Jumat, 28 Desember 2012

453 : TENTANG ILMU

oleh :Sanusi El Ruzy

¤ ~ TENTANG ILMU ~ ¤

Dalam Qur'an

قوله : (و قوله عز و جل : رب زدني علما) واضح الدلالة في فضل العلم لأن الله تعالى لم يأمر نبيه صلى الله عليه و سلم بطلب الإزدياد من شيء إلا من العلم. و المراد بالعلم العلم الشرعي الذي يفيد معرفة ما يجب على المكلف من أمر دينه في عباداته و معاملاته.
(فتح الباري بشرح صحيح البخاري الجرء 1 ص 172)

Perkataan Mushonnif (Imam Bukhori) "Firman Allah Azza wa Jalla [ROBBI ZIDNI 'ILMAN]" sangat jelas dalam menunjukkan keutamaan Ilmu. Karena sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kepada nabi-Nya SAW dari tambahnya sesuatu kecuali ilmu.
Yang di maksud ilmu disini Ilmu Syari'at/Agama yg bermanfaat untuk mengetahui apa yang di wajibkan bg seorang mukalaf dari perkara/permasalahan agama dalam ibadah dan mu'amalahnya.
(Lihat: Fathul Bari syarh Shohih Bukhori Juz 1 hal 172)
Hal ini senada dgn apa yg di utarakan Habib Zein bin Sumaith,

قال الله تعالى لنبيه صلى الله عليه وسلم (و قل رب زدني علما) {طه 114} و أمره بطلب الزيادة من العلم إذ هو أشرف الخصال و أرفع الخلال.
(المنهج السوي ص 108)

Allah berfirman pada Nabi-Nya SAW "WA QUL ROBBI ZIDNI 'ILMAN" Q.S Thoha 114." Allah memerintahkan pada Nabi SAW, untuk mencari tambahan Ilmu, karena Ilmu Paling mulianya Pekerti.
(Lihat: Minhaj as-Sawi hal 108)
Di ayat lain Allah Berfirman,

قوله تعالى {شهد الله أنه لآ إله إلا هو و الملآءىكة و أولو العلم} فانظر كيف بدأ سبحانه و تعالى بفسه و ثنى بملاءيكته و ثلث بأهل العلم.
(إحياء علوم الدين ربع العبادات ص 20)

Firman Allah, "SYAHIDA ANNALLAHU LAA ILAHA ILLA HUWA WAL MALAA_IKATU WA ULUL 'ILMI"
Lihatlah, bagaimana Allah mengawali dgn Dzat-Nya, kedua dgn Malaikat-Nya dan ketiga dgn Ahli 'Ilmi.
(Lihat: Ihya Ulumuddin Rub'ul 'Ibadaat hal 20)

Dalam Suatu Hadits,

قال صلى الله عليه و سلم : إن فضل العالم على العابد كفضلي على أدنى رجل من أمتي.
(منهاج العابدين ص 14)
Sesungguhnya keutamaan (Derajat) seorang Alim (ahli ilmu) atas Abid (ahli ibadah) itu seperti keutamaanku (Nabi) atas rendah2nya lelaki dari umatku (Nabi).
(Lihat Minhajul 'Abidin hal 14)

Dalam ATSAR,

قال ابن عباس رضي الله عنه : خير سليمان عليه السلام بين العلم و المال و الملك فاختر العلم فأعطاه الله المال و الملك.
(ذرة الناصحين ص 15)
Ibnu Abbas ra berkata, Nabi Sulaiman as di suruh memilih antara ilmu, harta, dan kerajaan. Dan beliau pun memilih ilmu, maka kemudian Allah memberinya harta dan kerajaan.
(Lihat: Dzuroh an-Nashihin hal 15)

قال الشافعي رضي الله عنه : من أرد الدنيا فعليه بالعلم و من أراد الآخرة فعليه بالعلم فإنه يحتاج إليه في كل منهما.
(البيان الجزء 1 ص 59)
Imam Syafi'i ra berkata, Barang siapa menginginkan Dunia maka harus dgn ilmu, barang siapa menginginkan Akhirat juga dgn ilmu, sesungguhnya ilmu di butuhkan di setiap keduanya.
(Lihat: al-Bayan juz 1 hal 59)

ورد {أن الدنيا يعطيها الله من يحب و من لا يحب و لا يعطي العلم إلا من يحبه من الأبرار}
(نشرطي التعريف ص 98)
Dan datang, Sesungguhnya Allah memberikan Dunia pada orang yg di cintai dan yang tidak di cintai-Nya. Dan Allah tidak memberikan Ilmu kecuali kepada orang yg di cintai-Nya.
(Lihat: Nasyrithi at-Ta'rif hal 98)

Dari nukilan di atas kita jadi tahu begitu mulianya ilmu, dan juga orang yg punya Ilmu.
Lalu ada hadits,
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : طلب العلم فريضة على كل مسلم.
Rasulullah SAW bersabda, Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (HR. Ibnu Majah 224)
قال عليه الصلاة و السلام {اطلبوا العلم و لو بالصين} قال سيدنا القطب عبد الله بن علوي الحداد رضي الله عنه (الصين) إقليم بعيد من أبعد المواضع قليل من الناس من يصل إليه لبعده. فإذا وجب علي المسلم أن يطلب العلم و إن كان في هذا المحل البعيد فكيف لا يجب عليه إذا كان بين العلماء و لا يلحقه في طلبه كثير موءنة و لا مشقة كثيرة.
(النصاءىح الدينية ص 91)

Nabi SAW bersabda,Tuntutlah Ilmu walau ke negri Cina. Sayyiduna al-Quthb al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata, Cina ialah daerah jauh dari sebagian tempat2 yg jauh, hanya sedikit manusia yg sampai disana karena begitu jauhnya. Apabila seseorang Muslim Wajib untuk mencari Ilmu meski di tempat yang jauh, lalu bagaimana tidak wajib, baginya bila dia ada di sekitar Ulama' yg tidak butuh banyak biaya dan kesulitan untuk menemuinya (ulama).
(Lihat : Nasho_ih ad-Diniyah hal 91 )

Dan jangan sekali-kali kita beralasan ini itu agar bisa berkilah dari kewajiban belajar.

و ربما اجتنب بعض الجهال أهل العلم و مجالس العلماء خوفا أن يعرف ما يلزمه العمل به. يظن أن ذلك عذر له. و هيهات..! إنما ذلل يزيده تشديدا و مطالبة. لأنه أعرض عن أحكام الله علما و عملا فهو أشد. و غاية العذر في أشياء تكون لمن ربي في البادية و في بعد عن أهل الإسلام. و من هو مسلم و آباوءه مسلمون أنى له العذر .
(الدعوة التامة ص 38)

Banyak sekali, sebagian dari orang2 bodoh menjauhi ahli ilmu dan majlis ulama karena takut mengetahui apa2 yg di wajibkan baginya. Dan mengira hal tersebut termasuk Udzur. Sangat jauh sekali..! Padahal hal tersebut semakin menguatkan dirinya untuk mencari ilmu. Sesungguhnya dia berpaling dari hukum2 Allah, baik ilmu dan amalnya.
Sesungguhnya yg termasuk udzur ialah seseorang yg hidup di pedalaman/hutan dan jauh dari orang muslim lain.
Bagaimana dgn Seseorang yg dia muslim, ayah2nya muslim?
Lalu dimana Udzurnya?
(Lihat: Da'wah at-Taammah hal 38)

Tapi ngomong-ngomong, ilmu apa sih yang wajib di pelajari?
Manusia berselisih dalam masalah ilmu yg wajib di cari.
- Ulama' Ahli Kalam berkata : Yang wajib adalah Ilmu Kalam, karena dgn ilmu ini dapat mengetahui Tauhid dan Dzat Allah.
- Ulama' Fuqoha' berkata : Yang Wajib, Ilmu Fiqh. Karena dgn ilmu ini bisa tahu ibadah, halal, haram, mana mu'amalah yg di haramkan mana yg halal.
- Ulama' Mufassir dan Muhaddits berkata : Yang Wajib Ilmu Kitab dan Sunnah, karena dgn keduanyalah lantaran/asal dari ilmu2.
- Ulama' Mutasawwifah berkata : Yang di kehendaki ya Ilmu ini ( Ilmu Tashawuf).
(Lihat: Ihya Ulumuddin, rub'ul 'ibadaat hal 54)

Dalam kitab lain disebutkan,
يفترض على المسلم طلب علم ما يقع له في حاله في أي حال كان فإنه لا بد من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له في صلاته بقدر ما يوءدي به فرض الصلاة
(تعليم المتعلم ص 4)
Diwajibkan bg setiap muslim mencari ilmunya sesuatu yg berhubungan dgn dirinya, dan sesungguhnya solat itu harus/wajib baginya, maka di wajibkan mencari ilmunya segala sesuatu yg berhubungan dgn solat sehingga dia dapat menunaikan kewajiban solat.
(Lihat: Ta'lim al-Muta'allim hal: 4)

Dari sini sudah dapat kita simpulkan ilmu yg wajib adalah ilmu Agama, ilmu tentang ibadah kita kepada-Nya. Bukan Ilmu dunia.
Hal ini sangat jelas diutarakan oleh al-Imam Ahmad bin Ruslan,
ففرضه علم صفات الفرد * مع علم ما يحتاجه الموءدي
Fardlunya Fardlu (Fardlu 'Ain) itu ilmu tentang Sifat2-Nya #
Beserta ilmunya sesuatu hal yg dibutuhkan seorang muslim dalam menunaikan kewajibannya

من فرض دين الله في الدوام * كالطهر و الصلاة و الصيام
Yaitu kewajiban Agama Allah yg selamanya #
Seperti bersuci, solat, dan Puasa.
(Lihat: Ifadah as-Saadah al-Umad bi Taqriri Ma'ani Nadhmi az-Zubad hal 121)

Sekarang sudah jelas bagi kita apa sih yg di maksud ILMU dalam hadist "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim."
Kadang kami sangat miris melihat orang yg dgn lantangnya menukil Hadits "Tholabul Ilmi Faridlotun Ala Kulli Muslimin" tanpa melihat Ilmu apa yg di maksud dalam hadits tersebut.

Apabila kita sudah tahu bahwa menuntut ilmu (agama) itu wajib, tentu kita juga tahu bagaimana hukum meninggalkannya.?
Kemudian Bagaimana dgn sekolah, pelajaran umum, dll?
Apakah tidak wajib..?
TIDAK...
Bila ilmu2 selain ilmu agama tidak wajib, bagaimana hukum mempelajarinya .?
من العلوم ما ليس بديني و لا شرعي بحكم الأصالة كعلوم اللغة و الحساب و الطب فيجوز أن تعلم هذه العلوم و تتعلم لقصد الأمور الدنياوية المباحة.
(الدعواة التامة ص 63)
Sebagian dari Ilmu2 ialah sesuatu yg tidak termasuk (Ilmu) agama dan Syari'at itu seperti hukum awalnya. Seperti ilmu bahasa, hitungan dan kesehatan. Maka boleh belajar dan mengajar ilmu2 ini dgn tujuan duniawi yg di perbolehkan.
(Lihat: Da'wah at-Taammah hal 63)

Setelah kita belajar dan jadi Alim/Tahu apakah terus kita bangga dgn ilmu kita?
Sekali-kali jangan..!!
فعالم بعلمه لم يعملن * معذب من قبل عباد الوثن
Seorang yg tidak mengamalkan ilmunya # Di siksa sebelum para penyembah berhala
(Lihat : Nadzom Zubad )

Amalkan ilmu yg kita miliki, kalau pun kita punya ilmu jangan malu untuk berkata "SAYA TIDAK TAHU"
Banyak dari para salafus sholeh kita yg tidak malu berkata "SAYA TIDAK TAHU" diantaranya, Sufyan ats-Tsauri, Malik bin Anas, Ahmad bin Hanbal, Fudail bin 'Iyadl, Bisyir bin al-Harits dll.
سءىل مرة الشعبي رحمه الله تعالى عن مسألة فقال :" لا أدري" فقالوا له ألا تستحي من قولك : "لا أدري" و أنت عالم (العراق)? فقال : إن الملاءىكة عليهم الصلاة و السلام أكثر أدبا و علما منا و لم تستح من قولها : سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتنا.
(تنبيه المغترين ص 62)
Dalam suatu kesempatan asy-Syi'bi rh ditanya dari suatu masalah. Dia pun menjawab, Saya tidak tahu.
Para hadirin pun berkata padanya, Apakah engkau tidak malu dgn ucapanmu "Saya tidak tahu" dan engkau adalah orang Alim (negri Iraq)? Dia pun menjawab, Sesungguhnya Malaikat as yg lebih banyak adabnya dan ilmunya dari kita saja tidak malu dari ucapan mereka, Maha suci Engkau (Allah) tidak ada ilmu pada diri kami kecuali yg telah Engkau ajarkan pada pada kami.
(Lihat: Tanbih al-Mughtarin hal 62)
Rasulullah saja tidak malu menjawab "Saya tidak tahu" saat ditanya tentang tempat yg baik dan yg buruk di bumi. (sehingga datang wahyu baru Baginda menjawab)
(Lihat: Ihya Ulumuddin Juz 1 hal 68)

RIWAYAT PARA ALIM

1. Imam Syafi'i hafal Qur'an pada usia 7 tahu, hafal kitab Muwatho' di usia 10 tahun, beliau menghatamkan Qur'an sekali setiap malam. Dan di bulan Romadlon 60 kali, kesemuanya di dalam solat.
Beliau berkata, Sejak umur 12 tahu aku tidak pernah kenyang, karena hal tersebut memberatkan badan, mengeraskan hati, mengundang fitnah, membuat tidur, membuat malas dari ibadah. Aku tidak pernah bersumpah Demi Allah seumur hidupku, tidak dalam kebenaran juga tidak dalam kebohongan.
Ketika ditanya dan beliau diam, maka ada yg berkata, kenapa engkau tidak menjawab?
Beliau pun menjawab, aku akan menjawab sehingga aku tahu lebih utama mana antara diamku atau jawabanku.
2. Imam Malik selalu bermimpi bertemu Nabi SAW setiap malam.
Imam Abu Hanifah berkata, aku tidak melihat seseorang yg lebih tahu tentang Sunnah Rasulullah melebihi darinya (Imam Malik)
3. Imam Abu Hanifah ra menghidupkan malam dgn membaca al-Qur'an dalam salat selama 30 tahun, solat subuh dgn wudlu salat isya' selama 40 tahun.
4. Imam Ahmad bin Hanbal solat (sunah) 300 rokaat setiap hari. Beliau sudah menghidupkan malam sejak beliau masih kecil. Khatam Qur'an setiap hari. Imam Syafi'i berkata, Aku keluar dari Baghdad dan tidak aku tinggallkan disana yg lebih Faqih, Waro', Zuhud, Alim melebihi Imam Ahmad bin Hanbal.
5. Umur Imam an-Nawawi di hitung begitu juga kitab karangan beliau.
Maka di ketahui, setiap hari ada 10 lembar yg dikarang. (ini menghitung sejak beliau lahir, padahal beliau mengarang kitab tidak sejak lahir)
(Lihat: 'Ianah at-Tholibin)

Saya rasa cukup sampai disini, karena tak akan mampu seorang yg tak berilmu ingin membahas ilmu.

Namun, qta tetap berdo'a semoga qta di g0longkan menjadi ahlil ilmu, mencintai Ulama' dan di cintai serta di banggakan oleh mereka.

Pastinya banyak sekali kesalahan dan itu semua dari kelalaian kami ...

Salam santun dari kami ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar