Rabu, 26 Desember 2012

451 :HUKUM MEMINJAM BARANG KEMBALI DALAM BENTUK BARANG

 PERTANYAAN


Em Djassiman


assalamu'alaikum...sederek dulur huda nuwun pendapat dan dalilnya)_: bolehkah memberi hutang emas lalu diuangkan dan dikembalikan dgn emas padahal emas tsb diuangkan utk biaya rmh skt...padahal sampe 7 tahun blm bs mengembalikan hutang tsb..monggo



JAWABAN

Ghulam Bagus Sun Shofi


wa'alaikum salam


Sabda Rasulullah Saw. :
فان من خيركم احسنكم قضاء. متفق عليه
"Maka sesungguhnya sebaik-baik kamu ialah yang sebaik-baiknya pada waktu membayar hutang. (sepakat ahli hadis)

عن ابي هريرة قال استقرض رسول الله صلى الله عليه وسلم سنافاعطى سناخيرا من سنه وقال خياركم احاسنكم قضاء.
رواه أحمدوالترمذى وصححه

===================================================
Dari Abu Hurairah. Ia berkata, "Rasulullah telah mengutang hewan, kemudian beliau byar dngan hewan yang lebih tua umurnya daripada hewan yang beliau utang itu, dan Rasulullah Saw. bersabda, 'Orang yang paling baik diantara kamu ialah orang yang dapat membyar hutangnya dngan yang lebih baik'." (Riwayat Ahmad dan Tirmizi, lalu disahihkannya)

Adapun tambahan yang dikehendaki oleh yang berpiutang atau telah menjadi perjanjian sewaktu akad, hal itu tidak boleh. Tambahan itu tidak halal atas yang berpiutang mengambilnya. Umpamanya yang berpiutang berkata kepada yang berutang, "Saya utangi engkau dengan syarat sewaktu membyar engkau tambah sekian."
Sabda Rasulullah Saw. :

كل قرض جر منفعة فهووجه من وجوه الربوا.
"tiap tiap piutang yang mengambil manfaat, maka itu salah satu dari beberapa macam riba." (Riwayat Baihaqi)

Hutang emas harus diganti dengan emas (sesuai perjanjian akad).

Meskpun 5jta menjadi 15jta itu ndak apa apa, malahan itu sbuah kebaikan untuk yg berhutang.
Seperti hadits diatas, Rasulullah meminjam kambing muda dan mengembalikan dngan kambing yg lebih tua.

untuk haditsnya diatas, monggo baca kembali.

Segerakan untuk membyar hutang bgi almarhum itu lebih baik, jngan ditunda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar