Rabu, 13 Juni 2012

223 : APAKAH TUMA'NINAH TERMASUK RUKUN SHALAT ?

PERTANYAAN


Nunu Nurul Qomariyah

Assalamu'alaikum

Bismillah >>
mau tanya apa Tuma'ninah termasuk rukun sholat? Mohon sharenya ^_^


JAWABAN




Dody Chandra


wa alaykumussalaam warahmatullahi wabarakatuh

bismillah tawakkaltu 'alallah

sedikit referensi
Tuma’ninah adalah tenang atau tidak tergesa-gesa.

Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wasallam melakukan shalat dengan tuma’ninah (rileks), yaitu sikap tenang atau diam sejenak sehingga dapat menyempurnakan perbuatannya, dima posisi tulang dan organ tubuh lainnya dapat berada pada tempatnya dengan sempurna.

Kebanyakan orang mengira, bahwa jumlah bacaan dalam setiap gerakan shalat dijadikan sebagai ukuran waktu selesainya sikap berdiri, duduk, rukuk, maupun sujud. Padahal bacaan itu bukanlah sebuah aba dalam shalat kita. Setiap bacaan yang diulang-ulang merupakan aspek meditasi, autoterapi, autosugesti, berdo’a, mencari inspirasi, penyembuhan, menunggu intuisi atau petunjuk, bahkan untuk menemukan sebuah ketenangan yang dalam. Akibatnya bisa jadi lamanya berdiri mencapai lima menit, duduknya lia menit, sujudnya sepuluh menit, sehingga lamanya shalat bisa mencapai lebih dari setengah jam. Apalagi shalat bukan hanya untuk menterapi mental tetapi juga untuk menterapi fisik agar bias kendor dan rileks. Tentunya tidak mungkin dilakukan deng terburu-buru, karena aspek meditatif dalam shalat tidak akan ditemukan. Jika dilakukan dengan tuma’ninah, selepas dari shalat kita akan mendapatkan apa yang dikatakan oleh muadzdzin sebagai sebaik-baik amal (hayya ala khoiril amal) atau peak experience.

Pada saat duduk (iftirasy) sebenarnya beliau sedang melakukan dialok untuk menyelesaikan persoalan yang dirasa rumit untuk dipecahkan. Pada saat itulahbeliau sedang menunggu jawaban atas kesulitan yang beliau alami. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari cara beliau dengan menjadikan shalat sebagai alat untuk berkomunikasi dan memohon pertolongan kepada Allah, serta tempat untuk mengistirahatkan jiwa dan fisik. Apabila kita telah melakukan shalat dengan benar, dengan cara relaksasi yang dalam dan penyerahan yang total kepada Allah, mak tidaklah mungkin orang yang sudah melakukan shalat akan berhati kasar atau pikirannya melonjak-lonjak karena tidak tenang.

Orang yang melakukan shalat dengan tenang dan rileks akan menghasilkan energi tambahan dalam tubuhnya, sehingga tubuh merasa fesh

monggo di tindak lanjuti
barakallahu lana walakum
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'
(Al-Baqarah :238)


Rukun-Rukun Salat

Salat mempunyai rukun-rukun yg apabila salah satunya ditinggalkan maka batallah salat tersebut. Berikut ini penjelasannya secara terperinci tentang rukun-rukun salat.

Berniat Yaitu niat di hati utk melaksanakan salat tertentu hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya.” Niat itu dilakukan bersamaan dgn melaksanakan takbiratul ihram dan mengangkat kedua tangan namun tidak mengapa kalau niat itu sedikit lbh dahulu dari keduanya.

Membaca Takbiratul Ihram Yaitu dgn lafazh “Allaahuakbar.” Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Kunci salat itu adl bersuci pembatas antara perbuatan yg boleh dan tidaknya dilakukan waktu salat adl takbir dan pembebas dari keterikatan salat adl salam.”

Berdiri Hal ini berdasarkan firman Allah saw “Peliharalah segala salat dan salat wustha . Berdirilah krn Allah dgn khusyu’.” Sabda Rasulullah saw kepada Imran bin Hushain “Salatlah kamu dgn berdiri; apabila tidak mampu maka dgn duduk; dan jika tidak mampu juga maka salatlah dgn berbaring ke samping.”

Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat SalatFardu dan Salat Sunah

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Tidak sah salat seseorang yg tidak membaca surat Al-Fatihah.”

Ruku’ Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Hai orang-orang yg beriman ruku’lah kamu sujudlah kamu sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” Juga berdasarkan sabda Nabi saw kepada seseorang yg tidak benar shalatnya ” .. kemudian ruku’lah kamu sampai kamu tuma’ninah dalam keadaan ruku’.”

Bangkit dari Ruku’ Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw terhadap seseorang yg salah dalam salatnya ” .. kemudian bangkitlah sampai kamu tegak lurus berdiri.”

I’tidal Hal ini berdasarkan hadits tersebut di atas tadi dan berdasarkan hadits lain yg berbunyi “Allah tidak akan melihat kepada salat seseorang yg tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.”

Sujud Hal ini berdasarkan firman Allah SWT yg telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda Rasulullah saw “Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma’ninah dalam sujud.”

Bangkit dari Sujud Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Kemudian bangkitlah sehingga kamu duduk dgn tuma’ninah.”

Duduk di antara Dua Sujud Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Allah tidak akan melihat kepada shalat seseorang yg tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.”

Tuma’ninah Ketika Ruku’ Sujud Berdiri dan Duduk Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw kepada seseorang yg salah dalam melaksanakan shalatnya “Sampai kamu merasakan tuma’ninah.” Tuma’ninah tersebut beliau tegaskan kepadanya pada saat ruku’ sujud dan duduk sedangkan i’tidal pada saat berdiri. Hakikat tuma’ninah itu ialah bahwa orang yg ruku’ sujud duduk atau berdiri itu berdiam sejenak sekadar waktu yg cukup utk membaca satu kali setelah semua anggota tubuhnya berdiam. Adapun selebihnya dari itu adl sunah hukumnya.

Membaca Tasyahud Akhir Serta Duduk Adapun tasyahhud akhir itu maka berdasarkan perkataan Ibnu Mas’ud ra yg bunyinya “Dahulu kami membaca di dalam salat sebelum diwajibkan membaca tasyahhud adalah ‘Kesejahteraan atas Allah kesejahteraan atas malaikat Jibril dan Mikail.’ Maka bersabdalah Rasulullah saw “Janganlah kamu membaca itu krn sesungguhnya Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adl Maha Sejahtera tetapi hendaklah kamu membaca “Segala penghormatan salawat dan kalimat yg baik bagi Allah. Semoga kesejahteraan rahmat dan berkah Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan hamba-hamba yg salih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yg hak melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adl hamba dan rasulNya.” “Apabila salah seorang di antara kamu duduk hendaklah dia mengucapkan ‘Segala penghormatan salawat dan kalimat-kalimat yg baik bagi Allah’.” Adapun duduk utk tasyahud itu termasuk rukun juga krn tasyahhud akhir itu termasuk rukun.

Membaca Salam

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Pembuka salat itu adl bersuci pembatas antara perbuatan yg boleh dan tidaknya dilakukan waktu salat adl takbir dan pembebas dari keterikatan shalat adl salam.”

Melakukan Rukun-Rukun Salat Secara Berurutan Oleh krn itu janganlah seseorang membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan janganlah ia sujud sebelum ruku’. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw “Salatlah kalian sebagaimana kalian melihatku salat.” Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun salat sebagaimana yg sudah ditetapkan oleh Rasulullah saw seperti mendahulukan yg semestinya diakhirkan atau sebaliknya maka batallah salatnya.


Raden Mas LeyehLeyeh


Tuma'ninah adalah salah satu Syarat dalam menjalankan beberapa rukun fi'li, misal sujud & Ruku'

maka Tuma'ninah itu satu paket dengan rukun itu sendiri karena rukun itu tidak sah jika tanpa TUMA'NINAH FIIHI


kesimpulannya : nurut saya adalah bahwa TUMA'NINAH bisa MASUK DALAM SALAH SATU RUKUN SHOLAT, karena di banyak kitab fiqih, Tuma'ninah dihitung satu rukun tersendiri ... saya cuplikkan sedikit dibawah ini ,,,

( أركان الصلاة ) أي فروضها أربعة عشر بجعل الطمأنينة في محالها ركنا واحدا

Rukun2 sholat disebut juga fardhu2 sholat adalah 14, dengan menghitung masing2 tuma'ninah sebagai satu rukun tersendiri.

~fathul mu'in 1/126~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar