Sabtu, 21 April 2012

097 : HUKUM WANITA SHALAT DI MASJID

 PERTANYAAN


Mini Imut Dech>>



Bismillahirahmanirrohim..

Assalamualaikum..

Ustadz wa ustadzah...warga Huda yg d rahmati Alloh..

Mhn pencerahanipun..
Bagaimana hukum bg kaum hawa sholat d masjid..??
Syukron atas ilmunya
Barakumullohu fiykum wa jazakumullohu khoiran katsir.
Salam santun ta'lim


JAWABAN

Nunu Nurul Qomariyah>>

shalat seorang wanita di rumahnya secara umum lebih baik di bandingkan shalatnya yang di lakukan di masjid, namun bila ada wanita yg meminta ijin untuk shalat di masjid ( utamanya untuk berjamaah) kita tidak boleh melarangnya berdasarkan riwayat ;   Salah seorang istri Umar bun Khatab r.a, biasa menghadiri shalat isya' dan shubuh berjama'ah, ada yang berkata kepadannya ''mengapa anda keluar , bukankah anda tau bahwa Umar tidak menyukai hal ini dan pencemburu? ia menjawab, 'apa yang menghalanginya untuk melarangku adalah sabda Nabi saw '' jangan kalian melarang kaum wabita pergi ke masjid ''( HR. Al Bukhori dari abdullah bin Umar , no, 858 dan Muslim no. 442. )


Fadholi Farkhan


Bismillah tsuma salam>> tambahan Ummu Humaid Al-Sa'idi pernah mendatangi Rasulullah saw seraya berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku lebih suka shalat bersamamu. Beliau menjawab: Aku mengetahui akan hal itu. Akan tetapi ,shalatmu di kamar adalah lebih baik dari shalatmu di masjid kaum mu dan shalatmu di masjid kaum mu lebih baik adalah lebih baik daripada shalatmu di masjid jami'." ( HR. Imam Ahmad dan At-Thabrani ) wallahu a'lam.


Abah Than-than>>

Telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Zuhair bin Harb semuanya meriwayatkan dari Ibnu Uyainah, Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dia mendengar Salim bercerita dari Bapaknya yang merafa'kan kepada Nabi Shallallahu'alaihiwasallam , beliau bersabda, "Apabila istri salah seorang dari kalian meminta izin kepada kalian ke masjid maka janganlah dia melarangnya'." حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ سَالِمًا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَأْذَنَتْ أَحَدَكُمْ امْرَأَتُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يَمْنَعْهَا   Muslim , Kitab sholat

Dan shaf yg terbaik bagi wanita adalah yg paling belakang. dan memang ada aturannya dalam sholat berjama'h yg diikuti oleh perempuan .


Wanita tdk mendahului mengangkat kepala saat ruku atau sujud   Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa'd dia berkata, "Sungguh aku melihat para lelaki mengikat sarung mereka pada leher mereka seperti anak-anak kecil karena sempitnya sarung di belakang Nabi Shallallahu'alaihiwasallam , maka seseorang berkata, 'Wahai kaum wanita, janganlah kalian mengangkat kepala kalian hingga kaum lelaki mengangkat kepala'." حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ الرِّجَالَ عَاقِدِي أُزُرِهِمْ فِي أَعْنَاقِهِمْ مِثْلَ الصِّبْيَانِ مِنْ ضِيقِ الْأُزُرِ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ لَا تَرْفَعْنَ رُءُوسَكُنَّ حَتَّى يَرْفَعَ الرِّجَالُ

Bismillahirokhmanir Rokhiim ,   Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku dan Ibnu Idris keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda, Janganlah kalian menghalangi kaum wanita pergi ke masjid Allah.   حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَابْنُ إِدْرِيسَ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ HR.muslim No : 668 Kitab sholat.

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Hanzhalah dia berkata, "Saya mendengar Salim berkata, Saya mendengar Ibnu Umar berkata, Saya mendengarRasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila wanita-wanita kalian meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid, maka berikanlah izin kepada mereka." حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا حَنْظَلَةُ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمًا يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ   Idem_ no.669.

Dengan adanya hadits di atas meng-indikasikan bahwa kaum wanita diperbolehkan pergi ke mesjid.

Namun melarang , kaum wanita pergi kemesjid dengan memakai wangi-wangian Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ishaq bin Ibrahim, Yahya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Abi Farwah dari Yazid bin Khushaifah dari Busr bin Sa'id dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Siapa pun wanita yang memakai parfum, maka janganlah dia hadir bersama kami dalam shalat Isya', shalat fardhu yang akhir'."   حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar