Kamis, 19 Juli 2012

262 : PERBEDAAN AWAL & AKHIR PUASA RAMADHAN

PERTANYAAN


Nugraha Jakaipunk II


Asslamu'alaikum,

Seandainya para ulama tidak mengagungkan kecerdasannya, tentu tidak ada perbedaan dalam permulaan dan akhir puasa bulan ramadhan.
Monggo hadistnya para ustadz, tentang awal dan akhir puasa ramadhan.
Maturnuwun, terimakasih, thank you, tse tse, kamsia, ich liebe diech, hahaha

JAWABAN



Aryo Mangku Langit


wa'alaikumsalamWarohmatullohi Wabarokaatuh> Sebernarnya ini Bukan Suatu Permasalahan yg perlu di permasalahkankarena dua-duanya sama benaryaSebab keputusan yg mereka ambil tentulah memakai Metode Bukan asal -asalan:  Seperti Muhammadiyah mislanyaMereka menggunakan Metode Hisab/perhitungandan ini benar adanya ========================== ===== Sedangkan Nahdhiyiin menggunakan Metode Ru'yatul hilal/melihat bulan dengan menggunakan alat Teropong Oleh team lajnah falaqiyah   Dan Metode Ini juga Di gunakan oleh Team lajnah Falaqiyah MUI/pemerintah/kementrian agama

Inilah Dalil yg Di jadikan Pijakan Bagi Ahli Hisab: Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung. Dasar pijakan aliran Hisab adalah Firman Allah:  Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}.


Dalil Yg Di jadikan Pijakan oleh Ahli Ru'yah:  Secara terminologi, ru’yah adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah. Hal ini sebagaimana firman Allah:  Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia… (QS. Al Baqarah: 189).Serta Hadist inilah yg menjadikan NU lebih mendahulukan Ru'yah:: Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim),,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar