Senin, 04 Juni 2012

213 : MEMAKNAI ARTI SAHADAT YANG SESUNGGUHNYA

Dari gejala gejala faham dimasyarakat ini izinkan saya tuk mengurai makna arti sahadat itu,
Adapun kalimat ashadu al lailah ha illallah itu dinamakan sahadat tauhid, sebab Sahadat merupakan rukun islam yang pertama maka dari itu untuk masuk islam salah satunya harus mengikuti rukun islam yang pertama tsb karena orang dikatakan islam kalau sudah melakukan sahadatnya, bagi sebagian kalangan syareat untuk bisa masuk islam cukup bersahadat 3x sudah dikatakan islam, dan ramailah orang orang tuk bersahadat, tapi apakah mereka mengerti makna arti sesungguhnya sahadat itu yang saya pelajari dimasyarakat dan bertanya mereka mengatakan dengan sahadatnya bahwa tiada tuhan selain allah dan nabi muhammad itu utusan allah, setelah saya tanyai udah kenal muhammad dan kenal allah mereka jawab belum, ini kan aneh belum kenal kok sudah menyaksikan itu namanya lucu, tetapi mereka berdali bahwa kami mengetahui melalui kitab suci dan hadishnya, saya tanya lagi udah melihat mata kepala sendiri mereka jawab belum, hemmmm
didalam kalimat tersebut kita bersaksi dengan sepenuh rasa bahwa tiada yang lain hanya allah semata-mata tiada sekutu baginya didalam segala hal dan tiada sesuatupun yang bercampur aduk dengannya hanya semata mata dia saja tiada yang lain. Oleh karena itulah kita bersaksi pada diri kita sendiri tiada yang nyata pada kita hanya allah semata, kita nafi tubuh kita dan kita isbatkannyakepada nyatanya allah semata mata (diri batin kita).
Adapun kalimat wa ashadu ana muhammadur rasulullah itu dinamakan sahadat rosul, sebab pada kalimat ini kita melafazkan bersaksi yang menyampaikan dan menanggung diri rahasia allah adalah muhammad yaitu zahir kita dan dengan melafazkan kalimat tersebut beriklar dan bersaksilah kita dengan kita sendiri  bahwa diri zahir kita tetap akan menanggung rahasia allah dan akan menjaganya buat selama lamanya.
Adapun hakekat ketuhanan itu adalah diri batin kita (rohani) dan hakekat kerosulan itu adalah diri zahir kita (jasmani) diri batin adalah sebenar benarnya diri yang menyatakan rahasia tuhan dan untuk menyatakan diri rahasia allah tersebut adalah diri zahir kita. Jadi diri zahir kitalah yang menyatakan rahasia ketuhanan allah SWT. Oleh demikianlah diri zahir kita ini disebut hakekat rosul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar