Senin, 24 Desember 2012

446 : DISKUSI HIKMAH KALIMAT ( IBNU ATHAILLAH AS - SAKANDARI )

 PERTANYAAN

Dwi Handoko


Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.....

Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari)

Apa makna dari kalimat di atas.....?
Nyadong barokahe ilmu poro alim......monggo pencerahannya....!

JAWABAN

Abah Than-than


Maksudnya orang Aalim yang tidak mau mendengarkan pendapat orang lain atau mengabaikan yg benar dan lebih mengikuti kehendak / pendapat dirinya , itu orang bodoh .

Orang bodoh yg dimaksud diatas , adalah orang bodoh yg tau diri dan bersikap bijak , Nabi bersabda ,"
Rosululloh Saw bersabda :" Ilmu itu bagai peti perbendaharaan yang sangat berharga dan kuncinya adalah bertanya. Banyaklah kamu bertanya semoga Alloh merahmati kamu.
Ddalam bertanya ada 4 orang yg akan mendapat pahala, yang bertanya , yang mengajar, yang mrndengarkan dan yg menggemarinya

Orang bodoh Aarif dan bijak Aqal nya didepan Lidahnya sbb ia merasakan faqir sebab yg Maha kaya adalah Alloh Swt , dia merasa bodoh krn Alloh SWT lah yang menguasai seluruh perbendaharaan ilmu.
Jadi ia lebih baik mendengarkan ketika orang berbicara .


Berbicara adalah wilayah kepandaian ,
sedangkan mendengar adalah wilayah kebijakkan .
Jika cara-cara membaca yang baik belum ramah kepada diri ini .
Gunakanlah cara termudah untuk belajar ,yaitu mendengarkan .
Mendengarkan adalah sikap hati !!



Siti Rohmah


tidak ada orang pintar bila tdk diamalkan ilmu yg diperolehnya

Dan tdk ada orang bodoh bila disertai dg belajar disetiap harinya, bhkan dari apa yg di alami, apa yg di lihat, serta apa yg ditulis dan di bacanya pun kan di jadikan ilmu dan amanah buatnya.


leres abah than than, mendengar dan diam bukan berarti tak bisa untk brkata namun orang yg pandai senantiasa lebih memilih diam karena orang yg pandai tahu bahwa banyak bicara maka dari situlah jalan masuknya dusta.

Dan orang yg bnyak bicara namun tdk bisa mengamalkan apa yg ia katakan maka sejatinya dia adalah orang munafiq.

orang yg menganggap dirinya bodoh trkadang harus diam untk menghormati dan menjaga perasaan orang lain.

Bodoh dimata manusia bukan berarti bodoh di mata Alloh

Hina di mata manusia bukan berarti hina di mata Alloh.

Pernah mendengar kisah uwaiys al-qorni??

Uwaiys al-qorni adalah orang yg sangat bodoh dan trhina di kalangan masyarakat sekitarnya, namun subhanalloh-tabarokalloh, uwaiys al-qorni adalah orang yg sangat mulia di mata Alloh bahkan para penghuni langit mengenalinya, sehingga bila uwaiys al-qorni berdo'a, Alloh langsung mengabulkan do'anya.

Uwaiys al-qorni hanyalah tukang angon onta yg sangat miskin, namun keta'atan trhadap Alloh dan ta'atnya trhadap ibu'nya serta kecintaan trhadap Rosul-NYA-lah yg membuat Alloh memuliakan uwaiys al-qorni.

Uwaiys al-qorni sllu menjaga wudlu, bahkan hendak mengambil makanan buat ontapun beliau brwudlu trlebih dahulu.


Ibuetz Ibnu Al Mubasyiri

mungkin y d maksud d atas pinter tapi tdk warok ROSULULLOH SAW bersabda barang siapa bertambah ilmunya tapi hidayahnya tidak bertambah maka ia akan semakin jauh dari alloh swt; sebab tanpa warok maka ilmunya akan d gunakan tuk hal2 y tidak baik. ROSULULLOH SAW bersabda orang bodoh itu rusak kecualai orang y alim dan orang y alim juga rusak kecuali y mengamalkan ilmunya,dan y ngamalkan juga rusak kecuali orang yang ikhlas karena alloh swt



LINK DISKUSI : http://www.facebook.com/groups/kasarung/522490377775705/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar