Sabtu, 21 April 2012

157 : RASULULLAH MUHAMMAD SAW TIDAK RIDHO UMATNYA DI NERAKA

Ktk surga n neraka tlah trkunci, n smua umat manusia ttlah dmasukkan ke dlm surga n neraka sesuai dg amalannya n mreka tlah menikmati ganjaran/merasakan hukuman atas apa yg mreka kerjakan dlm waktu yg begitu lama, Allah SWT menanyakan kpd Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Maha Tahu, “Apakah ada umat Muhammad SAW yg msh tertinggal di dlm neraka?”

Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka Jahanam.
Neraka Jahanam yang begitu gelap tiba-tiba brubah jd terang benderang krn kedatangan Jibril.
  Para penghuni Jahanam pun bertanya-tanya, siapakah yg datang, mengapa Jahanam tiba-tiba terang benderang.

Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yg diutus oleh Allah SWT u/ mencari apakah ad umat Muhammad yg msh terselib di neraka Jahanam.
Tiba-tiba sekelompok orang berteriak, “Sampaikan salam kami kpd Rasulullah SAW, beri tahukan keadaan kami di tempat ini kpd beliau.”

Jibril pun keluar dr neraka Jahanam n pergi ke surga u/ mmberitahukan hal itu kepada Rasulullah.

Rasulullah bgtu bersedih mndengar bhwa msh ada umatnya yg tertinggal di dalam neraka dlm waktu yg sdh begitu lama. Beliau tdk ridha ada umatnya yg msh trtinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.

Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka.
Tp di perjalanan beliau terhadang o/ garis batas Malaikat Israfil. Tdk ada seorang pun boleh melintasi garis itu klu tdk seizin Allah SWT.

Rasulullah SAW pun mengadu kpd Allah SWT, n akhirnya beliau diizinkan. Tp ssudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bhw umat itu tlah meremehkan beliau. “Ya Allah, izinkan ak memberi syafa’at kpd mereka itu walau mereka pnya hnya punya iman sebesar zarrah.”

Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yg begitu dahsyat itu.
Penduduk Jahanam pun berucap, “Apa yg terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam? Siapakah yg datang lg?”

Rasulullah SAW menjawab, “Ak Muhammad SAW yg dtang, siapa di antara kalian yg jadi umatku n punya iman sebesar zarrah, ak datang u/ mengeluarkannya.”

Demikianlah kecintaan Rasulullah kpd umatnya, beliau akan memperjuangkannya smpe di hadapan Allah SWT. Lalu bgmn kecintaan kita sbg umat Rasulullah SAW kpd pribadi yg begitu agung itu?

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Musthofa...'Ala habibika nabiyyika Musthofa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar