Sabtu, 21 April 2012

116 : HUKUM SHOLAT MEMEJAMKAN MATA

 PERTANYAAN


Narti Khoir

Bolehkah shalat sambil memejamkan mata dg alasan supaya lebih khusyu.



JAWABAN

Aryo Mangku Langit Bismillah

Tsummssalam>>

==========================
==
pada dasarnya memejamkan mata saat shalat adalah makruh kecuali apabila hal itu dibutuhkan, seperti : dapat menambah kekhusyu’annya, menjaga fikirannya agar tidak melanglang-buana ketika mengerjakan shalat dikarenakan melihat sesuatu yang ada dihadapan atau dibawahnya, terdapat wanita asing yang dapat menggangu shalatnya atau sesuatu lainnya maka hal itu diperbolehkan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abidin dari kalangan ulama Hanafi didalam kitabnya “Ad Dur al Mukhtar” bahwa memejamkan mata saat shalat adalah dilarang (makruh) kecuali apabila hal itu dapat menyempurnakan kekhusyu’annya.

Allohu A'lam
==========================
==
Untuk Lebih Jelasnya Keterangan Lengkap
didalam kitab “Majma’ Az Zawaid”karangan Imam al Haitsami .


 Masaji Antoro
==========

Wa'alaikum salam
MAKRUH, terkecuali ada kepentinga n dalam
memejamkan matanya seperti agar dapat
lebih khusyu’, tidak terganggu dengan
pandangan matanya, khawatir melihat hal-hal
yang haram maka tidak lagi makruh bahkan
lebih baik ketimbang matanya terbuka.

SHALAT DENGAN MEMEJAMKAN MATA

89 - ﺫَﻫَﺐَ ﺟُﻤْﻬُﻮﺭُ ﺍﻟْﻔُﻘَﻬَﺎ ﺀِ - ﺍﻟْﺤَﻨَﻔِﻲ ُﺓَّ ﻭَﺍﻟْﻤَﺎﻝِ ﻛِﻴَّﺔُ
ﻭَﺍﻟْﺤَﻨَﺎ ﺑِﻠَﺔُ ﻭَﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻊِ ﻳَّﺔِ - ﺇِﻟَﻰ ﻛَﺮَﺍﻫَﺔِ ﺗَﻐْﻤِﻴﺾِ
ﺍﻟْﻌَﻴْﻨَﻲ ِﻥْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻟِﻘَﻮْﻝ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺎﻡَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓَﻼَ ﻳُﻐْﻤِﺾُ ﻋَﻴْﻨَﻴْﻪِ 4) ) .

ﻭَﺍﺣْﺘَﺞَّ ﻟَﻪُ - ﺃَﻳْﻀًﺎ - ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻓِﻌْﻞ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ ، ﻭَﻣَﻈِﻨَّﺔ ُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡِ .
ﻭَﻋَﻠَّﻞ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺪَﺍﺉِ ﻉِ : ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻣِﻲَ ﺑِﺒَﺼَﺮِﻩِ
ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊِ ﺳُﺠُﻮﺩِﻩِ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﻐْﻤِﻲ ﺽِ ﺗَﺮْﻛُﻬَﺎ . ﻭَﺍﻟْﻜَﺮَﺍ
ﻫَﺔُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺤَﻨَﻔِﻲ ِﺓَّ ﺗَﻨْﺰِﻳﻬِﻲ ٌﺓَّ .
ﻭَﺍﺳْﺘَﺜْﻦ ﺍْﻭَ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﺘَّﻐْﻤِﻲ ﺽَ ﻟِﻜَﻤَﺎﻝ ﺍﻟْﺨُﺸُﻮﻉِ ،
ﺑِﺄَﻥْ ﺧَﺎﻑَ ﻓَﻮْﺕَ ﺍﻟْﺨُﺸُﻮﻉِ ﺑِﺴَﺒَﺐِ ﺭُﺅْﻳَﺔِ ﻣَﺎ ﻳُﻔَﺮِّﻕُ ﺍﻟْﺨَﺎﻃِﺮَ
ﻓَﻼَ ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ، ﺑَﻞ ﻗَﺎﻝ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ : ﺇِﻧَّﻪُ ﺍﻷَْﻭْﻟَﻰ . ﻗَﺎﻝ
ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺎﺑِﺪِﻳﻦَ : ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺒَﻌِﻴﺪٍ .
ﻗَﺎﻝ ﺍﻟْﻤَﺎﻟِﻚِ ﻳَّﺔُ : ﻭَﻣَﺤَﻞ ﻛَﺮَﺍﻫَﺔِ ﺍﻟﺘَّﻐْﻤِﻲ ﺽِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ
ﻳَﺨَﻒِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮَ ﻟِﻤُﺤَﺮَّﻡ ، ٍ ﺃَﻭْ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻓَﺘْﺢُ ﺑَﺼَﺮِﻩِ ﻳُﺸَﻮِّﺷُﻪ ، ُ
ﻭَﺇِﻻَّ ﻓَﻼَ ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺍﻟﺘَّﻐْﻤِﻲ ﺽُ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ .
ﻭَﺍﺧْﺘَﺎﺭَ ﺍﻟﻨَّﻮَﻭِﻱ : ُّ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳُﻜْﺮَﻩُ - ﺃَﻱْ ﺗَﻐْﻤِﻴﺾُ ﺍﻟْﻌَﻴْﻨَﻲ ِﻥْ
- ﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺨَﻒْ ﻣِﻨْﻪُ ﺿَﺮَﺭًﺍ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ، ﺃَﻭْ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻓَﺈِﻥْ ﺧَﺎﻑَ
ﻣِﻨْﻪُ ﺿَﺮَﺭًﺍ ﻛُﺮِﻩَ 1) )


 ﺑِﺄَﻥْ ﺧَﺎﻑَ ﻓَﻮْﺕَ ﺍﻟْﺨُﺸُﻮﻉِ ﺑِﺴَﺒَﺐِ ﺭُﺅْﻳَﺔِ ﻣَﺎ ﻳُﻔَﺮِّﻕُ ﺍﻟْﺨَﺎﻃِﺮَ ﻓَﻼَ ﻳُﻜْﺮَﻩُ ﺣِﻴﻨَﺌِﺬٍ ، ﺑَﻞ ﻗَﺎﻝ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ : ﺇِﻧَّﻪُ ﺍﻷَْﻭْﻟَﻰ .

Apabila untuk Alasan Lebih khusu' Karena menjaga Pandangan yang dapat merusak Kekhusu'annya maka tidaklah Makruh Tetapi sebagian 'Ulama berkata Bahkan Lebih Utama memejamkannya


https://www.facebook.com/groups/piss.ktb/doc/332421553447326

  


wa'alaikum salam

boleh

========================================
memejamkan mata dalam sholat ulama beda pendapat
imam al-abdari dari golongan kita (syafiiyyah) berpendapat makruh memejamkan mata disaat sholat
menurut imam malik tidak apa2 didalam sholat fardlu maupun sunnah

dan menurut pendapat yg terpilih adalah tidak makruh jika tidak takut adanya bahaya yg menimpa karena memejamkan mata bisa mengumpulkan kekhusu'an dan konsentrasi dan juga bisa mencegah curi-curi pandang dan pecahnya perasaan hati

dan imam mujahid dan qotadah mereka berpendapat bahwa memejamkan mata itu hukumnya makruh pada waktu melaksanankan sholat

المجموع شرح المهذب (3/ 314)

* (فرع)
اما تغميض العين في الصلاة فقال العبدرى من اصحابنا في باب اختلاف نية الامام والمأموم يكره أن يغمض المصلى عينيه في الصلاة قال قال الطحاوي وهو مكروه عند أصحابنا أيضا وهو قول الثوري وقال مالك لا بأس به في الفريضة والنافلة
* دليلنا أن الثوري قال ان اليهود تفعله قال الطحاوي ولانه يكره تغميض العين فكذا تغميض العينين هذا ما ذكره العبدرى ولم أر هذا الذى ذكره من الكراهة لاحد من أصحابنا والمختار أنه لا يكره إذا لم يخف ضررا لانه يجمع الخشوع وحضورالقلب ويمنع من ارسال النظر وتفريق الذهن قال البيهقى وقد روينا عن مجاهد وقتادة أنهما كرها تغميض العينين في الصلاة

tekanan

والمختار أنه لا يكره إذا لم يخف ضررا لانه يجمع الخشوع وحضورالقلب ويمنع من ارسال النظر وتفريق الذهن

dan menurut pendapat yg terpilih adalah tidak makruh jika tidak takut adanya bahaya yg menimpa karena memejamkan mata bisa mengumpulkan kekhusu'an dan konsentrasi dan juga bisa mencegah curi-curi pandang dan pecahnya perasaan hati

------------

jadi saya cenderung/menyamakannya dengan tekanan diatas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar