Selasa, 26 Juni 2012

235 :PADA BULAN " SYURO " MENGAPA DI TANAH JAWA PADA UMUMNYA TIDAK BERANI MELANGSUNGKAN AQAD NIKAH ?

PERTANYAAN


Pardan Milanistie

mengapa di tanah Jawa pada umumnya tidak berani melangsungkan aqad Nikah pada bulan "Syuro", apa alasannya apa sekedar mitos atau apa ya???
monngo dipun share..konco- konco ngelmunipun

JAWABAN



Abah Than-than

syuro itu bertepatan dg bln Muharom dimana dibulan itu terjadi kedholiman ( sang Madh-lum cucu Rosululloh Saw) yaitu Sayyidu Syababi Ahli Jannah yaitu Sayyidu Imam Husein yg di sembilih oleh Syimr, shg para ulama menyebutkan bulan Muharom adalah bulan berduka ,bulan berkabung shg dg menghormati Syahid nya Al HUSEIN ,Kaum muslimin ikut berkabung dan tdk melakukan kegiatan yg sifatnya
hura2 atau makan2 atau pesta2. oleh sbb itulah kaum muslimin tdk melakukannya. ( berpesta pora).

kepala Al Husein disimpan di ujung tombak lalu digiring dari Nainawa ke Kerajaan Yazid bin Muawiyah selama 20 hari ,lalu kembali lagi ke Nainawa selama perjalanan 20 hari, setelah itu baru keluarganya menguburkannya, itulah riwayat kenapa ada istilah 40 dlm kematian.



Pardan Milanistie


saya gak tahu itu alasn secara mitos ata secara ideology(aqidah) sebab kebanyakan alasan orang-orang yang tidak berani melangsungkan pernikahan pada bulan syuro karena takut kena musibah dan lain lain yang bersifat keburukan
ini mnrt saya sebetulnya merupakan PR besar sebab banyak juga yang melangsungkan resepsi/ walimatul 'ursy pada bulan itu baik baik saja...
dan meyakini sesuatu yang bersifat Filosofis ke dalam batasan aqidah apa itu tidak di namakan musryik dan kebanyakan yang melakukan itu ta orang orang Islam di jawa ini dan setahu saya gak ada dalil qot'i dari al-Qur'an atau Hadist yang mengharomkan Nikah pada bulan Syuro, lalu lantas bagaimana kita meyakini dalam artian mengharomkan sesuatu yang tidak ada dalil ( petunjuk) dasar akan hal itu..
ini mungkin pemahaman saya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar