Jumat, 19 April 2013

697 : HUKUM NENTAATI SUAMI DALAM KEMAKSIATAN

PERTANYAAN
 

Putri Ge'Ai
As'salamualaikum sugeng enjing para ustadz dan santri HUDA SARUNGAN..ada seorang suami sangat sayang terhadap istri..karna begitu sayangnya si istri tadi tidak diperbolehkan bergaul dg teman, komunikasi terhadap orang tuanya pun tidak diperbolehkan kecuali izin terhadap suami..suatu hari suami istri ini salah paham dan suami menuduh istri yang gak'' dan mengatakan kata''yang jelek sebangsa hewan,setan dll..jika ada masalah begini suami sering mengucap kalo km gak melakukanya km berani sumpah sekeluarga mati..yang saya pertanyakan bolehkah siistri tadi menuruti suami dengan sumpah atas nama keluarga..sedangkan siistri tadi tidak bersalah.karna si istri tak tahan terhadap sikapnya suami dan siistri telah mengucap lebih baik kita hidup sendiri''/pisah berdosakah siistri tadi mengucap perkataan tersebut..mohon jawabanya..matersuwon
 
JAWABAN

Aryo Mangku Langit

wa'alaikumsalam
Warohmatullohi
Wabarokaatuh

Laa tho'aya 'alal ma'siyat
------------------------------
Tiada ketaatan dalam ma'siyat
Dalam hal ini harus jeli dan lebih teliti menyikapinya
sebab semua pasti ada Asbabnya

jika memang si suami sudah demikian parahnya(dholim)dalam menyikapi,maka alangkah baiknya adakan pendekatan,
jika memang tiada lagi kesefahaman
maka jalan ahir adalah menempuh sesuatu yang halal walaupun di benci oleh Alloh.|

Jadi Istilahnya:
Dar'ul mafasid muqoddamun ala jalbil masholih
-------------------------------------------------------
Mencegah kerusakan harus di dahulukan daripada menarik kebaikan.



Rampak Naung
 فقد روى أبو داود والترمذي وابن ماجه وصححه ابن خزيمة وابن حبان وحسنه الترمذي عن ثوبان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أيما امرأة سألت زوجها طلاقاً من غير بأس فحرام عليها رائحة الجنة.

ومعنى حرام عليها رائحة الجنة تقدم الكلام عنه في الفتوى رقم: 40543.

وأما البأس: فيقول الأحوذي في شرحه على الترمذي: (من غير بأس) أي من غير شدة تلجئها إلى سؤال المفارقة. اهـ

ومن أمثلة هذا البأس: سوء العشرة، وكرهها له بحيث لا تطيق العيش معه، والإضرار بها من حيث الوطء ونحو ذلك.

وأما ما يجب أن تطلب الطلاق به فأمور ومنها:

-أن يأمرها بالمعاصي والذنوب ويلزمها بطاعته في ذلك.

-أن يكون الرجل زانياً ونحو ذلك.

ولمزيد فائدة راجع الفتاوى التالية: 14779/26915/1114.

والله أعلم.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar