Jumat, 15 Februari 2013

539 : HUKUM BERSENGGAMA SAAT ISTRI ISTIHADZHOH

PERTANYAAN

Nunu Nurul Qomariyah

Assalamu'alaikum

terinspirasi dari status kang Siroj,
bolehkah suami menjimak istrinya yang sedang istihadhah?



JAWABAN


Sang Penyair Berdarah

wa'alaikum salam

BOLEH


وأفتى بعضهم بحرمة جماع من تنجس ذكره قبل غسله أي إن وجد الماء وينبغي تخصيصه بغير السلس لتصريحهم بحل وطء المستحاضة مع جريان دمها وغير من يعلم من عادته أن الماء يفتره عن جماع يحتاج إليه
حواشي الشرواني

tuhfahtul muhtaj juz 1/302



TELAH BERFATWA SEBAGIAN ULAMA(ASYAFI'IYYAH)AKAN KEHARAMAN BERJIMAK BAGI ORANG YG DALAM KEADAAN NAJIS DZAKARNYA SEBELUM MEMBASUH/MENSUCIKANNYA(YAKNI JIKA MEMANG ADA AIR UNTUK MEMBASUHNYA).
DALAM HAWASYI ASY SYARWANI DIJELASKAN PENGECUALIAN UNTUK MADZI(DI MA'FU) ALASANNYA ADALAH MASYAQQOH.DAN KEMA'FUAN INIPUN HANYA DI HUSUSKAN DLM JIMAK(SELAINNYA MAKA TETAP WAJIB MENSUCIKANNYA).
TENTU SAJA KETENTUAN HARAMNYA JIMAK TERSEBUT ADA PENGECUALIAN BAGI ORANG YG MENGIDAP BESER BERAT(SEBENTAR SEBENTAR KENCING) KARNA MEMANGPUN TELAH JELAS AKAN DIPERBOLEHKANNYA BERJIMAK SAAT ISTRI DALAM KEADAAN ISTIHADLOH BETAPAPUN DI SERTAI DARAH YG MENGALIR.

PENGECUALIAN SELAIN DARI PADA BESER JUGA ADA DALAM LANJUTANNYA YAITU WAGHOIRI MAN YA'LAMU MIN 'AADAATIHI ......

WALLAAHU A'LAM.


Ibnu Ma'mun



ikut nambah ibarah yang mudah di pahami atas kebolehan bersenggama saat istihadhoh.
[فرع: وطء المستحاضة]
: يجوز للزوج وطء زوجته المستحاضة وإن كان الدم جاريًا.
البيان في مذهب الامام الشافعي ج 1 ص 416

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar