Selasa, 09 April 2013

666 : MACAM2 'IDDAH DAN MAKNANYA

PERTANYAAN
Em Djassiman

pertanyaan hari ini;
Assalamu'alaikum war.wab

apakah iddah itu dan hikmahnya?
berapa macam" iddah dan pengaruhnya?

trims atas sharenya
sumonggo..

.JAWABAN

Brojol Gemblung

Wa'alaikumussalam...

ﺍﻷﺷﺒﺎﻩ ﻭﺍﻟﻨﻈﺎﺋﺮ 268 :

ﺿﺎﺑﻂ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﺃﻗﺴﺎﻡ :
ﺍﻷﻭﻝ : ﻣﻌﻨﻰ ﻣﺤﺾ ، ﻭﻫﻲ : ﻋﺪﺓ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ .

ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺗﻌﺒﺪ ﻣﺤﺾ : ﻭﻫﻲ : ﻋﺪﺓ ﺍﻟﻤﺘﻮﻓﻰ ﻋﻨﻬﺎ ﺯﻭﺟﻬﺎ ، ﻭﻟﻢ ﻳﺪﺧﻞ ﺑﻬﺎ ، ﻭﻣﻦ ﻭﻗﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﺑﻴﻘﻴﻦ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﺮﺣﻢ ، ﻭﻣﻮﻃﻮﺀﺓ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻮﻟﺪ ﻟﻤﺜﻠﻪ ، ﻭﺍﻟﺼﻐﻴﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﺗﺤﺒﻞ ﻗﻄﻌﺎ .

ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﻷﻣﺮﺍﻥ ، ﻭﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺃﻏﻠﺐ ﻭﻫﻲ : ﻋﺪﺓ ﺍﻟﻤﻮﻃﻮﺀﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻤﻜﻦ ﺣﺒﻠﻬﺎ ﻣﻤﻦ ﻳﻮﻟﺪ ﻟﻤﺜﻠﻪ ، ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻥﺕ ﺫﺍﺕ ﺃﻗﺮﺍﺀ ﺃﻭ ﺃﺷﻬﺮ ، ﻓﺈﻥ ﻣﻌﻨﻰ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﺮﺣﻢ ﺃﻏﻠﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻌﺒﺪ ﺑﺎﻟﻌﺪﺩ ﺍﻟﻤﻌﺘﺒﺮ .

ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ : ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﻷﻣﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺘﻌﺒﺪ ﺃﻏﻠﺐ ﻭﻫﻲ ﻋﺪﺓ ﺍﻟﻮﻓﺎﺓ ﻟﻠﻤﺪﺧﻮﻝ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻤﻜﻦ ﺣﻤﻠﻬﺎ ﻭﺗﻤﻀﻲ ﺃﻗﺮﺍﺅﻫﺎ ﻓﻲ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺍﻷﺷﻬﺮ ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻌﺪﺩ ﺍﻟﺨﺎﺹ ﺃﻏﻠﺐ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﺒﺪ .

Pengertian 'iddah itu ada beberapa bagian :
1. Arti atau pengertiannya yg murni, yaitu 'iddah bagi wanita hamil.

2. Ta'abbud (ibadah) murni, yaitu bagi wanita yg ditinggal mati suaminya dan belum sempat menyetubuhinya, atau wanita yg dicerai dg keyakinan rahimnya memang bersih dari kehamilan, atau wanita yg disetubuhi oleh anak lelaki yg masih kecil yg tidak produktif untuk sesamanya, serta wanita kecil yg dipastikan tidak bisa hamil.

3. Memuat dua pengertian ('iddah murni dan ta'abbud murni) dg pengertian 'iddah yg lebih kuat, yaitu bagi wanita dewasa yg telah disetubuhi yg tidak mungkin menyebabkan kehamilannya dari seseorang untuk sesamanya, baik wanita tersebut masih menstruasi ataupun tidak. Dalam hal ini kebersihan rahim itu lebih kuat dibandingkan dg ber'iddah berdasarkan ta'abbudi.

4. Memuat dua pengertian ('iddah murni dan ta'abbud murni) dg pengertian unsur ta'abbud lebih kuat, yaitu bagi wanita yg ditinggal mati suaminya yg sempat menggaulinya hingga memungkinkan kehamilannya, dan setelah melalui (tiga) masa haidnya, sebab hitungan khusus itu lebih kuat dari pada unsur ta'abbud.
______________

http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=553&idto=558&bk_no=36&ID=378


Chariz Setiono

mcam dan cara iddah dibedakan kpda,,,,,,,,:

*Isteri yg d tnggal mati dan tdk dlm keada'an hamil, iddah'y ialah 4 blan 10 hri. Ktntu'an nie berlaku bgi isteri apakah sudah pernah dukhul/ blum, msih haid/tidak. Dsar hukumnya, al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 234:

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

* Isteri yg bercerai dngn suami'y dan ia dlm keadaan hamil, iddah'y ialah melahirkan anak. Dasar hukumnya, al-Qur'an surat at-Talaq ayat 4:

... وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

* Isteri yg bercerai dngn suami'y, sudah pernah dukhul dan ia masih menstruasi, iddahnya ialah tiga kali quru', sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 228:

والمطلقات يتربصن بأنفسهن ثلاثة قروء

Ulama Hanafiyah mengartikan quru' dengan haid, sedangkan ulama Syafi'iyah, Malikiyah, Zahiriyah, mengartikan quru' degan suci.

*Isteri yg bercerai dengan suami'y, sudah pernah dukhul dan ia belum pernah haid atau sudah tidak haid lagi, iddahnya ialah tiga bulan. Dasar hukumnya, al-Qur'an surat at-Talaq ayat 4:

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ

* Isteri yg bercerai dngn suami'y dan antara keduanya belum pernah berkumpul (dukhul), tidak ada iddah bagi isteri tersebut. Dasar hukumnya, al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 49:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا(49)

* Isteri yg ditinggal mati suami'y dan dlm keadaan hamil. Kondisi demikian memunculkan problem. Dilihat dari kedaan bahwa isteri sdng hamil maka iddahnya ialah melahirkan kandungan, sbgaimna diatur dalam surat at-Talaq ayat 4, akan ttpi ia jga dalam keadaan ditinggal mati suami'y dan menurut ketentuan ayat 234 surat al-Baqarah iddahnya ialah empat bulan sepuluh hari. Dari dua ketentuan iddah ini yg mna yg berlaku? Apakah d plih slah satu'y atau keduu'y hrus d gbungkan, stlah melahirkan lalu ditambah 4 bulan 10 hari. Dlm hal nie ulama brbda pndpat.

Mnrut jumhur ulama, kpda prmpuan trsbut diberlakukan iddah melahirkan ank, sesuai dngn ketentuan al-Qur'an yg scra khusus mengaturnya. Di samping itu jga diperkuat oleh hadis Nabi.
Dlm pda itu Ibnu Abbas brpndpat bhwa iddah wnta trsbut ialah msa yg terpanjang antara melahirkan dngn 4 bln 10 hri. Apabila stlah melahirkan waktunya belum mencapai 4 bln 10 hri maka yg diberlakukan ialah 4 bln 10 hri. Akn ttpi apabila stlah 4 bln 10 hrii dia belum melahirkan, maka yg diberlakukan ialah iddah melahirkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar