Rabu, 11 Juli 2012

250 : TAKDIR MUBROM DAN GHOIRU MUBROM

 PERTANYAAN


Hamba Sahaya


Assalamu'alaikum.

Aq pernah mendengar,bahwa taqdir itu ada 2.

1 taqdir mubrom(tetap)
2 taqdir ghoiru mubrom(berubah rubah)

yg ingin saya tanyakan

dumateng poro sohabat.
contohnya antara taqdir no 1 dan no 2.
Monggo dipun share ilmunipun.
Matursuwun..



JAWABAN


Aryo Mangku Langit


wa'alaikumasalamWarohmatullohi Wabarokaatuh< ~1 taqdir mubrom(tetap)contohnya kalau habis senin pasti selasakalau setelah siang pasti malam kalau kita di taqdirkan lelaki ataupun perempuan  _2 taqdir ghoiru mubrom(berubah rubah)Misal kita di taqdirkan kaki kita terkena duri di jalannamun karena kita rajin sedekah atau bersyukur tiba-tiba duri itu di singkirkan oleh orang lain dan di buang      


Abah Than-than

Ada yg membuat hukum (Taqdir) yaitu Alloh Swt dan ini bersifat tetap (mubrom) dan ada mahkum (org yg menjemput Taqdir (dg Ikhtiyari).contoh, Kullu Nafsin Daa-iqotul maut. (hal ini tetap) namun si mahkum akan mendapati kematian itu dg berbagai cara/ jalan ,ada sakit , kecelakaan, bunuh diri atau saling bunuh. Jk yg sakit tertolong kemudian sehat lg, itulah yg dimaksud Taqdir Mualaq , yaitu ada usaha dulu dlm rangka menjemput Taqdir mubrom tsb.. Jd wajar jk ada org sakit berusaha utk sembuh, dlm rangka menuju yg mubrom akan tetapi berproses dg ikhtiyari ( taqdir mu'alaq). krn itupun diwajibkn oleh Alloh Swt,dlm firman-Nya," Innalloha Laa Yughoyyiru maa biqoumin Hatta Yughoyyiru maa bi-anfusihim ". Qs.13:11. Begitupun Alloh Swt menciptakan Laki2 dan perempuan ,adalah mrp hukum ketetapan-Nya -Mubrom. akan tetapi bersatunya dlm membina Rumah tangga ,hrs ada Ikhtiyari dr manusia dlm menjemput taqdir tsb yaitu yg tdk tetap (mualaq). Dan kedua istilah taqdir ini tdk bisa dipisahkan krn mrp satu garis ketentuan (antara mubrom dan mualaq).

hukum-Nya mubrom , prosesnya bg mahkum Mualaq.  spt diceriterakan bhw menjelang hari kiamat Matahari akan terbit dr Barat pdhal kita tahu biasanya dr timur.

‎"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ""ah"" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."  Ayat diatas merupakan Qodho -Nya, yg tidak akan berubah (mubrom), akan tetapi Alloh tlh memberinya Aqal pikiran agar manusia mampu mengembangkan dirinya dg Ikhtiyari dalam menentukan pilihan hidupnya. Jika kita menganggap bhw qodho/taqdir adalah ketentuan yg tidak bisa berubah maka seluruh manusia akan menyembah-Nya. Namun itulah manusia memilih jalan kehendaknya sendiri dg mengabaikan kehendak-Nya. Padahal Alloh mengajak Abu Jahal utk beriman kpd-Nya, namun dia menentukan jalannya sendiri. Manusia memang bukan robot namun hendaklah ia berjalan utk menjemput taqdir-Nya sesuai dg kehendak-Nya. Spt halnya kematian , hendaklah manusia mati dijalan-Nya ,tp banyak pula orang yg mati krn sia2.(dg saling bunuh atau bunuh diri).

Hal kedua kita tahu bhw Alloh lah yg menciptakan manusia (hal itu diawali dari Nabi Adam as), namun utk proses selanjutnya ada ihktiyar manusia (mualaq) yg menginginkan istri yg cantik dan anak yg sholeh. Proses pencarian teman hidup sampai hamilnyanya seorg perempuan adalah usaha /ikhtiyar manusia. semua itu adalah proses menjemput taqdir. sejalannya ketetapan hukum dan manusia yg berjalan pada hukum-Nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar