Sabtu, 21 April 2012

103 : HUKUM AIR LIUR

PERTANYAAN

Mbah Singo Dimejo


Assalamu'alaikum


tanya

umbel riak kopok iler idu hukume suci po najis kang ??
lek najis pundi dalile?
lek suci pundi dalile?


JAWABAN

Masaji Antoro>>



Wa'alaikumsalam wr wb





Air liur (iler-java-pent) hulumnya SUCI selama diyakini tidak berasal dari perut tapi bila dari perut hukumnya najis








أما المنى فطاهر خلافا لمالك وكذا بلغم غير معدة من راس او صدر وماء
سائل من فم نائم ولو نتنا أو أصفر مالم يتحقق أنه من معدة الاممن إبتلى به
فيعفى عنه وإن كثر








Sedangkan mani hukumnya suci berbeda menurut Imam Malik begitu
juga lendir dari kepala atau dada bukan lender yang dari pencernaan, begitu juga air yang mengalir dari bibir orang tidur (iler-java-pen) meskipun bacin atau berwarna kekuning-kuningan selama tidak diyakini keluar dari perut kecuali bagi orang yang mendapatkan cobaan (dengan terus-menerus mengeluarkan liur dari perut) maka juga termasuk najis yang dima’fu (diampuni) meskipun banyak.



I’aanah at-Thoolibiin I/85







Kalau keluarnya dari perut maka najis Karena dalam perut tempat terjadinya perubahan makanan menjadi bacin dan rusak, sesuatu yang disana hukumnya najis karena sudah menyerupai tinja/kotoran...



Keterangan dari :







وأما القيء فهو نجس لحديث عمار ولأنه طعام استحال في الجوف إلى النتن والفساد فكان نجسا كالغائط



AlMuhaddzab I/47





__________________________







TANDA-TANDA AIR LIUR ORANG TIDUR BERASAL DARI PERUT ATAU BIBIR







وقد ذكر ابن العماد ثلاثة أقوال فيما سال من فم النائم وهي: قيل: إنه طاهر مطلقا.



وقيل: إنه نجس مطلقا. والثالث: التفصيل بين الخارج من المعدة والخارج من الفم.




وذكر أيضا ثلاثة أقوال في علامة الخارج من المعدة أو الفم، فقال: ومن
إذا نام سال الماء من فمه مع التغير نجس في تتمته قال الجويني ما من بطنه
نجس وطاهر ما جرى من ماء لهوته ونص كاف متى ما صفرة وجدت فإنه قد جرى من
ماء معدته وقيل ما بطنه إن نام لازمه بأن يرى سائلا مع طول نومته والماء من
لهوة بالعكس آيته من بله شفة جفت بريقته وبعضهم إن ينم والرأس مرتفع على
الوساد فذا طاهر كريقته







Ibnu ‘Iimaad memberi batasan tentang ciri-ciri antara air liur yang keluar dari perut dan dari bibir :



1. Saat baunya berubah bacin berarti dari perut



2. Bila ditemukan warna kekuning-kuningan juga dari perut



3. Tidurnya terlelap pulas dan dalam rentang waktu panjang



Sedang cirri-ciri air liur yang dari bibir kebalikannya.



4. sebagian ulama ada yang menyatakan, bila saat ia tidur posisi kepala tinggi (melebihi perut) diatas bantal maka hukumnya seperti ludahnya suci, keterangan dari :



Hasyiyah I’aanah at-Thoolibiin I/113







Wallaahu A'lamu Bis Showaab

http://www.piss-ktb.com/2011/12/0879-thaharah-hukum-air-liur.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar