Senin, 03 Desember 2012

410 : LEBIH UNTAMA JADI IMAM ATAU MU'ADZIN ?

 PERTANYAAN


Sanusi El Ruzy


Wassalamu 'alaikum warohmah.

Mau tanya nie..
Lebih utama mana antara jadi Imam (solat) dgn jadi Muadzin.?
Sum0ngg0..

Assalamu 'alaikum warohmah.




JAWABAN:

Abdullah Afif

Ada perbedaan antara Imam Rafi'i dan Imam Nawawi.
Menurut Imam Rafi'i lebih utama jadi imam , sementara menurut Imam Nawawi lebih utama jadi muadzdzin.

Ta'bir sebagaimana dalam kitab Syarah Mahalli (Hasyiyah Qalyubi 2/163, syamilah)

وَالْإِمَامَةُ أَفْضَلُ مِنْهُ ) أَيْ مِنْ الْأَذَانِ ( فِي الْأَصَحِّ ) لِأَنَّهَا لِلْقِيَامِ بِحُقُوقِهَا أَشَقُّ مِنْهُ ( قُلْت : الْأَصَحُّ أَنَّهُ أَفْضَلُ مِنْهَا وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ) لِأَنَّهُ لِإِعْلَامِهِ بِالْوَقْتِ أَكْثَرُ نَفْعًا مِنْهَا

WAL IMAAAMAH AFDHALU MINHU AY MINAL ADZAAN FIL ASHAHHI LI ANNAHAA LIL QIYAAMI BIHUQUUQIHAA ASYAQQU MINHU
QULTU AL ASHAHHU ANNAHUU AFDHALU MINHAA WALLAAHU A'LAM
LI ANNAHUU LI I'LAAMIHII BIL WAQTI AKTSARU NAF'AN MINHAA

terjemahannya:
menjadi imam lebih utama dari pada adzan menurut pendapat yang ashah, karena sebab menjalankan hak-hak menjadi imam lebih berat dari pada adzan.

Aku (Imam Nawawi. pen) berkata: "pendapat yang ashah adzan lebih utama daripada menjadi imam, wallaahu A'lam.
Karena sebab memberitahukan waktu lebih banyak manfaatnnya dari pada menjadi imam

dan berikut keterangan Imam Nawawi dalam kitab al Majmu' 3/78-79
أَمَّا حُكْمُ الْمَسْأَلَةِ
adapun hukum permasalahan
فَهَلْ الْأَذَانُ أَفْضَلُ مِنْ الْإِمَامَةِ أَمْ هِيَ أَفْضَلُ مِنْهُ فِيهِ أَرْبَعَةُ أَوْجُهٍ

apakah adzan lebih utama dari menjadi imam ?
ataukah menjadi imam lebih utama dari adzan ?
Hal ini ada empat wajah (pendapat)
أَصَحُّهَا عِنْدَ الْعِرَاقِيِّينَ وَالسَّرْخَسِيِّ وَالْبَغَوِيِّ الْأَذَانُ أَفْضَلُ وَهُوَ نَصُّهُ فِي الْأُمِّ وَبِهِ قَالَ أَكْثَرُ الْأَصْحَابِ قَالَ الْمَحَامِلِيُّ هُوَ مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ قَالَ وَبِهِ قَالَ عَامَّةُ أَصْحَابِنَا وَغَلِطَ مَنْ قَالَ غَيْرَهُ وَكَذَا قَالَ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ إنَّهُ مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَعَامَّةِ أَصْحَابِنَا

Pendapat yang ashah menurut ulama Iraq, Imam Sarakhsi dan Imam Baghawi bahwa ADZAN LEBIH UTAMA. Dan itu merupakan nash Imam Syafi'i dalam kitab al Umm.
Dengan pendapat ini berkata mayoritas ashab.
Imam Mahamili bekata, itu adalah madzhab Syafi'i, Imam Mahamili berkata: dengan pendapat ini berkata kebanyakan ashab kami, dia menyalahkan yang berpendapat selain itu.
Demikian juga berkata Syeikh Abu Hamid: Itu adalah madzhab Syafi'i, dan kebanyakan ashab kami

وَالثَّانِي الْإِمَامَةُ أَفْضَلُ وَهُوَ الْأَصَحُّ عِنْدَ
الْخُرَاسَانِيِّينَ وَنَقَلُوهُ عَنْ نَصِّ الشَّافِعِيِّ وَصَحَّحَهُ الْقَاضِي أَبُو الطَّيِّبِ وَقَطَعَ بِهِ الدَّارِمِيُّ

Pendapat kedua:
Menjadi imam lebih utama. itu adalah yang ashah menurut ulama Khurasan. Mereka mengutip pendapat tersebut dari nash Imam Syafi'i. Pendapat ini dishahihkan oleh Qadhi Abuththayyib, dan putuskan oleh Imam Darimi
وَالثَّالِثِ هُمَا سواء حكاه صاحب البيان والرافعي وَغَيْرُهُمَا

Pendapat ketiga:
Keduanya sama. pendapat ini diceritakan oleh yang empunya kitab al Bayaan (Imam Imraani), Imam Rafi'i dan yang lainnya

وَالرَّابِعُ إنْ عَلِمَ مِنْ نَفْسِهِ الْقِيَامَ بِحُقُوقِ الْإِمَامَةِ وَجَمِيعِ خِصَالِهَا فَهِيَ أَفْضَلُ وَإِلَّا فَالْأَذَانُ حَكَاهُ الشَّيْخُ أَبُو حَامِدٍ وَصَاحِبُ الْبَيَانِ وَغَيْرُهُمَا وَنَقَلَهُ الرَّافِعِيُّ عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الطَّبَرِيِّ وَالْقَاضِي أَبِي الْقَاسِمِ بْنِ كَجٍّ وَالْمَسْعُودِيِّ وَالْقَاضِي
حُسَيْنٍ

Pendapat keempat:
Jika dia mengetahui dirinya bisa menjalankan hak-hak dan semua perkara (yang berkaitan dengan) menjadi imam, maka menjadi imam lebih utama, jika tidak maka adzan lebih utama.
Pendapat ini diceritakan oleh Syeikh Abu Hamid, shahibul bayaan (Imam Imrani) dan yang lainnya. Imam Rafi'i menukilnya dari Imam Abu Ali Aththabari, al Qadhi Abul Qasim bin Kajj, al Mas'udi dan Qadhi Husain

وَالْمَذْهَبُ تَرْجِيحُ الْأَذَانِ وَقَدْ نُصَّ فِي الْأُمِّ عَلَى كَرَاهَةِ الْإِمَامَةِ فَقَالَ أُحِبُّ الْأَذَانَ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " اللَّهُمَّ اغفر للمؤذين " وَأَكْرَهُ
الْإِمَامَةَ لِلضَّمَانِ وَمَا عَلَى الْإِمَامِ فِيهَا هَذَا نَصُّه


sumber refrensi :

www.piss-ktb.com/2012/12/2105-keutamaan-antara-imam-dan-muadzin.html


Nunu Nurul Qomariyah

kang nderek perso imam dan mu'adzin satu orang boleh gak ?


Sanusi El Ruzy

Neng Nunu Nurul Qomariyah, jawabane Makruh,
Muadzin sekalian mbor0ng imam.

>>>>>>>>
Sebenarnya Kami Sungkan, tanya2 sendiri, og di jawab2 sendiri..
Tp ada pertanyaan susulan dari Neng Nunu dan kami tak sengaja menemukan.
Ini ta'birnya.

الثانية إذا خير المرء بين الأذان الإمامة فيمبغي أن يختار الإمامة فإن لكل واحد منهما فضلا. و لكن الجمع مكروه. بل ينبعي ان يكون الإمام غير الموءذن.
و إذا تعذر الجمع فالإمامة أولى.

Yang kedua. Apabila seseorang di suruh memilih antara adzan dan jadi imam, hendaknya dia memilih imam. (kalau memang mumpuni syarat2 jadi imam). Tiap salah 1 dri keduanya punya keutamaan sendiri2. Mengumpulkan/memborong keduanya adalah Makruh (bagi2 pahala napa jgn di embat sndiri.. He). Maka hendaknya yg jadi Imam bukanlah muadzin. Karena udzur/alasan tersebut (makruh memborong) maka jadi imam lbih utama.

و قال قاءىلون الأذان أولى.
لما نقلناه في فضيلة الأذان و لقوله صلى الله عليه و سلم (الإمام ضامن و الموءذن موءتمن.) فقولوا في الإمامة خطر الضمان.0
Ulama' lain berkata, Muadzin lebih utama dgn alasan yg telah saya (Imam Ghozali) nukilkan.
Juga karena ada hadits. Imam adalah penanggung dan Mazdin adalah orang yg di amanati. (amanat lbih berat drpda menanggun)
و لأنه صلى الله عليه وسلم قال (اللهم أرشد الأءىمة و اغفر للموءذن) و المغفرة أولى بالطلب فإن الرشد يراد للمغفرة.
Dan juga karena sabda beliau, Ya Allah pandaikanlah/beri petunjuklah pada Imam2 dan ampunilah para Muadzin.
Dan ampunan itu lebih utama untuk di cari.
و في الخبر (من أذن في مسجد سبع سنين وجبت له الجنة. و من اذن أربعين عاما دخل الجنة بعير حساب) روي الشطر الأول منه الترمذي.
Barang siapa adzan di masjid selama 7 tahun maka wajib baginya surga. Barang siapa adzan 40 tahun maka masuk surga tanpa di hisab (HR. Golongan Awal, termasuk Turmudzi)
و في الخبر (من أذن سبع سنين محتسبا كتبت له براءة من النار) روه إبن ماجه.
Barang siapa adzan 7 tahun karena mencari ridlo Allah maka tertulis baginya bebas dari neraka.
و الصحيح أن الإمامة أفضل. إذ واظب عليها رسول الله صلى الله عليه و سلم و أبو بكر و عمر رضي الله عنهما و الأءىمة بعدهم.
(إحياء علوم الدين كتاب أسرار الصلاة. ص 643)

Dari keterangan di atas memang Tafsil tentang keutamaan/keafdlolan keduanya (Muadzin & Imam) Tp, Pendapat Yg SHOHIH ialah menjadi Imam itu lebih utama karena hal tersebut dicontohkan/dikerjakan oleh Rasulullah, Abu Bakar, Umar, dan Khalifah setelahnya.
(Lihat: Ihya' Ulumuddin Kitab Asror As-Solat hal 643)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar