Selasa, 18 September 2012

304 : DEFINISI GHIBAH DAN CARA MENGHINDARINYA

 PERTANYAAN

Nunu Nurul Qomariyah


Assalamu'alaikum

Mau tanya dong
Bagaimana definisi Ghibah?


JAWABAN

Keysya Hafidzah

Abu Hurairah ra:
“Tahukah kamu apakah ghibah itu?” Sahabat
Menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Kamu menyebut nyebut saudaramu dengan sesuatu yang dia benci.” Beliau ditanya: “Bagaimana kalau memang saudaraku melakukan apa yang kukatakan?” Beliau menjawab: “Kalau memang dia melakukan seperti apa yang kamu katakan berarti kamu telah menghibahinya. Sebaliknya jika dia tidak melakukan apa yang kamu katakan, maka kamu telah memfitnahnya.”
[HR Muslim 2589]

Abah Than-than

Ghibah , Menceriterakan kejelekan / keburukan orang lain dg maksud menjatuhkannya agar orang lain membencinya.

Jika yg diceriterakannya itu tdk dilakukan maka jatuh kepada FITNAH.
HR.bukhari || No : 9
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abdullah bin Abu As Safar dan Isma'il bin Abu Khalid dari Asy Sya'bi dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Abu Abdullah berkata; dan Abu Mu'awiyyah berkata; Telah menceritakan kepada kami Daud, dia adalah anak Ibnu Hind, dari 'Amir berkata; aku mendengar Abdullah, maksudnya ibnu 'Amru, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan berkata Abdul A'laa dari Daud dari 'Amir dari Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ وَإِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا دَاوُدُ هُوَ ابْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ دَاوُدَ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Nabi Saw , bersabda ,"Sesungguhnya Alloh Awt telah memberinya 40 hijab, jika seorang mukmin berjinah , maka lepaslah satu hijab akan tetapi jika melakukan Ghibah maka lepaslah seluruh hijab itu.

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

|Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Qs. 49 : 11 - 12.



Nunu Nurul Qomariyah

Abah seperti kita ketahui susah sekali untuk tidak membicarakan orang lain,
Bagaimana Tipsnya agar kita tidak berprasangka buruk dan bisa menahan diri untuk tidak ngomongin orang lain?

Abah Than-than

Nabi Saw bersabda seperti yg diriwayatkan sayyidina Ali Kwh ," Hendaklah orang yg berpuasa memiliki tiga prubahan ,
1. Sakhoo-ul Qolbu , mmeiliki hati yang lembut , santun dan lapang dada.

2. Thoyyibul Kalaam , Kata-katanya selalu baik dan selalu berkata dalam hal2 yg baik.

3. Ash-Shobru minal A'daa , shobar dalam melaksanakan perintah-Nya, shobar dalam menghadapi balay dan shobar dlm menghadapi musuh2 Alloh.

Untuk melembutkan hati , maka banyak2lah istighfar, banyak mengevaluasi diuri (muhasabah) dan banyak menangisi diri dlm mendekatkan diri kpd Alloh yaitu menjadikan gelapnya malam sebagai kendaraan utk bercengkrama melihat keagungan dan ke-Indahan-Nya.


SHOBAR , menurut kamus artinya DINGIN .
spt dlm hadits diceriterakan , bhw manusia memiliki elemen (Mud-ghoh) yg apabila elemennya baik maka baiklah keseluruhannya itu, akan tetapi apabila elemennya rusak/sakit maka rusaklah keseluruhannya itu.
Manusia tdk lepas dari persoalan hidup , namun bagaimana kita melihat setiap persoalan itu sesuatu hal yg positif an menghadapinya dg dingin (shobar) .
Dan salah satu sikap senantiasa ingin bicara (terutama mengenai hak orang lain ) itu diakibatkan tdk adanya sikap shobar pada kita.
Baik omongan itu hal yg realita yg sering dibahas antara suami dan istri, yang kadang omongannya itu bersifat tiba-tiba yang malah bukan menimbulkan kebaikan malah menjadi ribut dlm rumah tangga, begitupun dlm menghadapi masalah dgn anak2. Semua itu disebabkan tdk adanya sikap sabar dalam diri.

Seperti hal nya KULKAS , ia mampu menetralisir bakteri jika kita menyimpan ikan didalamnya, akan tetapi jika elemen pendinginnya tdk berfungsi maka akan menebar bau busuk.

Shobar juga kadang disebut sebagai Tirai utk menutupi sesuatu yg ada pada diri kita - teriutama yg keluar dalam setiap ucapan ,orang yg tdk shobar akan mudah terpancing dalam setiap pembicaraan tanpa melihat apakah yg diomongkannya itu manfaat - baik utk dikonsumsi atau tidak. Spontanitas itu menunjukan tdk adanya sikap shobar .

Ketulusan dan ke-Ikhlasan - kesabaran ,adalah kata yg mudah utk diucapkan...tapi itu bukan pekerjaan Lisan , ia adalah kesepakatan antara perbuatan dengan hati, jadi jangan mengambil hak ' Hati " dgn Lisan mu ,sbb sekalipun mudah dan ringan, itu adalah pekerjaan hati...


Manusia yg tidak memiliki sikap shobar akan terlihat dalam perangainya, yg kadang menjadi karakter seseorang yg justru memperlihatkan keburukannya .

Saya mengapresiasi ttg cerewetnya kaum (ibu ) perempuan. Hal itu bergantung cara pandangnya.Bisa jadi krn nada atau vokal yg sdh meng-Karakter atau juga mungkin krn faktor lain, misalnya faktor emosional. Ada ibu yg mengekspresikannya spt itu pdhl ia sangat sayang baik kpd anak maupun suaminya atau org lain sekalipun.
Yang dilarang oleh agama adalah adalah perilaku / perangai yg berlebihan, artinya berperangai buruk. Jadi cerewet itu sah-sah saja selama perangainya baik.(sebab cerewet itu kata yg konotatif)
Dalam sebuah riwayat ada sekelompok Yahudi yang melecehkan Nabi dengan mengatakan Assamu alaikum (matilah bg kamu) dan Nabi menjwb dengan kata2 Alaika salam (atas kamu juga) Tiba2 Aisyah bangkit dan mengtkan ,matilah bagi kalian wahai anak2 monyat dan anak2 babi " kata Aisyah" .
Apa yang telah kau katakan wahai Aisyah..? aku berkata benar krn mrk dilaknati monyet dan babi dlm Al-Qur'an , jwb Aisyah. kata2 mu benar,...tapi cara2 membentaknya itu yang tdk benar , krn perangai seperti itu akan menjelma sebagai mahluq yg paling buruk dan akan menemanimu di alam kubur.

Kesabaran dan ketulusan suami istri itu yang akan memcuci bersih sifat2 buruk keduannya.

Kebergntungan hati manusia kpd-Nya ,melahirkan kepercayaan diri utk tdk bergantung kpd selain -Nya. ketaatan suami - istri kpd Alloh Swt , taK ADA TEMPAT UTK IRI, DENGKI, KHIANATDAN SIFAT RAKUS PD HATI YG TLH ISTIQOMAH. Itulah sbb nya surga lbh banyak dihuni oleh para bidadari sdgkan bidadari itu adalah wujud dari para wanita sholehah. Abu Abdillah ditanya ttg sebuah hadits yg menyebutkan bhw isi neraka itu kebanyakan perempuan. Abu Abdillah menjwb : Ketahuilah bahwa surga lbh banyak dihuni oleh bidadari dan bidadari itu adalah wanita sholehah (didunia).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar