Selasa, 12 Februari 2013

536 : HUKUM ALKOHOL DALAM MAKANAN

PERTANYAAN


Sang Aji


Assalamualaikum Warahmatullah -kiyai/ustadz/ustadzjah_ Islam mengharamkan khamr (minuman yg memabukkan- mengandung alkohol dlm jml tertentu). Ane mau tanya: "dlm sejenis minuman, batas kandungan alkohol berapa(%) yg diharamkan? Padahal jenis makanan tertenju jg mengandung alkohol (meski kadarnya sedikit), durian, tape, tempe dll. "utk minuman kemasan yg mengandung alkohol 5% haram gak?



JAWAB

Mbah Pardan Milanistie


wa'alaikum salam

nderek urun rembug..
Alkohol yang sengaja dibuat oleh manusia itu hukumnya
ada dua macam, ada yang memabukkan dan ada yang
tidak memabukkan. Adapun yang memabukkan, hukumnya
najis dan haram meminumnya.
Dasar pengambilan:
Kitab al Majmu’ Syarah al Muhadzdzab Juz 2 halaman
564:
ﻧَﺠِﺲٌ ﻓَﻻﻤُﺴْﻜِﺮُ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻩُ: ﻣُﺴْﻜِﺮٌ ﻓَﻘِﺴْﻤَﺎﻥِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴْﺬُ ﻭَﺃﻣَّﺎ
ﺟُﻤْﻬُﻮﺭِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ
ﻭَﻟَﻪُ ﺣُﻜْﻢُ ﺣَﺮَﺍﻡٌ, ﻭَﺷُﺮْﺑُﻪُ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀ
ﺍﻟﺘَﻨْﺠِﻴْﺲِ ﻭَﺍﻟﺘَّﺤْﺮِﻳْﻢِ ﻭَﻭُﺟُﻮﺏِ ﺍﻟﺤَﺪِّ.
ﺍﻟﺨَﻤْﺮِ ﻓِﻰ

Adapun Alkohol yang dihasilkan dari perasan buah
itu, ada dua macam: memabukkan dan tidak
memabukkan. Adapun yang memabukkan adalah
najis menurut kami dan menurut jumhur ulama,
dan meminumnya adalah haram. Dia mempunyai
hukum arak dalam hal menajiskan dan
mengharamkan serta kewajiban hukum had.
Alkohol itu memang ada yang halal dan suci seperti
alkohol yang terdapat dalam air tape, buah apel, buah
anggur dan lain sebagainya. Akan tetapi kalau air tape itu
misalnya didiamkan beberapa hari sampai keadaannya
dapat memabukkan jika diminum, maka menjadi tidak
halal dan tidak suci.
Jadi illat yang membuat tidak halal dan tidak suci adalah
sifatnya yang memabukkan. Anda tentu tahu bahwa air
nira ( legen) dari enau, siwalan, atau kelapa itu halal dan
suci. Tetapi manakala nira tersebut telah berubah
menjadi tuak, maka hukumnya haram dan najis. Dan jika
tuak tersebut telah berubah dengan sendirinya menjadi
cuka, maka hukumnya kembali menjadi halal dan suci.


TAMBAHAN KETERANGAN : http://huda-sarungan.blogspot.com/2012/12/414-hukum-alkohol-dalam-wewangian-parfum.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar