Kamis, 31 Januari 2013

508 : KAJIAN KITAB BIDAYAH AL HIDAYAH ( ADAB MANDI JINABAT )

oleh : Yai Fahrurrozi Bin Saimin


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ *

LANJUTAN KAJIAN KITAB BIDAYAH AL HIDAYAH

ADAB MANDI JINABAT

فأذا أصابتك جنابة من احتلام او وقاع فاحمل الأناء الى المغتسل واغسل يديك اليمنى أولا ثلاثا
وأزل ما على بدنك من قذر , وتوضأ كماسبق وصوءك للصلاة مع جميع الدعوات, وأخر غسل رجليك كي لا يضيع الماء..

Maka ketika engkau mengalami mimpi basah (ihtilaam) atau terjadi persetubuhan, bawalah tempat air ke tempat mandi, kemudian basuhlah kedua tanganmu terlebih dahulu tiga kali, dan hilangkan semua noda/kotoran yang terdapat di tubuhmu, kemudian berwudlu lah sebagaimana wudlu mu ketika akan mengerjakan sholat, beserta seluruh do'a nya. Dan akhirkanlah membasuh kedua kakimu, agar air tidak terhambur sia-sia..

catatan

Mandi jinabat adalah mandi untuk mengangkat hadats besar akibat mimpi basah atau persetubuhan. hal demikian termasuk ibadah, karena ibadah sholat bersyarat suci badan dari hadats dan najis.

Di era al Ghozali, belum ada bak mandi ataupun pipa yang mengalirkan air ke tempat mandi.

akan tetapi beliau tetap menyampaikan adab (sopan santun) dalam melaksanakan ibadah mandi berdasarkan sunnah-sunnah Rasululloh yang tak akan lekang oleh perkembangan zaman.

yaitu do'a, yang menjadi penghubung bathiniyah kita kepada Alloh SWT

Maka adab mandi dimulai dengan mensucikan (membasuh) kedua tangan 3x kemudian menghilangkan noda/kotoran yang menempel di badan, lantas berwudlu sebagaimana wudlu kita untuk sholat, juga seluruh do'a-do'a yang telah beliau ajarkan pada setiap bagian wudlu.

catatan akhir, beliau menyarankan untuk meng akhirkan dalam membasuh kaki (nantinyadilakukan ketika akhir mandi) dengan pendapat agar air tidak tersia-siakan.

Allohu a'lam




فأذا فرغت من الوضوء فصب الماء على رأسك ثلاثا وأنت ناو رفع الحدث من الجنابة ثم على شقك الأيمن ثلاثا على الأيسر ثلاثا, وادلك ما أقبل من بدنك وما أدبر, وخلل شعر رأسك ولحيتك, وأوصل الماء ألى معاطف البدن ومنابت الشعرماخف منه وما كثف...

Jika engkau telah selesai melakukan wudlu seperti yang telah disebutkan, maka siramkankah air ke atas kepala mu 3x, bersamaan dengan itu berniatlah untuk mengangkat hadats besar/jinabat, kemudian siramlah bagian kanan badanmu 3x, bagian badan sebelah kiri 3x, dan gosoklah bagian depan dan belakang badan. dan masukkan air ke sela2 rambut kepala, jenggot. Dan sampaikanlah air pada lipatan-lipatan badan juga tempat tumbuhnya rambut, baik yang tipis ataupun yang lebat


واحذر أن تمس ذكرك بعد الوضوء فأن أصابته يدك فأعد الوضوء

Hati-hatilah jangan sampai (telapak) tanganmu menyentuh/terkena dzakar (kemaluan), pada saat setelah wudlu. maka apabila terjadi tanganmu menyentuh kemaluan, berwudu lah kembali


والفريضة من جملة ذالك كله النية وأزالة النجاسة واستيعاب البدن بالغسل وفرض الوضوء غسل الوجه واليدين مع المرفقين ومسح بعض الرأس وغسل الرجلين ألى الكعبين مرة مرة مع النية والترتيب. وما عداها سنن مؤكدة فضلها كثير وثوابها جزيل والمتهاون بها خاسر بل هو بأصل الفريضة مخاطر فأن النوافل جوابر للفرائض.


Dan yang fardlu dari jumlah yang telah disebutkan pada adab mandi ini adalah: Niyat, menghilangkan najis, dan menyiramkan air secara merata pada seluruh badan
Sedangkan fardlu wudlu adalah: membasuh muka,membasuh kedua tangan hingga siku, dan mengusap sebagian kepala, semuanya sekali, di iringi niyat dan tartib (berurutan) . maka selain yang fadlu ini, adalah sunnah muakkad yang keutamaannya sangatlah banyak, pahalanya yang agung. Orang yang meremehkan sunnah muakkad tergolong orang yang merugi, bahkan dia dengan amaliah fardlunya sangat mengkhawatirkan, karena amaliah sunnah itu menutup kekurangan amaliah fardlu

bab adab mandi jinabat telah selesai,
Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar