Selasa, 26 Februari 2013

564 : ADAB BERUMAH TANGGA

 PERTANYAAN

IsTi Tie'tie



Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh
barusan dicurhatin temen, tentang suaminya yang seneng mengkritik masakan yang dibuatnya, kurang empuk lah, kurang asin lah, dkk..

bingung mau bilang gimana, jd cuma saranin buat sabar aj.. hehe..

Bagaimanakah Menyikapi seorang suami yang seneng mengkritik apa yg sudah dilakukan oleh istri???

Monggoo...


JAWABAN

Siroj Munir

wa'alaikum salam

WA AASYIRUUHUNNA BIL MA'RUF (Dan gaulilah isri-istrimu dengan baik).. Ayat qur'an itu kiranya sudah cukup sebagai pedoman dalam berumah tangga, dengan saling menghargai, saling menghormati dll..


Alloh subhanahu wata'ala berfirman :

وَعاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan bergaullah dengan mereka dengan baik" (An-Nisa' : 19)

Maksud dari "Mu'asyaraoh bil Ma'ruf' (menggauli dengan baik) adalah menggauli istri dengan pekataan, perbuatan dan tingkah laku yang baik, karena wanita memiliki hati yang lembut dan ia juga senang apabila suaminya memperlakukannya dengan baik sebagaimana ia memperlakukan suaminya dengan baik, sebagaimana firman Alloh :

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf" (Al-Baqoroh : 227)

Rosululloh shoolallohu 'alaihi wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ

"Orang yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya" (Sunan Turmudzi, no.3895, Sunan Ibnu Majah, no.1977 dan Shohih Ibnu Hibban, no.4177)

Sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi sendiri, beliau adalah orang yang sangat baik dalam bergaul dengan istri-istrinya, menyenangkan istri-istrinya dengan mengajak bercanda dan lain-lain, sampai sampai beliau pernah balapan lari dengan Sayyidah Aisyah rodhiyallohu 'anha demi menyenangkan hati Sayyidah Aisyah, sebelum tidur beliau juga menyempatkan untuk berbincang-bincang meskipun hanya sebentar dengan istrinya untuk menentramkan dan membahagiakan istrinya.

Maka cukuplah beliau sebagai teladan, sebagaimana firman Alloh :

لَقَدْ كانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

" Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian semua" (Al-Ahzab : 21)

Referensi : Tafsir Al-Munir, Juz : 4 Hal : 302-303

الحق الثالث- المعاشرة بالمعروف
أي تطييب القول وتحسين الأفعال والهيئات والإنصاف بالنفقة والمبيت، فإن المرأة ذات عواطف ومشاعر وحساسية مرهفة، وهي تحب من الرجل مثل ما يحب هو منها، كما قال تعالى: وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ [البقرة 2/ 228]. وقال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم فيما رواه ابن عساكر عن علي: «خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي». وكان من أخلاقه صلّى الله عليه وسلّم أنّه جميل العشرة، دائم البشر، يداعب أهله، ويتلطف بهم، ويوسعهم نفقته، ويضاحك نساءه، حتى إنه كان يسابق عائشة رضي الله عنها يتودد إليها بذلك، ويجمع نساءه كل ليلة في بيت التي يبيت عندها، فيأكل معهن العشاء في بعض الأحيان ثم تنصرف كل واحدة إلى منزلها، وكان إذا صلى العشاء يدخل منزله يسمر مع أهله قليلا قبل أن ينام، يؤانسهم بذلك صلّى الله عليه وسلّم، وقد قال الله تعالى: لَقَدْ كانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ [الأحزاب 33/ 21


Selain itu salah satu adab yang diajarkan Nabi adalah, tidak mencela makana, siapapun yang membuatnya, meski ia tidak menyukai makanan itu, sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh rodhiyallohu 'anhu :

مَا عَابَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، كَانَ إِذَا اشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

"Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam tidak pernah sekalipun menghina makanan, jika beliau suka, beliau akan memakannya, dan ketiuka beliau tidak suka, beliau akan meninggalkannya (tanpa mencela). (Shohih Bukhori, no.3563, 5409 dan Shohih Muslim, no.2064)


link diskusi :

http://www.facebook.com/groups/kasarung/556132917744784/?notif_t=group_comment_reply

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar