Jumat, 20 April 2012

043 : KETIKA LALAT KECEMPLUNG AIR MINUM

“Apabila seekor lalat jatuh ke tempat minum kalian, maka celupkanlah seluruh tubuhnya, kemudian buanglah, karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Diceritakan oleh Qutaibah kepada Ismail bin Ja’far kepada Utbah bin Muslim Maula dari Ubaid bin Hunain dari Abu Hurairah).

Pokok persoalannya adalah kalimat yang menyebutkan bahwa sayap lalat itu yang sebelah mengandung penyakit dan sebelahnya lagi mengandung obatnya.

Ternyata pernyataan ini tidak benar secara ilmiah, dan tidak sesuai dengan data-data penelitian bahwa penyakit maupun obat itu tidak berada di sayap lalat melainkan berada di kaki-kakinya dan kelenjar yang ada di perutnya.

Lalat adalah serangga yang suka hinggap di tempat kotor sehingga kakinya banyak mengandung kuman. Beberapa jenis bakteri yang dihasilkan oleh kuman-kuman itu antaranya adalah bakteri Patogen; E.coli, Coynobacterium Dephteroid, Staphylococcus sp, Salmonella sp, dan Proteus sp.
Akan tetapi uniknya lalat itu memiliki kelenjar di dalam perutnya yang bisa menghasilkan mikroba sebaliknya yang berfungsi sebagai penawar penyakit yang dihasilkan itu, yaitu bakteri Actinomycs yang menghasilkan antibiotik Actinomycetin dan Actinomycin.

Penelitian tentang lalat ini sudah berjalan sejak abad 19 di negara-negara Eropa. Adalah Prof. Brefild, ilmuwan Jerman dari Universitas Hall, yang pada tahun 1871 mengumumkan hasil penelitiannya bahwa lalat mempunyai kelenjar di bagian perutnya yang bisa mengeluarkan cairan Cythoplasma yang bisa membunuh berbagai macam kuman penyakit disebabkan oleh kotoran di kaki-kaki lalat.

Tahun 1947, seorang ilmuwan Inggris bernama Ernestein juga menyelidiki cairan yang dikeluarkan kelenjar di perut lalat. Bahwa cairan itu bisa memusnahkan berbagai macam bakteri diantaranya yang dihasilkan kuman disentri dan tifus.

Pada tahun yang sama, Dr. Muftisch melakukan penelitian yang sama dan ia memberikan kesimpulan yang menarik, bahwa sedikit cairan itu sudah bisa digunakan untuk memelihara 1000 Liter air susu dari kontaminasi bakteri Thyphoid dan disentri.

Di tahun-tahun berikutnya Roleos dari Switzerland, Prof. Kock Famer dari Inggris, Rose dan Edlengger dari Jerman, dan Blatner dari Switzerland melakukan penyelidikan yang sama dan berkesimpulan bahwa BAKTERI-BAKTERI PADA LALAT TERDAPAT PADA KAKI-KAKINYA. BUKAN PADA BAGIAN YANG LAIN TERMASUK SAYAPNYA dan lalat memiliki kelenjar penawar di dalam perutnya.

Yang menarik, ternyata kelenjar penawar itu bisa pecah ketika badan lalat dibasahi oleh air. Tekanan di dalam kelenjar lalat itu akan meningkat seiring dengan tubuhnya yang basah kuyup dan keluarlah cairan penawar racun lewat jalur pernapasan yang ada di sekitar punggung dan perutnya.

Jadi inilah yang terjadi ketika lalat kecemplung air seperti yang dikatakan oleh Rasulullah. Jika ada lalat kecemplung air minum, maka tenggelamkan sekalian. Karena kaki lalat itu mengeluarkan kuman penyakit tetapi, begitu ditenggelamkan, maka kelenjar penawarnya akan pecah dan memusnahkan bakteri-bakteri yang dihasilkan oleh kuman penyakit itu.

Subhanallah....!!

Semoga bermanfaat.
Wallahualam bishowab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar