Sabtu, 29 Desember 2012

455 : APAKAH DAGU WANITA TERMASUK AURAT ?

PERTANYAAN


Nunu Nurul Qomariyah


assalamu'alaikum

saya belum mendapat jawaban yang pasti

'' apakah dagu termasuk aurat '' ?
sah kah sholat dagu terlihat?
ini pernah di bahas tapi jawabannya masih ngambang
mohon jawaban beserta dalilnya



JAWABAN

Sanusi El Ruzy

wa'alaikum salam


Menurat kami spti ini.
Syarat sah s0lat slah 1 ialah menutup aurat.
Aurat Wanita merdeka dalam solat ialah bagian selain wajah dan ke 2 telapak tangan.

و الثاني (غسل) جميع (الوجه) و حده : طولا ما بين منابت شعر الرأس غالبا و آخر اللحيين. و هما العظمان اللذان ينبت عليهما الأسنان السفلى. يجتمع مقدمهما في الذقن و موءخرهما في الأذن.
و حده عرضا ما بين الأذنين.
(فتح القريب المجيب ص 7)
Batas Wajah dalam panjangnya ialah, bagian diantara tempat tumbuhnya rambut pada umumnya dan ahirnya 2 jenggot, yaitu 2 tulang yg disitu tumbuh gigi yg bawah. Permulaanya terkumpul di DAGU dan berahir di telinga.
Batas Wajah lebarnya ialah bagian di antara 2 telinga.
(Lihat: Fathul Qorib al-Mujib hal 7)

yang menjadi batas wajah ialah Tulang Dagu.
Di bawah dagu ada bagian datar menyambung ke leher.
lha bagian datar ini tidak termasuk Wajah (masuk Aurat).
Jadi hemat kami aurat dapat sempurna tertutup dgn jalan menutup sebagian wajah.


TAMBAHAN

===============================================================

Yupiter Jet

ﺪﺣﻭ ﻪﺟﻮﻟﺍ ﺎﻬﻨﻣ ﻁﻮﺒﻀﻣ ﺎﻤﺑ ﺐﺠﻳ
ﺀﻮﺿﻮﻟﺍ ﻲﻓ ﻪﻠﺴﻏ
:ﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ﺔﻳﺎﻬﻧ ﺐﻠﻄﻤﻟﺍ ﻲﻓ ﺔﻳﺍﺭﺩ
:ﻒﻟﺆﻤﻟﺎﺒﻫﺬﻤﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﻚﻠﻤﻟﺍ ﻦﺑ ﺪﺒﻋ
ﻪﻠﻟﺍ ﻦﺑ ﻒﺳﻮﻳ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ ،ﻲﻨﻳﻮﺠﻟﺍ
ﻮﺑﺃ ،ﻲﻟﺎﻌﻤﻟﺍ ﻦﻛﺭ ،ﻦﻳﺪﻟﺍ ﺐﻘﻠﻤﻟﺍ
ﻡﺎﻣﺈﺑ ﻦﻴﻣﺮﺤﻟﺍ :ﻰﻓﻮﺘﻤﻟﺍ) (ـﻫ478
4/249

Batasan wajah bagi wanita sebagaimana
batasan wajah dalam wudlu.

ُّﺪَﺣَﻭ ِﻪْﺟَﻮْﻟﺍ ﺎًﻟﻮُﻃ ﺎَﻣ َﻦْﻴَﺑ ِﺖِﺑﺎَﻨَﻣ ِﺮْﻌَﺷ
ِﻪِﺳْﺃَﺭ ِﺖْﺤَﺗَﻭ ِﻪْﻴَﻴْﺤَﻟ ﻰَﻬَﺘْﻨُﻣ ِﺢْﺘَﻔِﺑ ﺎَﻤُﻫَﻭ
ِﻡﺎَّﻠﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ِﺭﻮُﻬْﺸَﻤْﻟﺍ ُﺕﺎَﻤْﻈَﻌْﻟﺍ
ِﻥﺍَﺬَّﻠﻟﺍ ُﺖُﺒْﻨَﺗ ﺍَﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ُﻥﺎَﻨْﺳَﺄْﻟﺍ
ﻰَﻠْﻔُّﺴﻟﺍ

Batasan panjang wajah adalah antara
tempat tumbuhnya rambut dan di bawah
ujung tulang dagu (tulang tempat
tumbuhnya jenggot).

:ُﻪُﻟْﻮَﻗ ِﺖْﺤَﺗَﻭ) (ﻰَﻬَﺘْﻨُﻣ ِّﺮَﺠْﻟﺎِﺑ ﺎًﻔْﻄَﻋ
ﻰَﻠَﻋ ِﺖِﺑﺎَﻨَﻣ َﻮُﻫَﻭ ْﻱَﺃ َﻦْﻴَﺑ ﺎَﻣ ﺎَﻣَﻭ ِﻪِﺳْﺃَﺭ
،ِﻪْﺟَﻮْﻟﺍ ﻲِﻓ ٌﻞِﺧﺍَﺩ ﻰَﻫَﺖْﻨُﻤْﻟﺎَﻓ .ْﺦَﻟﺇ َﺖْﺤَﺗ
ﺎَّﻣَﺃ .ِﻪِﺳْﺃَﺭ ِﺮْﻌَﺷ ِﺖِﺑﺎَﻨَﻣ َﻦْﻴَﺑ ﺎَﻣ َﻝﺎَﻗ ْﻮَﻟ
ﻰَﻫَﺖْﻨُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻱَﺃ َﻦْﻴَﺑَﻭ ﻯَﻪَﺘْﻨُﻤْﻟﺍ ِﻥﻭُﺪِﺑ
َﺖْﺤَﺗ َﺩﺎَﻓَﺄَﻟ َّﻥَﺃ ﻯَﻪَﺘْﻨُﻤْﻟﺍ ٌﺝِﺭﺎَﺧ َﺲْﻴَﻟَﻭ
ُﻪُﻟﻮُﺧُﺩ ُﺩﺍَﺮُﻤْﻟﺍ ْﻞَﺑ ﺍًﺩﺍَﺮُﻣ.
:ﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ﺔﻔﺤﺗ ﺐﻴﺒﺤﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﺡﺮﺷ
ﺐﻴﻄﺨﻟﺍ = ﺔﻴﺷﺎﺣ ﻲﻣﺮﻴﺠﺒﻟﺍ ﻰﻠﻋ
:ﻒﻟﺆﻤﻟﺎﺒﻴﻄﺨﻟﺍ ﻥﺎﻤﻴﻠﺳ ﻦﺑ ﻦﺑ ﺪﻤﺤﻣ
ﺮﻤﻋ ّﻲِﻣَﺮْﻴَﺠُﺒﻟﺍ ﻱﺮﺼﻤﻟﺍ ﻲﻌﻓﺎﺸﻟﺍ
(ـﻫ1221 :ﻰﻓﻮﺘﻤﻟﺍ)1/141

Batasan di atas dikatakan dengan
kalimat “WA TAHTI MUNTAHAA
LAHYAIHI”Tahti = bawah, muntahaa =
ujung, lahyaihi = tulang dagu. Dan di
syarahnya disebutkan bahwa ujung dagu
termasuk bagian dari wajah, yang
karenanya wajib ditutup. Dari redaksi itu
pula bisa diambil ibarot bahwa ujung
dagu adalah batas antara DALAM dan
LUAR wajah.
Dalam tatanan praktis, menutup wajah
hanya sampai pada batas-batas yang
ditentukan tentu saja tidak bisa (sulit).
Yang karenanya diperlukan area
tambahan (sekunder) untuk
menyempurnakan batasan primer, dalam
hal ini, mukena (rukuh) mesti menutupi
sebagian dagu bagian depan.
Dalam fiqih, kondisi ini termasuk
bahasan “BAABU MAA LAA YATIMMU
ALWAAJIBU ILLAA BIHI FA HUWA
WAAJIBUN”.
Yang karenanya pula, membuat area
sekunder hukumnya menjadi wajib.
Wallohu A'lam Wahuwa Almu'in
Link Diskusi >>
http://www.facebook.com/groups/
piss.ktb/permalink/353710287985119/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar