Sabtu, 23 Juni 2012

231 : HUKUM MEMBAYAR HUTANG PUASA RAMADHAN

PERTANYAAN

Eny Nurul


assalamu'alaikum,,

Sahabat seperjuangan di huda sarungan,,semoga dlm keadaan sehat aamiin,,
Tak terasa bulan ramadhan telah menjelang bulan yg di nanti''setiap orang,namun ada seorang temaan yg kegelisahan campur seneng saat kn datangnya bulan yg penuh ramad itu,,
Saya: mba,,knp ko, gelisah gtu,,
Teman: iya mba,,sya seneng tp jg bingung,,
Saya: lako'bingung np,,? (sy pun jd ikut bungung)
Teman: gini mba,,soalnya sy ramadhan yg thn lalu masih punya hutang puasa,bahkn dri tahn''yg lalu,,
Saya:astaqfirullah,,itu wajib di bayar mbk,,
Teman:iya mbk sy pengen bangt membayarnya tp caranya gimn,,,???bahkn dri thn''sebelumnya hutang puasa sy banyk mbk,,,
Saya: waduh gimn y mba,,??? Coba nanti sy tanya sma temen''do pesantren HUDA insyaAllah di sana kn ada jwabanya,,^_^

Monggo shernya...


JAWABAN




Brojol Gemblung

 Wa'alaikumussalam

Silahkan dipahami keterangan berikut ini :

ﺍﻹﻗﻨﺎﻉ ﻓﻲ ﺣﻞ ﺃﻟﻔﺎﻅ ﺃﺑﻲ ﺷﺠﺎﻉ - ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻟﺸﺮﺑﻴﻨﻲ - ﺝ - ١ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٢٤ :

ﻭﻣﻦ ﺃﺧﺮ ﻗﻀﺎﺀ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻣﻊ ﺇﻣﻜﺎﻧﻪ ﺣﺘﻰ ﺩﺧﻞ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺁﺧﺮ ﻟﺰﻣﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻟﻜﻞ ﻳﻮﻡ ﻣﺪ ﻷﻥ ﺳﺘﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﻻ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻬﻢ ﻭﻳﺄﺛﻢ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺘﺄﺧﻴﺮ. ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ: ﻭﻳﻠﺰﻣﻪ ﺍﻟﻤﺪ ﺑﺪﺧﻮﻝ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻤﻜﻨﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻻﺳﺘﻤﺮﺍﺭ ﻋﺬﺭﻩ ﺣﺘﻰ ﺩﺧﻞ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻼ ﻓﺪﻳﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺘﺄﺧﻴﺮ.

Dan barangsiapa yg mengakhirkan qadha` puasa bulan Ramadhan seraya mungkin baginya untuk mengqadha`inya sehingga masuk bulan Ramadhan berikutnya, maka selain mengqadha` wajib baginya mengeluarkan satu mud untuk setiap harinya, karena enam shahabat telah merekomendasikan tentang ini dan tidak ada yg berbeda pendapat, dan dia juga berdosa sebab pengakhiran ini. Imam Nawawi berkata dalam kitab Majmu': Mud tersebut wajib baginya sebab masuk pada bulan Ramadhan. Sedangkan seseorang yg tidak berkemungkinan untuk mengqadha`i puasanya karena 'udzur yg terus menerus sehingga masuk pada bulan Ramadhan, maka tidak ada keharusan membayar fidyah atasnya sebab pengakhiran ini.


 Sunde Pati

 Sunde Pati

wa alaikum salam
jika ada orang gak puasa dalam beberapa hari dari bulan romadlon karena ada udzur atau tidak maka yg lebih baik baginya adalah cepat2 melakukan qodlo' selama bulan romadlon belum tibadan jika romadlon telah tiba lagi maka orang tersebut tetap puasa untuk fardlu puasa bukan puasa karena qodlo' setelah puasanya sampurna dibulan itu maka baru mengqodlo' puasa yg tertinggal,jika waktu ia meninggalkan puasa karena udzur entah sakit maupun bepergian,maka ia hanya kewajiban qodlo' saja dan tidak terkena kafarot tapi jika tanpa ada udzur maka ia wajib qodlo' dan juga wajib bayar fidyah disetiap seharinya 1 mud.

الحاوى الكبير ـ الماوردى (3/ 983)
قَالَ الْمَاوَرْدِيُّ : وَهَذَا كَمَا قَالَ إِذَا أَفْطَرَ أَيَّامًا مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ لِعُذْرٍ أَوْ غَيْرِهِ ، فَالْأَوْلَى بِهِ أَنْ يُبَادِرَ بِالْقَضَاءِ وَذَلِكَ مُوَسَّعٌ لَهُ مَا لَمْ يَدْخُلْ رَمَضَانُ ثَانٍ ، فَإِنْ دَخَلَ عَلَيْهِ شَهْرُ رَمَضَانَ ثَانٍ صَامَهُ عَنِ الْفَرْضِ ، لَا عَنِ الْقَضَاءِ فَإِذَا أَكْمَلَ صَوْمَهُ قَضَى مَا عَلَيْهِ ثُمَّ يَنْظُرُ فِي حَالِهِ ، فَإِنْ كَانَ أَخَّرَ الْقَضَاءَ لِعُذْرٍ دَامَ بِهِ مِنْ مَرَضٍ أَوْ سَفَرٍ ، فَلَا كَفَّارَةَ عَلَيْهِ ، وَإِنْ أَخَّرَهُ غَيْرَ مَعْذُورٍ فَعَلَيْهِ مَعَ الْقَضَاءِ الْكَفَّارَةُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ بِمُدٍّ مِنْ طَعَامٍ ، وَهُوَ إِجْمَاعُ الصَّحَابَةِ
-----------


jika ia mengakhirkan qodlo' puasa karena udzur yg berkepanjangan entah sakit atau bepergian ,maka ia hanya kewajiban qodlo' saja dan tidak terkena kafarot tapi jika tanpa ada udzur maka ia wajib qodlo' dan juga wajib bayar fidyah disetiap seharinya 1 mud.

link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/447457971945613/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar