Rabu, 04 Juli 2012

243 : PERBEDAAN JIWA DAN RUH

Bissmillah>>

Hampir setiap kita menyepakati bahwa diri makhluk hidup terdiri dari badan, jiwa, dan Ruh.
tapi tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa diri makhluk hidup hakekatnya hanya terdiri dari jiwa dan raga saja .


Informasi tentang Jiwa dan Ruh tersebar di dalam Al Qur'an dalam kadar yang berbeda.p
erbedaan itu terkait dengan jumlah ayat yang menerangkannya maupun makna dalam penggunaanya.

kata Jiwa di dalam Al Qur'an di wakili dengan kata 'Nafs' . meskipun makna ' nafs' ini, secara umum bisa di artikan sebagai diri . penggunaan kata Nafs yang menggambarkan Jiwa di Firmankan Allah di dalam Al Qur'an tidak kurang dari 31 kali . sedangkan kata Nafs ( Anfus ) yang bermakna diri di firmankan tidak kurang dari 279 kali.

sementara itu kata ' Ruh ' atau Roh di dalam Al Qur'an di ulang - ulang oleh Allah sebanyank 10 kali. jadi jauh lebih sedikit di bandingkan dengan penggunaan kata 'Jiwa' dan 'dirir'.


PERBEDAAN JIWA DAN RUH


setidak - tidaknya ada tiga Hal yang menyebabkan Ruh dan Jiwa berbeda.


parbedaan yang pertama, pada Substansinya .

jiwa dan Ruh berbeda dari dari segi kualitas ' Dzatnya.
Jiwa di gambarkan sebagai dzat yang bisa berubah - ubah kualitas : naik dan turun , jelek dan baik, kotor dan bersih dan seterusnya . sedangkan Ruh di gambarkan sebagai dzat yang selalau bersih dan suci , berkualitas tinggi , bahkan di gambarkan sebagai turunan dari Dzat Ketuhanan.


Qs. Al Hijr (15 ) : 29

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh -Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Tingginya kualitas Ruh itu tergambar dari 2 hal, sebagaimana di sebutkan ayat di atas.

yang pertama, di tunjukkan oleh tunduknya malaikat kepada manusia ,
dan yang kedua, di tunjukkan oleh penggunaan kata ganti' KU', yang menggambarkan bahwa Allah mengetahui betapa dekatNya dzat yang bernama Ruh dengan Allah.

Kita tahu, malaikat tunduk kepada Adam setelah Allah meniupkan RuhNya kepada Adam sebagai seorang manusia . jadi kita bisa mengambil kesimpulan umum, bahwa Kualitas Ruh itulah yang menyebabkan meningkatnya kualitas seorang manusia , sehingga menjadikan Malaikat menghormatinya.

yang kedua, ketinggian dzat yang di sebut Ruh itu terlihat dari bagaimana Allah mengatakannay sebaga Ruh- Ku, tidak pernah Allah dalam FirmanNya , misalnya mengatakan JiwaKu, tetapi Dia menggunakan kata ganti kepunyaan itu , untuk menggambarkan Ruh.

penggunaan kta Ruh - Ku ini tentu jangan di tafsirkan sebagai Ruh Allah yang masuk kedalam diri manusia, melainkan Ruh milik ( ciptaan) Allah. meskipun diayat lain , allah juga mengatakan sebagian dari Ruh - Ku yang menggiring pada pemahaman bahwa Allah menimbaskan sebagian dari sifat - sifatNya kepada manusia lewat Ruh itu.

dengan Ruh itulash manusia menjadi memiliki kehendak, dengan Ruh itu pula manusia bisa berilmu pengetahuan , menjadi bijaksana, memiliki perasaan cinta, kasih sayang , serta berbagai sifat Ketuhahan dalam skala manusia. Ya Ruh adalah dzat yang menjadi media penyampai sifat - sifat Ketuhanan di dalam kehidupan manusia.

Qs. As Sajadah ( 32) : 9

ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.


dalam kaitannya dengan fisik , Allah menjelaskan bahwa Ruh tersebutlah yang menjadikan fungsi - fungsi kehidupan seperti penglihatan , pendengaran, dan hati manusia bisa di pahami oleh jiwa. jika tidak karena Ruh , maka fungsi penglihatan , pendengaran dan hati tidak menghasilkan kefahaman sebagaimana seorang manusia. seperti ayat di atas ini.

jadi kita bisa merasakan betapa istimewannya Ruh . Ruh - lah yang menjadikan kita sebagai manusia seutuhnya yang menularkan sifat - sifat Allah yang serba sempurna dalam skala manusia. karena demikian tingginya kualitas Ruh itu, maka di ayat lain Allah menegaskan bahwa Ruh adalah urusan Allah.

Qs. Al Israa' ( 17 ) : 85

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".


perbedaan yang kedua antara Jiwa dan Ruh adalah pada Fungsinya ,

jiwa di gambarkan sebagai sososk yang bertanggung jawab atas segala perbuatan kemanusiaannya . bukan Ruh yang bertanggung jawab atas segala perbuatan manusia melainkan Jiwa.

Ruh adalah dzat yang selalu baik dan berkualitas tinggi . sebaliknya hawa nafsu adalah dzat yang berkualitas rendah dan selalau mengajak kepada keburukan. sedangkan jiwa adalah dzat yang bisa memilih kebaikan atau keburukan tersebut , maka, jiwa harus bertanggung jawab terhadap pilihannya itu.
s
etiap jiwa akan menerima konsekuensi atau balasan dari perbuatan jelek atau baiknya. ia terkena dosa dan pahala. sedangkan Ruh selalau mengajak kepada kebaikan.

Dan yang ketiga, perbedaan itu ada pada sifatnya ,

jiwa bisa merasakan kesedihan, kekecewaan, kegembiraan, kebahagiaan dan lainnya, sedangkan Ruh bersifat stabil dalam kebaikan tanpa mengenal perbandingan. Ruh adalah kutub positip dari sifat kemanusiaan, sebagai lawan dari sifat setan yang negatip.

jadi kalau di gambarkan secara ringkas . Allah menciptakan badan manusia dari material tanah dan kemudian meniupkan sebagian Ruh - Nya kepada badan itu. maka hiduplah bahan organik tanah menjadi badan manusia, di sebabkan oleh adanya Ruh , dan akibat bersatunya badan dan Ruh , sejak itu pula mulai aktiflah jiwa manusia.
di dalam yang sudah ada Ruhnya itulah Jiwa berkembang mencapai bentuknya yang tertinggi. ada 2 kutub yang saling tarik menarik di dalam diri kita yaitu : Ruh dan badan.

Ruh mewakili sifat - sifat malaikat yang penuh dengan ketaatan , keikhlasan, akal sehat, kesucian, cinta kasih dan kesempurnaan, sedangkan badan mewakili sifat - sifat setan yang menggambarkan kehidupan materialistik, pemenuhan kebutuhan badaniah , keserakahan, kesombongan, dan segala tipu daya kehidupan.

Ruh adalah Akal sehat, sedangkan badan adalah hawa nafsu.

SISTEM OPERASI JIWA DAN RUH

Ruh adalah pemberi energi kehidupan yang menjadikan sosok badan - benda mati- bisa hidup dengan skala dinamikanya.
salah satu tugas Ruh adalah memberi energi kehidupan kepada manusia , yang di tiupkan oleh Allah kepada cikal bakal badan yang tadinya mati , sehinggan ia bisa menjadi hidup dan berfungsi.
namun demikian , energi kehidupan itu bukanlah satu - satunya tugas Ruh. sebab energi kehidupan itu belum memberikan kemampuan operasional pada kesadaran dan aktifitas manusia.

fungsi Ruh secara menyeluruh adalah membawa sifat - sifat Allah agar kehidupan manusia berjalan sesuai dengan FitrahNya.

Ruh menyebabkan seorang manusia hidup . badannya bertumbuh , berkembang biak, bisa bernafas, jantungnya berdenyut dan lain sebagainya, namun demikian , manusia tidak bisa beraktifitas dengan sempurna di dalam hidupnya kalau jiwanya tidak tumbuh dan berkembang. skill atau keahlian yang bersifat fisisk maupun psikis semuanya di kendalikan oleh Jiwa . Jiwa bekerja di dalam sistem Ruhani . jadi Ruh menghidupi badan dan jiewa sekaligus. badan maupun jiwa tidak bisa bekerja ketika Ruh tidak ada.

kemampuan menyanyi misalnya adalah fungsi Jiwa , kemampuan bermain sepak bola juga Fungsi Jiwa , demikian pula kemampuan berlogika , menganalisa berfikir, termasuk kemampuan berbudaya dan beragama adalah Fungsi dari Jiwa, bukan Fungsi Ruh, juga bukan fungsi badan. Jiwa adalah fungsi sentral sebagai Softwere dalam diri manusia. keberadaan badan dan Ruh adalah untuk memfasilitasi fungsi jiwanya . jiwa inilah yang menyebabkan seseorang berfungsi sebagai manusia seutuhnya.

karena itu jika seseorang mengalami gangguan jiwa , ia tidak lagi menjadi subyek dalam kehidupan beragama. Ia tidak dikenai tugas - tugas keagamaan, seperti Shalat, Puasa, Zakat , haji dan lain sebagainya.

Agama berfungsi untuk memproseskualitas jiwa dari yang bernilai rendah menjadi jiwa yang berderajat tinggi . dari jiwa yang berkualitas " nafs " al amarah menjadi ' nafs al muthmainnah.

Jiwa memiliki kecenderungan ke dua arah , yaitu baik dan buruk. maka beruntunglah orang - orang yang mengisi jiwanya dengan program yang baik - baik dan bermanfaat bagi kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar