Kamis, 20 September 2012

310 : SIFAT - SIFAT ORANG MUKMIN

oleh : Abah Than-than


Dzu Al-Nun Al-Mishri menuturkan tentang sifat-sifat orang Mukmin:

“Kegembiraan seorang Mukmin akan tampak pada wajahnya, sedangkan kesedihannya tersimpan di dalam hatinya. Dadanya adalah yang paling lapang, dan hatinya sangat lembut dan ringan. Hati dan nuraninya dapat mencegah segala bentuk kejahatan dan mendorong untuk melakukan segala bentuk kebaikan. Hatinya dapat mengendalikan sifat iri hati, dengki, memaki orang lain, perbuatan tercela, kebencian, kesombongan, dan ingin dipuji. Ketika hendak berbuat, akalnya selalu mempertimbangkan akibat perbuatannya.


Orang beriman tidak suka berceloteh dan sangat menghargai waktu, tidak pernah sombong dan membuang-buang waktu. Tertawanya hanya dengan senyum, bentuk pertanyaannya adalah pelajaran yang berharga, dan evaluasinya adalah pemahaman. Ia tidak pelit dan tidak pernah terburu-buru, tidak pernah bosan dan tidak bodoh, tidak pernah mengeluh atau gelisah, tidak kasar dan tidak sombong. Apabila mengh adapi konflik, ia segera mengevaluasi segala sesuatunya dengan bijak dan simpatik. Ia selalu adil meski dalam keadaan marah. Bersikap lembut saat dibutuhkan dan memiliki cinta yang tulus. Janjinya dapat dipercaya dan selalu ditepati. Ia selalu menanamkan rasa kepedulian dan ingin selalu membantu orang, dermawan dan bertanggung jawab, selalu mengorbankan waktu untuk kepentingan agamanya, selalu mengendalikan hawa nafsunya, tidak suka membalas orang yang menyakitinya, dan tidak peduli terhadap hal yang tidak begitu penting.

Orang mukmin jika dicaci dan dicela, tidak pernah balas mencela; jika diminta atau dituntut sesuatu – bahkan dicegah untuk melakukan sesuatu – tidak pernah marah. Ia tidak pernah gembira yang membuatnya lupa diri, tidak iri atas kedudukan dan prestasi orang lain. Ia tidak pernah menggunjingkan keburukan orang, selalu gembira dan manis mukanya, tidak keji dan tidak pernah menipu. Ia mampu menahan marah dan senantiasa tersenyum. Pandangannya amat teliti dan kehatia-hatiannya begitu besar. Inilah orang Mukmin yang sebenarnya”.
oleh Abd Al-’Aziz Al-Darini)>By D . F

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar