan kasat mata yg suka ngambil/mencuri

JAWABAN

Opick Syahreza

wa'alaikum salam.

FATHUL MUIN hal 84

ووصع نحو درهم في مكتوبة ﻭﻋﻠﻢ ﺷﺮﻋﻲ. ﻭﻛﺬﺍ ﺟﻌﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﺃﻭﺭﺍﻗﻪ -.


dan haram meletakan semacam uang di tempat yang tertulis al quran atau ilmu syara.

atau menyisipkan pada lembaran2nya .

IANATU THALIBIN1/49

ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ ﺑﺎﻟﺮﻓﻊ، ﻣﻌﻄﻮﻑ ﺃﻳﻀﺎ ﻋﻠﻰ ﺗﻤﻜﻴﻦ. ﺃﻱ ﻭﻳﺤﺮﻡ ﻭﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ. ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﻓﻲ ﻣﻜﺘﻮﺑﻪ ﺃﻱ ﻓﻴﻤﺎ ﻛﺘﺐ ﻓﻴﻪ ﻣﺼﺤﻒ، ﺃﻱ ﻗﺮﺁﻥ، ﻛﻠﻪ ﺃﻭ ﺑﻌﻀﻪ. ﻭﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ: ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺟﻌﻞ ﻧﺤﻮ ﺫﻫﺐ ﻓﻲ ﻛﺎﻏﺪ ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ. ﺍﻩ. ﻗﺎﻝ ﻉ ﺵ: ﺃﻱ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﻌﻈﻢ. ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺍﻻﺳﺘﻨﺠﺎﺀ.

ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﻌﻈﻢ ﻣﺎ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻜﺎﺗﺒﺎﺕ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ، ﻣﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺍﺳﻢ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻣﺜﻼ، ﻓﻴﺤﺮﻡ ﺇﻫﺎﻧﺘﻪ ﺑﻮﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻓﻴﻪ. ﺍﻩ )ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﻋﻠﻢ ﺷﺮﻋﻲ( ﺑﺎﻟﺠﺮ، ﻋﻄﻒ ﻋﻠﻰ ﺿﻤﻴﺮ ﻣﻜﺘﻮﺑﻪ. ﺃﻱ ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺃﻳﻀﺎ ﻭﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ ﻓﻲ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻋﻠﻢ ﺷﺮﻋﻲ، ﺃﻱ ﻣﺎ ﻛﺘﺐ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻢ ﺷﺮﻋﻲ ﻛﺎﻟﺘﻔﺴﻴﺮ ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ. ﻭﻟﻮ ﻗﺎﻝ: ﻛﻐﻴﺮﻩ ﻭﻛﻞ ﻣﻌﻈﻢ، ﻟﻜﺎﻥ ﺃﻭﻟﻰ.

ﺇﺫ ﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ﺗﻘﺘﻀﻲ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻭﺿﻊ ﻓﻲ ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﻣﻦ ﺑﻘﻴﺔ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻛﺎﻟﻨﺤﻮ ﻭﺍﻟﺼﺮﻑ ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﻌﻈﻢ، ﻭﻟﻴﺲ ﻛﺬﻟﻚ. )ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﻛﺬﺍ ﺟﻌﻠﻪ ﺑﻴﻦ ﺃﻭﺭﺍﻗﻪ( ﺃﻱ ﻭﻛﺬﺍ ﻳﺤﺮﻡ ﺟﻌﻞ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ ﺑﻴﻦ ﺃﻭﺭﺍﻕ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﻭﻓﻴﻪ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﻳﻐﻨﻲ ﻋﻨﻪ.

(qouluhu wadu dirhamin) dan haram menaruh semodel uang ,yakni yang di dalamnya ada tulisan al qur,an baik keseluruhan tau sebagian. dan ibarot dalam ktb nihayah: tidak boleh membuat semodel mas di jadikan semdel wadah di dalamnya bertulisan lafad basmalah. berkata ali sibromalisi: lain dari al quran setiap yang di agungkan.

sebagaimana telah di sebutkan ibnu hajar dalam bab istinja. termasuk yang di agungkan yang terletak di majalah atau semodelnya yang di dalamnya ada ada nama allah atau rosulnya, maka oleh karena itu haramnya untuk menghinanya semodel menaruh uang di atasnya.

Brojol Gemblung


al-Qur`an adalah kitab suci yg harus dihormati dan dimuliakan.

Setiap bentuk perlakuan yg berunsur merendahkan al-Qur`an sangatlah dilarang oleh syari'at. Dan mayoritas ulama mengkategorikan sebagai praktik merendahkan derajat al-Qur`an ialah meletakkan uang di dalam Mushhaf / meletakkannya di antara lampiran-lampirannya dan menghukuminya haram.

Namun ada sebagian ulama yg membolehkan meletakkan uang di dalam Mushhaf dg catatan tidak ada tujuan untuk merendahkan atau melecehkannya sebagaimana yg telah difatwakan oleh Imam al-Syihab al-Ramli.

ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ 1/154-155 :

ﻭﻭﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ ﻓﻲ ﻣﻜﺘﻮﺑﻪ ﻭﺟﻌﻠﻪ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﻭﻟﻮ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻗﺮﺁﻥ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻈﻬﺮ. ﺛﻢ ﺭﺃﻳﺖ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﺤﺚ ﺣﻞ ﻫﺬﺍ ﻭﻟﻴﺲ ﻛﻤﺎ ﺯﻋﻢ.

ﻗﻮﻟﻪ : ﻭﻭﺿﻊ ﻧﺤﻮ ﺩﺭﻫﻢ ﺇﻟﺦ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺟﻌﻞ ﻧﺤﻮ ﺫﻫﺐ ﻓﻲ ﻛﺎﻏﺪ ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ. ﺍﻫـ ﻗﺎﻝ ﻉ ﺵ ﺃﻱ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﻌﻈﻢ ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﺑﻦ ﺣﺞ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺍﻻﺳﺘﻨﺠﺎﺀ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﻌﻈﻢ ﻣﺎ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻜﺎﺗﺒﺎﺕ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﺳﻢ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻣﺜﻼ ﻓﻴﺤﺮﻡ ﺇﻫﺎﻥﺗﻪ ﺑﻨﺤﻮ ﻭﺿﻊ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻓﻴﻪ. ﺍﻫـ

ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺟﻌﻠﻪ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﺇﻟﺦ. ﻫﺬﺍ ﻗﻴﺪ ﻳﻔﻴﺪ ﺣﺮﻣﺔ ﺟﻌﻞ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﻭﻟﻮ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻗﺮﺁﻥ ﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻗﻮﻟﻪ ﺍﻟﺴﺎﺑﻖ ﻛﻜﻞ ﺍﺳﻢ ﻣﻌﻈﻢ ﻣﻼﺣﻆ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻌﻄﻮﻓﺎﺕ ﺃﻳﻀﺎ ﻓﻠﻴﺤﺮﺭ ﺳﻢ. ﻗﻮﻟﻪ: ﺛﻢ ﺭﺃﻳﺖ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﺤﺚ ﺣﻞ ﻫﺬﺍ . ﺃﻓﺘﻰ ﺑﻪ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺍﻟﺸﻬﺎﺏ ﺍﻟﺮﻣﻠﻲ . ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﺿﻊ ﻛﺮﺍﺱ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﻭﺭﻗﺔ ﻛﺘﺐ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﻭﻇﺎﻫﺮ ﺃﻥ ﻣﺤﻠﻪ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻘﺼﺪ ﺍﻣﺘﻬﺎﻧﻪ ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﻳﺼﻴﺒﻬﺎ ﺍﻟﻮﺳﺦ ﻻ ﺍﻟﻜﺮﺍﺱ ﻭﺇﻻ ﺣﺮﻡ ﺑﻞ ﻗﺪ ﻳﻜﻔﺮ. ﺍﻫـ ﺳﻢ

ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ﻭﻟﻮ ﺟﻌﻞ ﻧﺤﻮ ﻛﺮﺍﺱ ﻓﻲ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﻣﻦ ﻭﺭﻕ ﻛﺘﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻡ ﻛﻤﺎ ﺃﻓﺘﻰ ﺑﻪ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻌﺪﻡ ﺍﻻﻣﺘﻬﺎﻥ ﻭﻟﻮ ﺃﺧﺬ ﻓﺄﻻ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﺟﺎﺯ ﻣﻊ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ. ﻗﺎﻝ ﻉ ﺵ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻨﺤﻮ ﺍﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﻣﺎ ﻳﻘﺼﺪ ﺑﻪ ﺍﻟﺘﺒﺮﻙ ﻋﺎﺩﺓ. ﺃﻣﺎ ﺃﻭﺭﺍﻕ ﺍﻟﻤﺼﺤﻒ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺣﺮﻣﺔ ﺟﻌﻠﻬﺎ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻹﻫﺎﻧﺔ ﻟﻜﻦ ﻓﻲ ﺳﻢ ﻧﻘﻼ ﻋﻦ ﻭﺍﻟﺪ ﺍﻟﺸﺎﺭﺡ ﺟﻮﺍﺯﻩ ﻓﻠﻴﺤﺮﺭ. ﺍﻫـ


Mukhammad Yusuf Ismawan

sepakat...lawong kitab2 kuning yg kita kaji saja juga wajib hukumnya di hormati "


ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يأخذ الكتاب إلا بطهارة.

Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu memulyakan kitab, karena itu, sebaiknya pelajar jika mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci.

ومن التعظيم الواجب للعالم أن لا يمد الرجل إلى الكتاب ويضع كتاب التفسير فوق سائر الكتب [تعظيما] ولا يضع شيئا آخر على الكتاب.

Termasuk memulykan yang harus dilakukan, hendaknya jangan membentangkan kaki kearah kitab. Kitab tafsir letaknya diatas kitab-kitab lain, dan jangan sampai menaruh sesuatu diatas kitab.ta'limul muta'alim

فصلفى تعظيم العلم وأهله

link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/625749227449819/
Baca Selengkapnya >>

Senin, 22 Juli 2013

1049 : PENJELASAN DARI AYAT INIلا اكراه في الدين

PERTANYAAN

Naziratul Widad
assalamualaikum..minta penjelasan dr ayat ini..لا اكراه في الدينsyukran katsira


JAWABAN

Brojol Gemblung

Wa'alaikumussalam

تفسير القرأن العظيم للإمامان الجليلين ص 37 :ﻵ ﺇِﻛْﺮَﺍﻩَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ. ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻴﻪ. ﻗَﺪ ﺗَّﺒَﻴَّﻦَ ﺍﻟﺮﺷﺪ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻐﻲ. ﺃﻱ ﻇﻬﺮ ﺑﺎﻵﻳﺎﺕ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕ ﺃﻥ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺭﺷﺪ ﻭﺍﻟﻜﻔﺮ ﻏﻲّ ﻧﺰﻟﺖ ﻓﻴﻤﻦ
ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﺃﻭﻻﺩ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻜﺮﻫﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺳﻼﻡ

(Tidak ada paksaan dalam agama), maksudnya untuk memasukinya. (Sesungguhnya telah nyata jalan yg benar dari jalan yg salah), artinya telah jelas dg adanya bukti-bukti dan keterangan-keterangan yg kuat bahwa keimanan itu berarti kebenaran dan kekafiran itu adalah kesesatan. Ayat ini turun mengenai seorang Anshar yg mempunyai anak-anak yg hendak dipaksakan masuk Islam.

ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﺒﻴﺎﻥ - ﺇﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ ﺍﻟﻄﺒﺮﻱ - ﺝ - ٣ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٦ :ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ: ﻻ ﺇﻛﺮﺍﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ. ﻻ ﻳﻜﺮﻩ ﺃﺣﺪ ﻓﻲ ﺩﻳﻦ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺃﺩﺧﻠﺖ ﺍﻷﻟﻒ ﻭﺍﻟﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻌﺮﻳﻔﺎ ﻟﻠﺪﻳﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻨﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻘﻮﻟﻪ: ﻻ ﺇﻛﺮﺍﻩ ﻓﻴﻪ، ﻭﺃﻧﻪ ﻫﻮ ﺍﻻﺳﻼﻡ.

Makna firman Allah: Tidak ada paksaan dalam beragama; artinya seseorang tidak boleh dipaksa untuk masuk pada agama Islam.

ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ - ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ - ﺝ - ١ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٣١٨ :ﻳﻘﻮﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ " ﻻ ﺇﻛﺮﺍﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ " ﺃﻱ ﻻ ﺗﻜﺮﻫﻮﺍ ﺃﺣﺪﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻲ ﺩﻳﻦ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻓﺈﻧﻪ ﺑﻴﻦ ﻭﺍﺿﺢ ﺟﻠﻲ ﺩﻻﺋﻠﻪ ﻭﺑﺮﺍﻫﻴﻨﻪ ﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﺮﻩ ﺃﺣﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻴﻪ ﺑﻞ ﻣﻦ ﻫﺪﺍﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻼﺳﻼﻡ ﻭﺷﺮﺡ ﺻﺪﺭﻩ ﻭﻧﻮﺭ ﺑﺼﻴﺮﺗﻪ ﺩﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﻣﻦ ﺃﻋﻤﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﺧﺘﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻤﻌﻪ ﻭﺑﺼﺮﻩ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻔﻴﺪﻩ ﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻣﻜﺮﻫﺎ ﻣﻘﺴﻮﺭﺍ.

Allah berfirman: Tidak ada paksaan dalam beragama, artinya janganlah kalian memaksa seseorang untuk masuk pada agama Islam, karena sesungguhnya Islam adalah agama yg jelas serta terang data dan buktinya, tak perlu memaksa seseorang untuk masuk ke dalamnya.

Barangsiapa yg diberi petunjuk terhadap Islam, hatinya dilapangkan dan dikarunia cahaya Ilahi maka dia akan masuk Islam, dan barangsiapa yg mata hatinya dibutakan oleh Allah dan pendengarannya ditutup oleh-Nya maka tidak ada faidahnya dia masuk ke dalam Islam dalam keadaan terpaksa.

Maka dg demikian dari bentuk penafsiran sebagaimana di atas memberikan kesimpulan :

1. Seseorang dilarang untuk dipaksa untuk masuk agama Islam.

2. Mempercayai Islam adalah sebuah kebenaran, sedangkan ingkar terhadap Islam merupakan sebuah kesesatan.

3. Orang yg masuk Islam termasuk dalam kategori orang yg mendapatkan petunjuk dari Allah, sedangkan orang yg menolak Islam termasuk orang yg buta hatinya


Sunde Pati ,,,,,,,,,,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Qs.Albaqoroh ayat 256

------------

أيسر التفاسير لكلام العلي الكبير (1/ 246){لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ} :لا يكره المرء على الدخول في الدين، وإنما يعتنقه بإرادته واختياره

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);tidak ada paksaan bagi seseorang dalam memasuki agama islam,dan seseorang tersebut memeluk islam hanya dengan keinginan dan pilihannya sendiri

-------------

القواعد الحسان في تفسير القرآن (ص: 119)قال تعالى:{ لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ } [ البقرة: من الآية256 ]،. يعني وإذا تبين هذا من هذا لم يبق للإكراه محل، لأن الإكراه إنما يكون على أمر فيه مصلحة خفية، فأما أمر قد اتضح أن مصالح وسعادة الدارين مربوطة ومتعلقة به، فأي داع للإكراه فيه ؟.

Firman AllahTidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesatyaitu jika sudah sangat jelas semua pada masalah ini dari ini maka tiada lagi tempat pemaksaan karena paksaan itu terfokus pada suatu perkara yg didalamnya terdapat kemaslahatan yg masih samar/tersembunyi,sedangkan perkara sudah pada jelas bahwa kebagusan dan keberuntungan dunia akhirat itu dihubungkan dan digantungkan pada agama islam,maka dari mana lagi paksaan datang

link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/620179511340124/
Baca Selengkapnya >>

1048 : APAKAH AYAT INI SUDAH MANSUKH..لا اكراه في الدين


assalamualaikum.

apakah ayat ini sudah di mansukh..لا اكراه في الدين

syukran katsira


JAWABAN


Wa'alaikumussalam

Informasi dari kitab al-Nasikh wa al-Mansukh karya Ibnu Hazm, bahwa ayat itu dihapus oleh surah al-Taubah ayat 5 : ﻓﺎﻗﺘﻠﻮﺍ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﺣﻴﺚ ﻭﺟﺪﺗﻤﻮﻫﻢ... ﺍﻵﻳﺔ ; Maka perangilah orang-orang musyrik di mana tempat kalian menemukannya.

ﺍﻟﻨﺎﺳﺦ ﻭﺍﻟﻤﻨﺴﻮﺥ - ﺍﺑﻦ ﺣﺰﻡ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٣٠ :

24 - ﺍﻵﻳﺔ ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ﻭﺍﻟﻌﺸﺮﻭﻥ: ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻻ ﺇﻛﺮﺍﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ... ﺍﻵﻳﺔ 256 / ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ / 2 ﻣﻨﺴﻮﺧﺔ ﻭﻧﺎﺳﺨﻬﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻓﺎﻗﺘﻠﻮﺍ ﺍﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﺣﻴﺚ ﻭﺟﺪﺗﻤﻮﻫﻢ... ﺍﻵﻳﺔ 5 ﻣﺪﻧﻴﺔ / ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ / .9

Tapi dalam hal ini sepertinya ulama berbeda pendapat, untuk lebih jelasnya biar teman-teman yg lain yg menjelaskan.



واولى هذه الاقوال بالصواب قول من قال نزلت هذه الاية خاص من الناس قال عنى بقول ( لاإكره في الدين ) اهل الكتابين والمجوس وكل من جاء اقراره على دينه المخالف دين الحق وأخذ الجزية منه وانكروا ان يكون شيئ منها منسوخا

khilaf. Tapi yang lebih utama kebenarannya. Ayat tersebut bukan mansukh, tapi husus ahli kitab dan majusi dan semua golongan yang beragama yang bertentangan dengan agama islam, yang menarik pajak.

www.elforkan.com/7ewar/showthread.php/16363-هل-أية-لا-إكراه-في-الدين-منسوخة؟-سماحة-الإسلام-ج



ويظهر مماتقدم ان الاية اعني لااكره في الدين غير منسوخ بأية السيف كماذكره بعضهم

التفسير الميزان ج 2 ص 343

http://shiaonlinelibrary.com/الكتب/2407_تفسير-الميزان-السيد-الطباطبائي-ج-٢/الصفحة_344#top




mayoritas ulama' mufassirin berpendapat bahwa ayat tersebut sudah dimansukh dengan ayat qital

أحكام القرآن للكيا الهراسى (1/ 164)

قوله تعالى: {لا إكْراهَ في الدِّينِ} [256]:
قال كثير من المفسرين: هو منسوخ بآية القتال.
وروي عن الحسن وقتادة, أنها خاصة في أهل الكتاب الذين يقرون على الجزية, دون مشركي العرب, فإنهم لا يقرون على الجزية, ولا يقبل منهم إلا
الإسلام أو السيف


ada juga yg berpendapat bahwa ayat tersebut tidak dimansukh
karena paksaan dalam agama yaitu paksaan manusia untuk keluar dari agama mereka dan masuk islam
adapun masalah ini termasuk dari paksaan yg menerus masuk pada islam

التحرير والتنوير ـ الطبعة التونسية (2/ 337)

لا إكراه في الدين ( ( البقرة : 256 ) على القول بأنها غير منسوخة ، لأن الإكراه في الدين هو إكراه الناس على الخروج من أديانهم والدخول في الإسلام وأما هذا فهو من الإكراه على البقاء في الإسلام


ibaroh pendukung bahwa ayat tersebut sudah dimansukh dengan ayat qital

التحرير والتنوير ـ الطبعة التونسية (3/ 28)

وقال السدي : نزلت في قصة رجل من الأنصار يقال له أبو حُصَين من بني سلِمة بن عَوف وله ابنان جاء تجّار من نصارى الشام إلى المدينة فدعَوْهما إلى النصرانية ، فتنصّرا وخرجا معهم ، فجاء أبوهما فشكا للنبيء ( صلى الله عليه وسلم ) وطلب أن يبعث من يردّهما مكرهين فنزلت ) لا إكراه في الدين ( ، ولم يؤمر يومئذ بالقتال ثم نسخ ذلك بآيات القتال . وقيل : إن المراد بنفي الإكراه نفي تأثيره في إسلام من أسلم كرهاً فراراً من السيف ، على معنى قوله تعالى : ( ولا تقولوا لمن ألقى إليكم السلم لست مؤمناً تبتغون عرض الحياة الدنيا ( ( النساء : 94 ) . وهذا القول تأويل في معنى الإكراه وحمل للنفي على الإخبار دون الأمر .
وقيل : إنّ المراد بالدين التوحيد ودين له كتاب سماوي وإنّ نفي الإكراه نهي ، والمعنى لا تكرهوا السبايا من أهل الكتاب لأنّهنّ أهل دين وأكرهُوا المجوس منهم والمشركات


ikut nimbrung ikhtilaf: الثانية : اختلف العلماء في معنى هذه الآية على ستة أقوال : ( الأول ) قيل إنها منسوخة ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قد أكره العرب على دين الإسلام وقاتلهم ولم يرض منهم إلا بالإسلام ، قاله سليمان بن موسى ، قال : نسختها يا أيها النبي جاهد الكفار والمنافقين . وروي هذا عن ابن مسعود وكثير من المفسرين . ( الثاني ) ليست بمنسوخة وإنما نزلت في أهل الكتاب خاصة ، وأنهم لا يكرهون على الإسلام إذا أدوا الجزية ، والذين يكرهون أهل الأوثان فلا يقبل منهم إلا الإسلام فهم الذين نزل فيهم يا أيها النبي جاهد الكفار والمنافقين . هذا قول الشعبي وقتادة والحسن والضحاك . والحجة لهذا القول ما رواه زيد بن أسلم عن أبيه قال : سمعت عمر بن الخطاب يقول لعجوز [ ص: 256 ] نصرانية : أسلمي أيتها العجوز تسلمي ، إن الله بعث محمدا بالحق . قالت : أنا عجوز كبيرة والموت إلي قريب! فقال عمر : اللهم اشهد ، وتلا لا إكراه في الدين . http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=854&idto=854&bk_no=48&ID=27
 
 
link dokumen :
 
 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/620176994673709/
Baca Selengkapnya >>

Jumat, 31 Mei 2013

855 : PEMBACAAN ALAIHIM DALAM ALQUR'AN

PERTANYAAN
Opick Syahreza

Assalamualaikum
"SEBUAH
PERTANYAAN,,,,,DI
DALAM AL QUR'AN ....
ada sebuah ayat, di
suroh al fatihah, yg
berlafadz kan
'alaihim....sebagai
pertanyaan..? ada
seorang ulama yg
membacanya dengan
lafadz ,,, 'alaihimu dan
'alaihum .....??
jadi...
kenapa ya kok bisa di
baca lafadz 'alaihimu
dan alaihum....dan
bagaimana menurut
nahwunya...?? Wasalamualaikum


JAWABAN

Ibuetz Ibnu Al Mubasyiri



waalaikumussalam
عَلَيْهِمْ*: ضم حمزة هاءه وصلا ووقفا، والباقون بالكسر، وضم المكي وقالون بخلف عنه وصلا كل ميم جمع، ووصلاها بواو لفظا وعليه فلقالون فيما بعده همزة قطع المد والقصر فهو من باب المنفصل نحو:
قالُوا آمَنَّا* وسواء اتصلت بها كعليهم وأنذرتهم أو كاف نحو: إِنَّكُمْ* وعَلَيْكُمْ*، أو تاء نحو: (أنتم وكنتم)، ووافق ورش على الصلة إذا وقع بعد ميم الجمع همزة قطع نحو: لَهُمْ آمِنُوا* ومد ورش له طويلا؛ لأنه من باب المنفصل لا يخفى، والباقون بالسكون فإن اتصلت بضمير نحو:
أَنُلْزِمُكُمُوها ودَخَلْتُمُوهُ وجبت الصلة لفظا وخطّا اتفاقا.

imam hamzah membaca ha'nya alaihum ketika di sambung dan waqof sedangkan baqun membaca kasroh dan juga imam makky membaca dommah haknya alaihum sedangkan qolun membaca kasroh hak alihim namun setiap mimi jama' miimnya di harkati dommah di sambung dgn wawu (alaihimuu antumuu alaikumu)dan imam warosty juga membaca sambung bila mim setelah mim jama'tadi ada hamzah qoto' seperti lahum aminuu(alahumuu aminu) sedang baqun membca mati mimmnya (lahum aminu) dan apa bila mim jama' tadi bersambung dgn dlomir maka wajib di sambung baik secara tulisan atau bacaan(alzamkumuha)dandakholtumuuhu)
wallua'lam bissowab mohon di koreksi
غيث النفع في القراءات السبع
hal 42
Cikong Mesigit

memang dalam qiro'ah assab'ah banyak etrdapat istilah2 ,seperti yang ditanyakan, disitu adalah masuk dalam istilah qiro'ahnya disebut shillah mimiljam'i.
Seperti 'alaihim = 'alaihimuu / 'alaikum = 'alaikumuu.dst ( pada mim yang menujukkan arti jamak ).
Kadang yang sering kita dengar adalah dari lantunan h.muammar seperti yu'minuun menjadi yuuminuun (istilah qiro'ah dsbut ibdal).

assholaatu menjadi assholootu (disebut taghlidh) dst

link dokumen :

http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/596475877043821/
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 19 Mei 2013

811 : HUKUM MENARUH BARANG DI ATAS ALQUR'AN

PERTANYAAN

>> Opick Syahreza

Assalamu alaikum.

Mau tanya apa hukumnya menaruh uang koin di atas qur,an atau menaruh sesuatu lainya...

Mohon penjelasannya kang ust. Brojol ust.aryo dn ust lainanya. Wasalamualaikum sertai ibarohnya

JAWABAN

>> Sunde Pati  

wa alaikum salam

jika ada hajat maka tidak apa2 tapi jika tidak ada hajat maka sebaiknya ditinggalkan saja

هل يجوز حفظ نقود بداخل المصحف؟الإجابــةالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:فالأصل المتفق عليه بين المسلمين وجوب تعظيم المصحف وأنه لا يجوز امتهانه بحال، والذي نرى أن وضع النقود داخل المصحف إن كان لحاجة فلا حرج فيه.. وأما إذا لم تكن حاجة ووجدت مندوحة عن وضع النقود داخل المصحف فالأولى ترك ذلك، لأن الأصل في المصحف أنه لم يجعل لهذا، وخروجاً من الشبهة فإن بعض الناس قد يعد هذا الأمر امتهاناً للمصحف.والله أعلم.

http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=118269

link dokumen :
 http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/590923240932418/
 
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 05 Mei 2013

754 : AYAT NASAH DAN MANSUH

PERTANYAAN
Mustawa Alhudry

assalamu alikum wr wb ,,mohon pencerahannya ustadz ,,,masalh ayat NASAH DAN MANSUH ,,KALU ADA AYATNYA SEKALIAN DI CANTUMKAN ,,,MONGGO ,,
JAWABAN

Rampak Naung

wa alaikum salam

Nasikh mansukh (salinan dan disalin) terbagi beberapa macam diantaranya.

A. Disalin tulisannya tidak hukumnya

B. Disalin hukumnya tidak tulisannya

C. Disalin tulisan dan hukumnya.

Penyalina bisa al qur'an dengan al qur'an juga al qur'an dengan hadits.

http://islamport.com/d/1/qur/1/56/433.html

link dokumen :
 http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/584895594868516/
Baca Selengkapnya >>

Kamis, 25 April 2013

715 : JALAN LURUS DALAM SURAT AL FATIHAH

PERTANYAAN
Adi Iñgiñ Bértaqörub

Assalaamu 'alaykum warochmatullaah..

Dlm alfatikhah..
Letaknya kalimat do'a(Tunjukanlah kami jalan yg lurus,sampai akhir ayat).
Apakah itu yang dimaksud lurus?
Dan siapa yang dimksd orang yang lurus?
Dan yg diberi nikmat,

nikmat apakah?
Dan siapa yg dimaksud orang yang dzalim?

JAWABAN

Sunde Pati


wa'alaikum salam

tunjukkanlah pada kami jalan yg lurus artinya adalah tunjukkanlah pada kami petunjuk dan hidayah menuju jalan untuk sampai pada ridlomu dan surgamu yaitu agama islam yg lurus yg tiada belok dari kebenaran dan tiada penyimpangan dari petunjuk

أيسر التفاسير لكلام العلي الكبير (1/ 15)

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)}

شرح الكلمات:

{اهْدِنَا}:
أرشدنا وأدم هدايتنا.
{ الصِّرَاطَ}:
الطريق الموصل إلى رضاك وجنتك وهو الإسلام لك.
{الْمُسْتَقِيمَ}:
الذي لا ميل فيه عن الحق ولا زيغ عن الهدى


link asal :

https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/580713235286752/
Baca Selengkapnya >>

Senin, 15 April 2013

684 : APAKAH MEMBACA SURAT AL WAQI'AH BISA MEMPERLANCAR RIZKI

PERTANYAAN

Ahmad Iqbal


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (١)لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ (٢)خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ (٣)إِذَا رُجَّتِ الأرْضُ رَجًّا (٤)وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا (٥)فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا (٦)وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلاثَةً (٧)فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ (٨)وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ (٩)وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ (١٠)أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ (١١)فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (١٢)ثُلَّةٌ مِنَ الأوَّلِينَ (١٣)وَقَلِيلٌ مِنَ الآخِرِينَ (١٤)عَلَى سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ (١٥)مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ (١٦)يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ (١٧)بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (١٨)لا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلا يُنْزِفُونَ (١٩)وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠)وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ (٢١)وَحُورٌ عِينٌ (٢٢)كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ (٢٣)جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤)لا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلا تَأْثِيمًا (٢٥)إِلا قِيلا سَلامًا سَلامًا (٢٦)وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ (٢٧)فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ (٢٨)وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ (٢٩)وَظِلٍّ مَمْدُودٍ (٣٠)وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ (٣١)وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ (٣٢)لا مَقْطُوعَةٍ وَلا مَمْنُوعَةٍ (٣٣)وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ (٣٤)إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (٣٥)فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (٣٦)عُرُبًا أَتْرَابًا (٣٧)لأصْحَابِ الْيَمِينِ (٣٨)ثُلَّةٌ مِنَ الأوَّلِينَ (٣٩)وَثُلَّةٌ مِنَ الآخِرِينَ (٤٠)وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ (٤١)فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ (٤٢)وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ (٤٣)لا بَارِدٍ وَلا كَرِيمٍ (٤٤)إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ (٤٥)وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ (٤٦)وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (٤٧)أَوَآبَاؤُنَا الأوَّلُونَ (٤٨)قُلْ إِنَّ الأوَّلِينَ وَالآخِرِينَ (٤٩)لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ (٥٠)ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ (٥١)لآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ (٥٢)فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ (٥٣)فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ (٥٤)فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ (٥٥)هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ (٥٦)نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلا تُصَدِّقُونَ (٥٧)أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ (٥٨)أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ (٥٩)نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ (٦٠)عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لا تَعْلَمُونَ (٦١)وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الأولَى فَلَوْلا تَذَكَّرُونَ (٦٢)أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ (٦٣)أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ (٦٤)لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ (٦٥)إِنَّا لَمُغْرَمُونَ (٦٦)بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (٦٧)أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ (٦٨)أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ (٦٩)لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلا تَشْكُرُونَ (٧٠)أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ (٧١)أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ (٧٢)نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ (٧٣)فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (٧٤)فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (٧٥)وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (٧٦)إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (٧٧)فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (٧٨)لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ (٧٩)تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٨٠)أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ (٨١)وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ (٨٢)فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (٨٣)وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ (٨٤)وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَكِنْ لا تُبْصِرُونَ (٨٥)فَلَوْلا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (٨٦)تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٨٧)فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ (٨٨)فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ (٨٩)وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ (٩٠)فَسَلامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ (٩١)وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ (٩٢)فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ (٩٣)وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ (٩٤)إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ (٩٥)فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (٩٦)

1. Apabila terjadi hari kiamat, (QS. 56:1)
2. terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal) (QS. 56:2)
3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), (QS. 56:3)
4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dasyatnya (QS. 56:4)
5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, (QS. 56:5)
6. maka jadilah ia debu yang beterbangan, (QS. 56:6)
7. dan kamu menjadi tiga golongan. (QS. 56:7)
8. Yaitu golongan kanan 1449. Alangkah mulianya golongan kanan itu. (QS. 56:8)
9. Dan golongan kiri 1450. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. (QS. 56:9)
10. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman (QS. 56:10)
11. Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. 56:11)
12. Berada dalam surga-surga keni’matan (QS. 56:12)
13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, (QS. 56:13)
14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian 1451. (QS. 56:14)
15. Mereka berada di atas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, (QS. 56:15)
16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. (QS. 56:16)
17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, (QS. 56:17)
18. Dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari mata air yang mengalir, (QS. 56:18)
19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, (QS. 56:19)
20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, (QS. 56:20)
21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. 56:21)
22. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, (QS. 56:22)
23. laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. 56:23)
24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 56:24)
25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa (QS. 56:25)
26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (QS. 56:26)
27. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (QS. 56:27)
28. Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri, (QS. 56:28)
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), (QS. 56:29)
30. dan naungan yang terbentang luas, (QS. 56:30)
31. dan air yang tercurah, (QS. 56:31)
32. dan buah-buahan yang banyak, (QS. 56:32)
33. Yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, (QS. 56:33)
34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS. 56:34)
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung 1452, (QS. 56:35)
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, (QS. 56:36)
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:37)
38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (QS. 56:38)
39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu, (QS. 56:39)
40. (dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.). (QS. 56:40)
41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. (QS. 56:41)
42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, (QS. 56:42)
43. dan dalam naungan asap yang hitam. (QS. 56:43)
44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. (QS. 56:44)
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. (QS. 56:45)
46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar. (QS. 56:46)
47. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (QS. 56:47)
48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)? (QS. 56:48)
49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, (QS. 56:49)
50. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. (QS. 56:50)
51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, (QS. 56:51)
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum, (QS. 56:52)
53. dan akan memenuhi perutmu dengannya. (QS. 56:53)
54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas (QS. 56:54)
55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. (QS. 56:55)
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”. (QS. 56:56)
57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)? (QS. 56:57)
58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. (QS. 56:58)
59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya (QS. 56:59)
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan, (QS. 56:60)
61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. (QS. 56:61)
62. Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)? (QS. 56:62)
63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam (QS. 56:63)
64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya (QS. 56:64)
65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. (QS. 56:65)
66. (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-bemar menderita kerugian”, (QS. 56:66)
67. bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa. (QS. 56:67)
68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. (QS. 56:68)
69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan (QS. 56:69)
70. Kalau kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? (QS. 56:70)
71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). (QS. 56:71)
72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya (QS. 56:72)
73. Kami menjadikan api itu untuk peringatan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. (QS. 56:73)
74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar. (QS. 56:74)
75. Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (QS. 56:75)
76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, (QS. 56:76)
77. sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, (QS. 56:77)
78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (QS. 56:78)
79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (QS. 56:79)
80. Diturunkan dari Rabb Semesta Alam. (QS. 56:80)
81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Qur’an ini?, (QS. 56:81)
82. kamu (mengganti) rezqi (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah). (QS. 56:82)
83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (QS. 56:83)
84. padahal kamu ketika itu melihat, (QS. 56:84)
85. dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tapi kamu tidak melihat, (QS. 56:85)
86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (QS. 56:86)
87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar, (QS. 56:87)
88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), (QS. 56:88)
89. maka dia memperoleh rezki serta surga keni’matan. (QS. 56:89)
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, (QS. 56:90)
91. maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. (QS. 56:91)
92. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat. (QS. 56:92)
93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, (QS. 56:93)
94. dan dibakar di dalam neraka. (QS. 56:94)
95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. (QS. 56:95)
96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar. (QS. 56:96)
QS AL WAQI'AH.benarkah orang yang selalu membacanya terhindar dari kesusahan dunia berupa kekurangan harta
JAWABAN

Mukhammad Yusuf Ismawan

وحسن الحظ من مفاتيح الرزق وبسط الوجه وطيب الكلام يزيد فى الحفظ والرزق. وعن الحسن بن على: كنس الفناء وغسل الإناء مجلبة للغنى.

Bangun pagi-pagi itu di berkahi dan membawa berbagai macam kenikmatan, khususnya rizki. Bisa menulis bagus itu adalah pintu rizki. Air muka berseri dan tutur kata manis akan menambah banyak rizki. Disebut dari Al-Hasan bin Ali ra.: "Menyapu lantai dan mencuci wadah, menjadi sumber kekayaan".

وأقوى الأسباب الجاذبة للرزق إقامة الصلاة بالتعظيم والخشوع، وتعديل الأركان وسائر واجباتها وسننها وآدابها، وصلاة الضحى فى ذلك معروفة، وقراءة سورة الواقعة خصوصا فى الليل وقت النوم، وقراءة الملك، والمزمل، والليل إذا يغشى وألم نشرح لك، وحضور المسجد قبل الأذان، والمداومة على الطهارة، وأداء سنة الفجر والوتر فى البيت. وأن لا يتكلم بكلام الدنيا بعد الوتر

Penyebab terkuat untuk memperoleh rizki adalah melakukan shalat dengan rasa ta'dzim, khusu, dengan menyempurnakan segala rukun, wajib, sunah dan adabnya. Demikian pula melakukan shalat dhuha, seperti yang telah dikenal. Juga membaca surat waqi'ah, khususnya di malam hari sewaktu orang tertidur; membaca surat Al-Mulk, Al-Muzammil, Al-lail dan Al-insyirah; telah datang di mesjid sebelum dikumandangkan adzan; selalu suci; melakukan shalat sunat sebelum shubuh; dan melakukan shalat witir di rumah, lalu jangan berbicara urusan dunia sesudahnya dilakukan.

ولا يكثر مجالسة النساء إلا عند الحاجة

Termasuk penyebabnya lagi, yaitu jangan terlampau banyak bergaul dengan wanita, kecuali bila ada keperluan yang baik.

وأن لا يتكلم بكلام لغو. وقيل: من اشتغل بما لا يعنيه فاته ما يعنيه. قال بزرجمهر: إذا رأيت الرجل يكثر الكلام فاستيقن بجنونه.

Jangan pula omong kosong yang tidak berguna untuk agama dan dunianya. Ada dikatakan : "siapa yang tersibukkan oleh perbuatan yang tanpa guna bagi dirinya." KITAB TA'LIMUL MUTA'ALLIM

Sunde Pati
tak tambahi
قال الحارث بن محمد بن أبي أسامة : حَدَّثَنَا العباس بن الفضل ، حَدَّثَنَا السري بن يحيى ، حَدَّثَنَا شجاع ، عن أبي طيبة ، عن ابن مسعود ، رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صَلى الله عَلَيه وسَلَّم : من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبداً. فكان ابن مسعود يأمر بناته بقراءتها كل ليلة

imam haris bin muhammad bin abi usamah ngendiko,kulo diceritani kaleh al-abbas bin al-fadlol,kulo (abbas) dicerita'ni kaleh assari bin yahya,kula (assari) diceritani kaleh syuja',saking abi toybah,saking ibnu mas'ud Rodliyallohu anhu ngendiko,Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam sampun ngendiko,sinten tiyange maos surat alwaqi'ah saben wengi mongko sak lawase mboten pinaringan mlarat,
ibnu mas'ud merintahaken maring putri-putrinipun kelawan maos surat alwaqiah saben wengi

إتحاف الخيرة المهرة (6/ 281

Baca Selengkapnya >>

Kamis, 21 Maret 2013

627 : MENGAPA DALAM MEMBACA AL QUR'AN HARUS SATU NAFAS ?

PERTANYAAN
 

Lee Lampahan

assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...

malu bertanya sesat dijalan, banyak bertanya memalukan...
(biarin aja daripada sok tahu tapi memalukan (pake) banget)...
kenapa diwaktu membaca ayat al-qur'an dianjurkan satu nafas?
satu nafas yang aku maksud adalah ketika membaca satu ayat dan belom selesei udah kehabisan nafas maka harus mengulang satu atau dua kalimat yang menyambung.
MONGGO...


JAWABAN


Uponk Sgr Ulilalbab

wa'alaikum salam

Mengapa dalam baca'an Alqur'an harus satu nafas. ini byk alasannya. diantaranya untuk membedakan waqof dan saktah. .... alasan yg lain untuk menjaga makna kalimah yg benar, .... == dlam ilmu tajwid ada istilah waqof...dan macam2 jumlanya.... ------------ di antara pengertian TARTIL adalah memahami hukum2 waqof. -------- قال الله في القرأن ~ ورتل القرأن ترتيلا ~ وقال علي كرم الله وجهه . الترتيل هو تجويد الحروف ومعرفة الوقوف ~ نهاية قول المفيد ص 150
Sahabat ALI berkata ; arti Tartil ialah tajwidul huruf dan mengerti kaedah Waqof.

قال ابن الجزري في النشر ففي كلام علي رضي الله عنه دليل على وجوب تعلمه ومعرفته ~ نهاية القول المفيد ص 150
Imam ibnu Aj jazari berkata dalam kitab An nasr - ucapan sahabat Ali tadi sebagai dalil belajar dan mengetahui kaedah waqof -- kitab Nihayatul qaulil mufid. halmn 150.

Dalil -- tentang keharusan ngerti waqof.
وروي أن الرجلين أتيا النبي صلى الله عليه وسلم فتشهدأحدهما فقال . من يطع الله ورسوله فقد رشد ومن يعصهما. فقال له النبي صلى الله عليه وسلم قم بئس الخطيب أنت فقل ~ ومن يعص الله ورسوله فقد غوى ~ ففي الخبر دليل واضح على كراهة القطع على المستبشع من اللفظ المتعلق بما بين حقيقته _ نهاية القول المفبد ص 151
Diriwayatkan...sesungguhnya ada dua lelaki mendatangi NABI salah satunya berkata -- من يطع الله ورسوله فقد رشد ومن يعصهما. dia berhenti .tidak melanjutkannya.- Maka NABI berkata -- berdirilah....sejelek - jeleknya orang berkata adalah kamu.....!! kemudian Nabi memerintahkan ..... katakanlah.. ومن يعص الله ورسوله فقد غوى - ini hadist sebagai dalil yang jelas atas dilarangnya Waqof atau berhenti pada kalimah yang ada kaitannya dengan yang lain ==== maksudnya bila waqot tidak pada tempatnya akan merusak maknanya === kitab Nihayatul qaulil mufid halamn, 151. = hadis ini juga di temukan pada kitab Haqqut tilawah halmn 73.


Waqaf terbahagi kepada empat jenis seperti berikut:

1) Waqaf Ikhtibari (وقف اختبارى) : Ialah waqaf pada sesuatu kalimah kerana ingin menerangkan hukum kalimah itu dari sudut resamnya pada Mashaf menghendaki terputus atau bersambung, ditulis dengan Ta' Marbutoh atau Ta' Maftuhah, dan lain-lain lagi.== waqaf ini dibolehkan hanya dalam proses belajar mengajar, yang sebenarnya tidak boleh waqaf menurut kaidah ilmu tajwid
Sebagai contoh:
-Boleh waqaf pada kalimah فى dalam ayat (( إن الله يحكم بينكم فى ما هم فيه يختلفون )) surah al-Zumar ayat 3.
-Tetapi tidak boleh waqaf pada kalimah فى yang bersambung dengan kalimah ما pada ayat (( قالوا فيما كنتم )) surah al-Nisa' ayat 97. Ini kerana tulisan Resam Usmani sebegitu rupa.

Hukumnya : Harus, dengan cara mengulang kembali kalimah yang diwaqafkannya atau kalimah sebelumnya untuk menyempurnakan maksud dari ayat tersebut.

2) Waqaf Idhtirari (وقف اضطرارى) : Ialah waqaf ketika sebab terpaksa seperti kurang nafas, bersin dan sebagainya.

Hukumnya : Harus, bagi si pembaca yang waqaf kerana sebab terpaksa lalu apabila hilang sebab terpaksa itu mestilah mengulang kembali menyebut kalimah yang diwaqafkannya atau kalimah sebelumnya untuk menyempurnakan maksud ayat bacaannya itu.

3) Waqaf Intidzari ( وقف انتظارى ) : Ialah waqaf pada sesuatu kalimah dengan tujuan mencukupkan bentuk-bentuk qiraat yang ada dalam kalimah itu.karena diperselisihkan oleh ulama’ qiraat antara boleh dan tidak boleh waqaf. Untuk menghormati perbedaan pendapat itu, sambil menunggu adanya kesepakatan, sebaiknya waqaf pada kata itu, kemudian diulangi dari kata sebelumnya yang tidak merusak arti yang dimaksud oleh ayat, dan diteruskan samapi tanda waqaf berikuitnya.
Hukumnya : Harus, ini biasanya dilakukan oleh penuntut dalam bidang ilmu Qiraat. Mereka membaca satu ayat dengan berbagai bentuk qiraat sehingga tidak terjadi khilaf qiraat yang ada dalam ayat tersebut dengan memperhatikan petunjuk dari guru mereka (talaqi dan musyafahah). Jika ayat itu terlalu panjang sudah tentulah memerlukan kemahiran untuk waqaf pada kalimah yang sesuai, kemudian diulang dengan bentuk qiraat yang lain sehingga selesai. Kemudian barulah disambung dengan potongan rangkaikata ayat yang berbaki itu.

4) Waqaf Ikhtiyari (وقف اختيارى) : Ialah waqaf yang boleh dibuat pilihan dengan tanpa sebab-sebab yang telah disebut sebelum ini.
Baca Selengkapnya >>

625 : HUKUM MEMBACA BISMILLAH PADA SURAT AT - TAUBAT

PERTANYAAN

Shodiqin Ibnu Ahmad Baidowi

assalamuálaikum........

dalam surat Attaubat... disana dikatakan bahwasannya tidak boleh membaca basmalah......(harom)..

yang jd pertanyaan bagai mana hukumnya kalau lupa?
wassalamuálaikum...


JAWABAN

Cikong Mesigit

wa'alaikum salam

عبارة شيخنا فتكره البسملة في أولها وتسن في أثنائها كما قاله الرملي، وقيل: تحرم في أولها وتكره في أثنائها كما قاله ابن حج

shiaonlinelibrary.com/الكتب/882_حواشي-الشرواني-الشرواني-والعبادي-ج-٢/الصفحة_36

inti dr ptikan hawasyi syarwani
ikhtilafnya:
Imam romli mngatak makruh mmbaca basmalah pd permulaan surat&ttp sunah pd pertengahannya.
Sdgkn syeikh ibnu hajar mngharamkan pd permulaan&memakruhkan pd pertengahannya.


Brojol Gemblung

Namanya juga lupa, hukum terangkat bagi orang yg lupa.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ - ﺍﻟﺒﻜﺮﻱ ﺍﻟﺪﻣﻴﺎﻃﻲ - ﺝ ١ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ١٦٣

ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﻏﻴﺮ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺃﻣﺎ ﻫﻲ ﻓﻠﻴﺴﺖ ﺍﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﺁﻳﺔ ﻣﻨﻬﺎ. ﻭﺗﻜﺮﻩ ﺃﻭﻟﻬﺎ. ﻭﺗﺴﻦ ﺃﺛﻨﺎﺀﻫﺎ، ﻋﻨﺪ ﻡ ﺭ. ﻭﻋﻨﺪ ﺣﺠﺮ ﺗﺤﺮﻡ ﺃﻭﻟﻬﺎ ﻭﺗﻜﺮﻩ ﺃﺛﻨﺎﺀﻫﺎ. ﺃﻱ ﻻﻥ ﺍﻟﻤﻘﺎﻡ ﻻ ﻳﻨﺎﺳﺐ ﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﻷﻧﻬﺎ ﻧﺰﻟﺖ ﺑﺎﻟﺴﻴﻒ.

Dan perkataan pengarang : Selain surah Baro`ah. Adapun basmalah tidaklah termasuk ayat darinya. Makruh membaca basmalah di awal surah Baro`ah dan sunnah di tengahnya menurut Imam Romly. Sedangkan menurut Imam Ibnu Hajar haram membaca basmalah di awal surah Baro`ah dan makruh di tengahnya. Maksudnya karena situasinya tidak sesuai pada rahmat, sebab Baro`ah diturunkan dg perintah perang

ﺭﺑﻨﺎ ﻻ ﺗﺆﺍﺧﺬﻧﺎ ﺇﻥ ﻧﺴﻴﻨﺎ ﺃﻭ ﺃﺧﻄﺄﻧﺎ. ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ 286

Wahai Tuhan kami, Janganlah Engkau tuntut kami apabila kami lupa atau kami keliru. al-Baqarah 286

ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﻭﺍﻟﺤﻜﻢ ﺍﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ : ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺹ: 361

ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﺘﺎﺳﻊ ﻭﺍﻟﺜﻼﺛﻮﻥ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﻟﻲ ﻋﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻭﺍﻟﻨﺴﻴﺎﻥ ، ﻭﻣﺎ ﺍﺳﺘﻜﺮﻫﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ . ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻭﻏﻴﺮﻫﻤﺎ .

Hadits ke 39 dari Ibni 'Abbas ra. Bahwa Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya karenaKu Allah mengampuni kekeliruan, (sifat) lupa dari ummatKu, dan apa-apa yg dipaksakan terhadapnya. Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, al-Baihaqy, dan selainnya

>>> http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=213&idto=218&bk_no=81&ID=41
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 10 Maret 2013

606 : FAIDAH ALLAH BERSUMPAH ( QOSAM FILQUR'AN )

PERTANYAAN
 
Bidadari Suci Dibuatmenangis

asalamualaikum ada pertanyaan digrup lain namun belum ada jawaban. Aku pengen benget reti jawabanya maz. Tentang qosam filquran. Apa faedahnya allah bersumpah??


 JAWABAN


>> Sunde Pati

ALLOH bersumpah demi masa,,karena untuk menguatkan kabar

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِى خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْاْ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْاْ بِالصَّبْرِ (
أقسم الله تعالى بالعصر قسماً يراد به تأكيد الخبر كما هو شأن أقسام القرآن .
والمقسَم به من مظاهر بديع التكوين الرباني الدال على عظيم قدرته وسعة علمه .

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Alloh bersumpah demi masa/waktu ashar yg dikehendaki adalah menguatkan kabar sebagaimana keadaan beberapa sumpah Al-qur'an
yg dibuat sumpah itu dari dhohirnya konfigurasi ketuhanan yg menunjukkan keagungan kekuasaan dan keluasan ilmunya

attahrir wattamrir juz 30 hal 528


>> Siroj Munir

Al-Itqon, Juz : 4 Hal : 53


وقد قيل: ما معنى القسم منه تعالى فإنه إن كان لأجل المؤمن فالمؤمن مصدق بمجرد الإخبار من غير قسم وإن كان لأجل الكافر فلا يفيده!
وأجيب بأن القرآن نزل بلغة العرب ومن عادتها القسم إذا أرادات أن تؤكد أمرا وأجاب أبو القاسم القشيري بأن الله ذكر القسم لكمال الحجة وتأكيدها: وذلك أن الحكم يفصل باثنين: إما بالشهادة وإما بالقسم فذكر تعالى في كتابه النوعين حتى لا يبقى لهم حجة

Jika ada yang bertanya : "Untuk apa Alloh bersumpah, jika memang sumpah itu ditujukan untuk orang Islam, toh orang Islam sudah mempercayainya dengan hanya memberi kabar tanpa ada sumpah, sedangkan apabila ditujukan untuk orang kafir hal tersebut tak ada gunanya".

Jawabannya :
1.Al-qur'an itu diturunkan dengan menggunakan bahasa arab, dan sebagian dari kebiasaan orang arab adalah bersumpah ketika hendak mengokohkan/menguatkan suatu perkara.

2.Syaikh Abul Qosim Al-Qusyairi menjelaskan bahwasanya Alloh menuturkan sumpah untuk menyempurnakan hujjah sekaligus menguatkannya, sebab suatu ketetapan hukum itu dibuktikan dengan dua cara; pertama dengan disaksikan secara nyata, dan kedua dengan sumpah, karena itulah dalam Al-Qur'an Alloh menuturkan dua hujjah tersebut sekaligus sehingga tak ada lagi alasan untuk mengingkarinya.







>>> Mbah Godek ..
 

وإنما أقسم الله بمخلوقاته؛ لأنها تدل على بارئها، وهو الله تعالى، وللإشارة إلى فضيلتها ومنفعتها ليعتبر الناس بها وعن الحسن قال: "إن الله يقسم بما شاء من خلقه وليس لأحد أن يقسم إلا بالله"7.
مباحث في علوم القرآن
المؤلف: مناع بن خليل القطان (المتوفى: 1420هـ)
1/303

Materi yang dijadikan sumpah oleh Alloh pada dasarnya adalah materi-materi yang memiliki kelebihan, fadlol, ‘ajaa-ib yang luar biasa, yang karenanya kekuasaan dan keMAHA-an Alloh menjadi semakin terbukti.
Berikut beberapa ulasan tentang sumpah:

وإنما أقسم بالدهر لأن فيه عبرة للناظر من مرور الليل والنهار على تقدير لا ينخرم
زاد المسير في علم التفسير
المؤلف: جمال الدين أبو الفرج عبد الرحمن بن علي بن محمد الجوزي (المتوفى: 597هـ)
4/487

وإنما أقسم تعالى بالزمان لأنه رأس عمر الإِنسان، فكل لحظةٍ تمضي فإِنها من عمرك ونقص من أجلك، كما قال القائل:
إِنا لنفرحُ بالأيام نقطعها ... وكلُّ يومٍ مضى نقصٌ من الأجل
قال القرطبي: أقسم الله عَزَّ وَجَلَّ بالعصر وهو الدهر لما فيه من التنبيه بتصرف الأحوال وتبدلها، وما فيها من الدلائل على الصانع
: صفوة التفاسير
المؤلف: محمد علي الصابوني
3/574

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (4)
وإنما أقسم بتلك الأشياء لما فيها من عجائب ودلائل على كمال قدرته ووحدانيته
بيان المعاني [مرتب حسب ترتيب النزول]
المؤلف: عبد القادر بن ملّا حويش السيد محمود آل غازي العاني (المتوفى: 1398هـ)
1/144

فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ (15) الْجَوَارِ الْكُنَّسِ (16) وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ (17) وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (18
وإنما أقسم فيها لما فيها من النفع للبشر وغيره
بيان المعاني [مرتب حسب ترتيب النزول]
المؤلف: عبد القادر بن ملّا حويش السيد محمود آل غازي العاني (المتوفى: 1398هـ)
1/127

وإنما أقسم الله بحروف المعجم، لشرفها وفضلها، ولأنها مباني كتبه المنزلة بالألسنة المختلفة، ومباني أسمائه الحسنى وصفاته العلى، وأصول كلام الأمم، بها يتعارفون، ويذكرون الله ويوحّدون.
وقد أقسم الله في كتابه بالفجر، والطّور، وبالعصر، وبالتّين، والزّيتون- وهما جبلان ينبتان التين والزيتون، يقال لأحدهما: طور زيتا وللآخر: طور تينا، بالسّريانية، من الأرض المقدسة، فسماها بما ينبتان- وأقسم بالقلم، إعظاما لما يسطرون.
ووقع القسم بها في أكثر السور على القرآن فقال: الم (1) ذلِكَ الْكِتابُ لا رَيْبَ فِيهِ [البقرة: 1، 2] ، كأنه قال: وحروف المعجم، لهو الكتاب لا ريب فيه.
والم (1) اللَّهُ لا إِلهَ إِلَّا هُوَ [آل عمران: 1، 2] ، أي وحروف المعجم لهو الله لا إله إلا هو الْحَيُّ الْقَيُّومُ نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتابَ [آل عمران: 2، 3] .
تأويل مشكل القرآن


المؤلف: أبو محمد عبد الله بن مسلم بن قتيبة الدينوري (المتوفى: 276هـ)

1/183
Baca Selengkapnya >>

Minggu, 24 Februari 2013

561 : HUKUM MEMBACA BISMILLAH SEBELUM MEMBACA AL QUR'AN

PERTANYAAN


Par Wadi


Assalamu'alaikum....

Kagem santri HUDA
kulo sing tasih ngawam
Bade nanya
apa hukumnya membaca Bismillah....
Pada kita mau membaca AL QUR'AN
saderenge kawulo aturaken matur swun



JAWABAN
Brojol Gemblung



Wa'alaikumussalam...

ﺍﻹﺗﻘﺎﻥ ﻓﻲ ﻋﻠﻮﻡ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ : ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺹ: 342

ﻣﺴﺄﻟﺔ : ﻭﻟﻴﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﺒﺴﻤﻠﺔ ﺃﻭﻝ ﻛﻞ ﺳﻮﺭﺓ ﻏﻴﺮ " ﺑﺮﺍﺀﺓ " ; ﻷﻥ ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﺁﻳﺔ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺧﻞ ﺑﻬﺎ ﻛﺎﻥ ﺗﺎﺭﻛﺎ ﻟﺒﻌﺾ ﺍﻟﺨﺘﻤﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻷﻛﺜﺮﻳﻦ ، ﻓﺈﻥ ﻗﺮﺃ ﻣﻦ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﺳﺘﺤﺒﺖ ﻟﻪ ﺃﻳﻀﺎ ، ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻴﻤﺎ ﻧﻘﻠﻪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﻱ.

Permasalahan : Dan hendaknya (pembaca al-Qur`an) menjaga diri untuk tetap membaca basmalah di awal setiap surah selain surah "Baro`ah", karena mayoritas Ulama menetapkan bahwa basmalah itu ayat. Lantas apabila (Qori`) melalaikan pembacaan basmalah tersebut, maka ia telah meninggalkan sebagian ketetapan mayoritas Ulama. Kemudian apabila dia membaca memulalai dari tengah surah, maka membaca basmalah juga dianjurkan berdasarkan ketetapan Imam Syafi'i dalam sebuah referensi yg dikutip oleh Imam al-'Ubbadi



Mukhammad Yusuf Ismawan


ibnu 'abbas meriwayatkan sebuah hadist bahwa Rosulullah saw bersabda "tidak mengetahui pemisah satu surah dgn yg lainya hingga kata kata BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Baca Selengkapnya >>

560 : AYAT RAJAM DALAM AL - QUR'AN

PERTANYAAN


Yusan Saputra


assalamu alaikum

bagaimana hukum'y hukuman rajam ?
adakah dalil dr Al-Qur'an, krna setau q ayat rajam telah mengalami penghapusan (naskh) ?
jika da salah mohon dimaafkn


JAWABAN

Uponk Sgr Ulilalbab



Ayat ranjam ini termasuk yg di mansukh baca'annya dan masih tetap hukumannya.


عن ابن عباس رضي الله عنهما أن عمر بن الخطاب صعد المنبر فخطب الجمعة ، وكان مما قال رضي الله عنه فقال : (إِنَّ اللَّهَ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ ، وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ ، فَكَانَ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ آيَةُ الرَّجْمِ ، فَقَرَأْنَاهَا ، وَعَقَلْنَاهَا ، وَوَعَيْنَاهَا ، رَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ ، فَأَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ : وَاللَّهِ مَا نَجِدُ آيَةَ الرَّجْمِ فِي كِتَابِ اللَّهِ ، فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيضَةٍ أَنْزَلَهَا اللَّهُ ، وَالرَّجْمُ فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أُحْصِنَ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ ، إِذَا قَامَتْ الْبَيِّنَةُ ، أَوْ كَانَ الْحَبَلُ ، أَوْ الِاعْتِرَافُ) ---- البخاري (6830) ومسلم1691 (



آية الرجم يعرفها علماء السنة بأنها آية من القرآن نسخ لفظها وبقي حكمها في القرآن، بينما ينكر ذلك علماء الشيعة. ويروى أن لفظ الآية هو "الشيخ والشيخة إذا زنيا فارجموهما البتة نكالاً من الله والله عزيز حكيم ----------- تفسير النيسابوري بهامش تفسير الطبري : 362,1/361




Ibnu Ma'mun



alasan ranjam ya...ayat ranjam itu. walaupun ayat tersebut sudah di mansukh. tapi hukumnya masi tetap.artinya hukuman ranjam itu masih tetap dgn alasan ayat itu. yg sudah di mansukh bacaannya.


bisa di ambil kesimpulan. bahwa keterangan ranjam itu dari hadist. dan di dalam hadis itu menjelaskan adanya ayat ranjam.
Baca Selengkapnya >>