Rabu, 17 April 2013

692 : HUKUM JENAZAH MEMBAWA PERHIASAN DI DALAM KUBUR

PERTANYAAN

Muhammad Faruq Al Farisi


Assalamu'alaikum.
mau tanya pak ustadz wa ustadzah..
Bagaimana bila seorng yang telah meninggal membawa cincin/batu akik bolehkah dikubur?
Jadi setelah meninggal ada 2 yang menempel pada tubuh kain kafan dan akik.

JAWABAN

Sunde Pati

wa'alaikum salam

tidak boleh mengubur mayit yg tubuh ada harta walaupun sedikit sperti cincin dan jika ikut terkubur maka akik/cincin yg ikut terkubur wajib digali dan diambil akiknya

الاقناع في حل ألفاظ أبى شجاع (1/ 194)

وأما نبشه بعد دفنه وقبل البلى عند أهل الخبرة بتلك الارض للنقل وغيره كالصلاة عليه وتكفينه فحرام لان فيه هتكا لحرمته إلا لضرورة كأن دفن بلا غسل ولا تيمم بشرطه وهو ممن يجب غسله لانه واجب، فاستدرك عند قربه فيجب على المشهور نبشه وغسله إن لم يتغير أو دفن في أرض أو في ثوب مغصوبين وطالب بهما مالكهما فيجب النبش ولو تغير الميت ليصل المستحق إلى حقه، ويسن لصاحبهما الترك.
ومحل النبش في الثوب إذا وجد ما يكفن فيه الميت وإلا فلا يجوز النبش كما اقتضاه كلام الشيخ أبي حامد وغيره.
قال الرافعي:
والكفن الحرير أي للرجل كالمغصوب.
قال النووي: وفيه نظر وينبغي أن يقطع فيه بعدم النبش انتهى.
وهذا هو المعتمد لانه حق الله تعالى أو وقع في القبر مال وإن قل كخاتم فيجب نبشه وإن تغير الميت
لان تركه فيه إضاعة مال

fokus

أو وقع في القبر مال وإن قل كخاتم فيجب نبشه وإن تغير الميت
لان تركه فيه إضاعة مال

atau didalam kubur kejatuhan harta walau sedikit sperti cincin maka wajib menggali kembali walaupun mayatnya sudah hancur karena meninggalkan penggalian dlm masalah ini termasuk mensia-siakan harta


Cikong Mesigit

bagaimana dengan ini:

ولو بلع مال غيره وطلبه مالكه ولم يضمن بدله أحد من ورثته أو غيرهم - كما نقله في الروضة عن صاحب العدة، وهو المعتمد - نبش، وشدق جوفه، وأخرج منه، ودفع لمالكه.
فإن ابتلع مال نفسه فلا ينبش، ولا يشق، لاستهلاكه له حال حياته.
اه.

mafhumnya.. Apabila harta(dalam hal ini cincin) trbawa oleh si mayit, jika cincin tersebut bukan miliknya (mayit) maka wajib di gali kembali sekiranya tidak ada yang mau mnanggung untuk menggantinya baik dari ahli warisnya /pun orang lain.
Ini adalah qoul mu'tamad seperti yang telah dinukil dair ktb roudloh.
Akan tetapi jika cincin tersebut adalah milik simayit sendiri maka tidak apa2 tidak menggalinya kembali untuk mengambil cincin tersebut.

Wallahu a'lam.

Sunde Pati

kang Cikong Mesigit



maaf,,hemat saya
maksud ibaroh peyan bukan sperti itu tapi

ibaroh anda itu menelan,,jadi sebelum meninggal orang tersebut menelan harta,,jika yg ditelan harta orang lain dan pemiliknya mencari/menuntut dan tidak ada yg menanggung dari ahli waris maupun orang lain maka kuburannya digali dan perut mayit dibedah untuk diambil harta tersebut,jika yg ditelan milik sendiri maka tidak perlu digali untuk membedah perutnya krn harta tersebut akan rusak/hilang waktu ia masih hidup

---------

jadi kasusnya beda dgn ini

أو وقع في القبر مال وإن قل كخاتم فيجب نبشه وإن تغير الميت
لان تركه فيه إضاعة مال


Brojol Gemblung

Kang Sunde # saya fikir benar apa yg ditawarkan oleh kang Cikong @, bukan soal kasus sama atau tidaknya karena memang tidak semua masalah harus dijawab dg contoh kasus yg sama antara referensi yg ada dan problem realitanya, melainkan titik tekannya ialah pada kesamaan unsur di antara keduanya, yaitu sama2 dipendam bersama barang yg menempel pada mayat sebelum ia mati, namun demikian pun sesuai dg pertimbangan syarat diperbolehkannya mayat dipendam bersamanya.

Sunde Pati

dalam ibaroh kang cikong,,adanya penggalian dikarenakan mau membedah perut mayit untuk diambi hartanya karena si pemilik menuntut dan tidak ada yg menanggung sama sekali...

Brojol Gemblung

Memang tidak sama, yang satu ditelan dan satunya lagi dipakai. Keduanya ada kesamaan, yaitu dibawa, bersamanya, dan menempel pada tubuh.

Kalau kita mau jujur dalam kasus ini, sebenarnya illat diharamkannya mayat dikuburkan bersama barang berharga karena ada unsur Idha'atul Maal.

Sementara dalam kasus menandani mayat unsur Idha'atul Maal tidak terpakai karena sebuah alasan ada hajat.

Bila kita benturkan kedua kasus ternyata unsur Idha'atul Maal itu tidak ngefek bila ahli waris merelakannya. Jadi saya fikir mengenai kasus di postingan tidak serta merta harus dihukumi haram tanpa ada sebuah rincian. Karena pada kenyataannya ibarot dari Kang Cikong dan Sampeyan kang Sunde sama2 beda kasus dengan pertanyaan.

KESIMPULAN
====================================================
Rampak Naung

tidak di haramkan selama bertujuan memulyakan mayit, dan bukan termasuk menyinya nyiakan harta karena ada tujuan.

حواشي الشرواني وابن قاسم العبادي على تحفة المحتاج بشرح المنهاج4/3

حتى يجوز تحليتها بنحو حلى الذهب ودفنه معها حيث رضي الورثة وكانوا كاملين أي ولا عليها دين مستغرق ولا يقال أنه تضييع مال لأنه تضييع لغرض وهو إكرام الميت وتعظيمه وتضييع المال وإتلافه لغرض جائز م ر سم على حج
 


 LINK DISKUSI :

http://www.facebook.com/groups/kasarung/permalink/577277312297011/?comment_id=578541215503954&offset=0&total_comments=149

1 komentar:

  1. Info menarik dan bermanfaat. Jika kamu tertarik untuk mengetahui Model PerhiasanTerbaru, silakan KLIK DISINI>>Perhiasan. Dan jika kamu ingin membuat kalung nama, silakan kamu KLIK DISINI>>Kalung Nama

    BalasHapus