Sabtu, 08 Desember 2012

418 : BENARKAH NABI ISA MASIH HIDUP? DAN AKAN TURUN KE BUMI

PERTANYAAN

Munawar Al Faqir


Asslamualaikum wrb.
Mau nanya!,benarkah nabi isa masih hidup & diangkat dlangit brsanding dsisiNYA,dan benarkah bsk akan turun sbgai imam mahdi?
Syukron

JAWABAN

Ghoelam Shofi

Munawar Al Faqir

Asslamualaikum wrb.
Mau nanya!,benarkah nabi isa masih hidup & diangkat dlangit brsanding dsisiNYA,dan benarkah bsk akan turun sbgai imam mahdi?
Syukron

==================

waalaikumsalam wr wb .
Imam Mahdi dan Nabi Isa bukan 1 orang .

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS. 3:55)


kurang lebih kisahnya seperti ini.

NABI ‘ISA MEMERINTAH DUNIA

Nabi ‘Isa turun lagi ke bumi bukan sebagai nabi dengan syariat baru yang menggantikan syariat Islam. Tetapi justru beliau menerapkan syariat Islam.

Setelah masa kepemimpinan Imam al-Mahdi berakhir, Nabi Isa melanjutkan memimpin kaum muslimin sebagai pemimpin dan pemerintah yang adil. Pada masanya berkah dari langit dan bumi tercurah. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Putra Maryam akan turun sebagai Imam yang adil dan pemerintah yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, mengembalikan kedamaian, menjadikan pedang sebagai sabit, dan membuang rambut palsu dari siapa pun yang berambut palsu. (Di waktu itu) langit menurunkan rizkinya, bumi mengeluarkan berkahnya. Sampai-sampai anak kecil bisa bermain dengan ular tanpa mendapat bahaya darinya, kambing dan serigala berkeliaran bersama tanpa ada bahaya, singa dan lembu berkeliaran bersama tanpa ada bahaya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits lain, dari Abu Hurairah ra ia berkata, “Rasulullah saw bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, telah dekat waktu turunnya putra Maryam pada kalian sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, menanggalkan jizyah (upeti), harta melimpah sampai-sampai tidak ada seorang pun yang mau menerimanya; sampai-sampai satu sujud lebih berharga daripada dunia dan seisinya.” (HR. al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi)

PILIHAN TINGGAL DUA: MASUK ISLAM ATAU MATI!

Pada masa pemerintahannya, Nabi ‘Isa tidak menerima jizyah dari orang kafir. Perlu diketahui, sebelumnya, pilihan bagi kaum kafir ada tiga: Pertama, Masuk Islam dan wilayahnya otomatis menjadi wilayah Islam, Kedua, Tidak masuk Islam, tetapi wilayahnya menjadi wilayah Islam dan dia harus membayar Jizyah. Dan Ketiga, diperangi. Jika pilihan kedua, yakni membayar Jizyah, ditanggalkan, maka pilihan bagi kaum kafir tinggal dua: masuk Islam atau diperangi. Hal ini bukan berarti Nabi ‘Isa membawa syariat baru. Tetapi Rasulullah Muhammad saw lah yang menjelaskan nasakh (penghapusan) hukum Jizyah melalui sabdanya,
“Demi Allah, sungguh putra Maryam akan turun sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menanggalkan jizyah.”
Sehingga syariat memungut jizyah dibatasi dengan turunnya ‘Isa as berdasarkan berita dari Nabi Muhammad saw.

SELURUH PENGANUT NASRANI DAN YAHUDI MASUK ISLAM

Pada masa Nabi ’Isa memerintah, seluruh penganut Nasrani akan masuk Islam. Begitu juga kaum Yahudi yang tidak menjadi pengikut Dajjal, mereka semua masuk Islam. Allah SWT berfirman:

“Wa in min aHlilkitaabi illaa layu`minanna biHi qabla mautiHi wa yaumal qiyaamati yakuunu ‘alayHim syaHiidan.”

[Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.] (QS. An-Nisaa’: 159)

Ya, Nabi ‘Isa akan membatalkan agama Nasrani dengan menghancurkan salib dan membatalkan apa yang diyakini orang-orang Nasrani berupa pengagungan terhadap dirinya sebagai tuhan. Orang-orang Nasrani pun mengakui kekeliruan tersebut. Adapun orang-orang Yahudi akhirnya pun mengakui beliau sebagai Nabi dan Rasul dari Allah, bukan anak zina seperti yang dituduhkan orang-orang jahat dari kalangan mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar