Jumat, 09 November 2012

TERSESAT DI SURGA

oleh : Dwi Handoko

Assalamu'alaikum warrohmah....


Humor islami,

TERSESAT DI SURGA

Seorang pemuda, ahli amal ibadah
datang ke seorang Sufi. Sang pemuda
dengan bangganya mengatakan kalau
dirinya sudah melakukan amal ibadah
wajib, sunnah, baca Al-Qur’an,
berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk
syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya
catatan amal baiknya selama ini dalam
buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya
nanti…”
“Kapan anda menciptakan amal ibadah,
kok anda merasa punya?” Pemuda itu diam…lalu berkata,
“Bukankah semua itu hasil jerih payah
saya sesuai dengan perintah dan
larangan Allah?” “Siapa yang menggerakkan jerih payah
dan usahamu itu?”
“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri
dengan amal-amalmu itu?”
“Jelas dong tuan…” “Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke
syurga. Kalau toh masuk kamu malah
akan tersesat disana…”
Pemuda itu terkejut bukan main atas
ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara
marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang
tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut
aliran sesat…” kata pemuda itu
menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong diperjelas…” “Begini saja, seluruh amalmu itu
seandainya ditolak oleh Allah
bagaimana?”
“Lho kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam
menjalankan amal anda?” “Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas.
Bahkan setiap keikhlasan saya masih
saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang
ikhlas, kalau masih mengingat-ingat
amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan
amal ibadah anda?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda
sudah merasa puas dengan amal anda
sekarang ini?” Pemuda itu duduk lunglai seperti
mengalami anti klimaks, pikirannya
melayang membayang bagaimana soal
tersesat di syurga, soal amal yang tidak
diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa,
jangan putus asa. Kamu cukup istighfar
saja. Kalau kamu berambisi masuk
syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu
tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga
bagaimana? Kan sama dengan orang
masuk rumah orang, lalu anda tidak
berjumpa dengan tuan rumah, apakah
anda seperti orang linglung atau orang
yang bahagia?” “Saya harus bagaimana tuan…” “Mulailah menuju Sang Pencipta syurga,
maka seluruh nikmatnya akan
diberikan kepadamu. Amalmu bukan
tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam
beramal merupakan wadah bagi ridlo
dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara
tahu dan tidak.
“Begini saja, anak muda. Mana
mungkin syurga tanpa Allah, mana
mungkin neraka bersama Allah?” Pemuda itu tetap saja bengong.
Mulutnya melongo seperti kerbau.
Sumberer;sufinews..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar