Sabtu, 21 April 2012

112 : Bidayatul Hidayah 1

  • Bismi_llaahir rohmaanir rohiim>empat kalimat basmalah.Di dlmnya trdapat isyarah ttg prtolongan Alloh SWT pd hamba2nya.utk mnghadapi syaithon, krn syaithon brkata;"aku akn mndatangi bani adam dari dpn&belakang,dari sebelah kanan dan kiri" maka Alloh swt menurunkan empat kalimat kepada bani Adam supaya godaan syaithon tersebut tidak membahayakan mereka. juga isyarat tentang keadaan maksiyat yg dilakukan orang2 mukmin secara sembunyi2, terang2 an,pada waktu malam dan siang maka Alloh memberi mereka kalimat ini (basmalah) untuk menebus dosa dosa mereka. Alhamdulillaahi haqqo hamdiHwash sholaatu was salaamu 'alaa khoyri kholqiHMuhammadir RosuuliH wa 'alaa aa-liHi wa shohbiHi min ba'diH amma ba'd maka setelah mendapat do'a tulus dari Al Mukarrom Abah Than-than, kami memberanikan diri untuk memulai mengkaji kembali kitab BidayatuHidayah, sebagian kami nukil dari kitab Maroqil 'Ubudiyah buah karya Syaikh Nawawi Al Jawi... beliau berkata: "Sesungguhnya bekal ilmu dan agamaku sangat sedikit dan keimananku masih lemah karenakeyakinanku yang kurang di samping waktu yang sempit dan kesedihan yang banyak". ‎"Semoga Alloh mengasihani orang yang melihat aib dan menutupinya". Kepada Alloh Yang Maha Pemurah aku memohon, agar tidak menjadikannya sebagai hujjah atas diriku pada hari terjadinya berbagai peristiwa dahsyat, dan memberi manfaat kepada diriku dengannya maupun orang-orang yang bodoh seperti diriku. Sesungguhnya pada huruf2 basmalah, mengandung ma'na sebagai berikut:1. Huruf "baa" berma'na "baroo_atullooh"= kebebasan yang diberikan Alloh bagi orang2 yang memperoleh kebahagiaan. 2. Huruf "siin" berma'na "Satrullooh"=perlindungan Alloh dari gangguan orang-orang yang jahil.3. Huruf "miim" berma'na "mahabbatulloh"= kecintaan Alloh bagi orang2 islam.4. Huruf "alif" berma'na "ulfatullooh"= kasih sayang Alloh.5. Huruf"laam" bermakna (lathiifatullooh) kelembutan Alloh.6. Huruf"Haa"(Hidaayatullooh) petunjuk dari Alloh 7. Huruf "Roo'" (Ridlwaanullooh), keridlo_an Alloh atas orang2 yang terdahulu masuk islam dan orang2 yang bertobat. 8. Huruf haa' (hilmullooh), pemberian kelonggaran oleh Alloh bagi orang2 yang berdosa. 9. Huruf Miim (minnatullooh),karunia Alloh atas orang2 yang beriman. 10.Nuun (Nuurul Ma'rifah), cahaya pengetahuan di dunia dan cahayaketa'atan di akhirat. Maka Alloh memberikan kedua hal ini kepada hamba-hambanya yang bertakwa. 11.Huruf yaa'(yadullooh), pemeliharaanNya atas kaum muslimin. Fa'lam, ayyuha_l hariishu_l muqbilu 'ala_qtibaasi_l 'ilmi al mudh-Hiru min nafsiHi shidqo_r roghbati wa fartho_t ta'ath_thusyi ilayHi annaka in kunta taqshudu bi tholabi_l 'ilmi_l munafasata wal mubaaHaata wat taqodduma 'alal aqrooni wa_stimaalata wujuuHa_n naasi ilayka, wa jam'a huthoomi_d dunyaa,fa anta saa'in fiy Hadmi diinika wa iHlaaki nafsika wa bai'i aakhirotika bi dunyaaka. fa shofqotuka khoosirotun wa tijaarotuka baa_irotun. Ketauhilah,wahai penuntut ilmu yang memiliki keinginan tulus dan kemauan besar.Jika engkau menuntut ilmu bermaksud untuk menyaingi dan membanggakan diri serta untuk mengungguli para pelajar lainnya untuk menarik perhatian orang pada dirimu, juga untuk dapat mengumpulkan dunia(harta), maka sesumgguhnya engkau telah merobohkan agamamu, membinasakan dirimu, serta menukar akhiratmu dengan (kesenangan) duniamu, Maka akadmu itu pasti merugi, daganganmu pasti bangkrut... wa mu'allimuka mu'iinun laka 'alaa 'ishyaanika, wa syariikun laka fiy khusroonika. waHuwa ka baa_i'i syaifin min qoothi'i thoriiqin. "Dan gurumu, menjadi penolongmu atas perbuatan ma'shiyatmu, dan menjadi sekutu bagimu dalam kerugianmu. dia seperti orang yang menjuall pedang kepada penyamun. Kamaa qoola shollaLLooHu 'alayHi wa sallama "Man A'aana 'alaa ma'shiyatin walaw bisyathri kalimatin kaana syariikan laHu fiyHaa" Sebagaimana sabda nabi shollaLLoHu 'alaihi wa sallama: "Barang siapa membantu melakukan suatu perbuatan ma'shiyat,walaupun dengan sepotong kalimat, maka ia ikut terlibat didalamnya" Wa in kaanat niyyatuka wa qoshduka bainaka wa bainaLLooHi ta'aalaa min tholabil 'ilmi_Hidaayata duuma mujarrodi_r riwaayati Fa_bsyir fa inna_l malaa_ikata tabsuthu laka ajnihataHaa idzaa masyaita, wa hiitaana_l bahri tastaghfiru laka idzaa sa'ayta. wa in kaanat = lan lamun ono OPOniyyatuka = niyat siro wa qoshduka = lan sejo sirobaynaka = antarane sirowa baynaLLooHi= lan antaranipun gusti Allohta'aalaa = Moho Luhur Allohmin tholabil 'ilmi= saking amrih ilmuIKU al Hidaayata= ing amrih hidayahduuna mujarrodi_r riwaayati= ora namung ginawe caturanFa_bsyir = moko bungaho sirofa innal malaa_ikata= moko setuhune malaikatIKU tabshuthu = mbeber sopo malaikatlaka = kaduwe siroajnihataHaa = ING piro piro suwiwine malaikatidzaa masyaita = nalikane melaku sopo sirowa hiitaanal bahri= lan setuhune piro-piro iwak segoroIKU tastaghfiru = nyuwunaken pangapuro opo iwaklaka = kaduwe/marang siro idzaa sa'ayta = nalikane nginclik SOPO siro Walaakin yanbaghiy laka an ta'lama qobla kulli syai-in anna_l Hidaayata_llatiy Hiya tsamrotu_l 'ilmi, laHaa bidaayatun wa niHaayatun wa dhooHirun wa baathinun. wa laa wushuula ilaa niHaayatiHaa illaa ba'da ahkaami bidaayatiHaa wa laa 'atsuuro 'alaa baathiniHaa illaa ba'da_l wuquufi 'alaa dhooHiriHaa.
  • Akan tetapi sebaiknya ketauhilah, sebelum membahas lebih lanjut segala sesuatunya, bahwa sesungguhnya hidayah yang merupakan buah dari ketakwaan, mempunyai dasar dan puncak. Ada dhohir dan bathin.Dan engkau tak akan mampu mencapai puncaknya sebelum melewati dasarnya.Engkau tak akan sampai ke bathin nya sebelum memahami dasar-dasarnya. wa Haa ana musyiirun 'alaika bi badaayatil Hidaayati litujarriba biHaa nafsaka wa tamtahina biHaa qolbaka. fa in shoodafta qolbaka ilayHaa maa-ilan wa nafsaka biHaa muthoowi'atan wa laHaa qoobilatan fa duunaka_t tathollu'a ila_n nihaayaati wa_t tagholghula fiy bihaari_l 'uluumi."wahai pencari kebaikan, kuisyaratkan padamu agar menempuh awal hidayah untuk menguji diri dan hatimu. Jika engkau dapati hatimu condong kepada awal hidayah dan nafsu yang terdapat di dalam hatimu tunduk kepadanya, maka majulah terus menuju puncaknya dan masuklah ke dalam lautan ilmu, (yakni ilmu rahasia rahasia ladunniyah yang dalamnya bagai lautan). ‎"wa in shoodafta qolbaka 'inda muwaajaHatika iyyaaHaa biHaa musawwifan wa bi_l 'amali bi muqtadlooHaa mumaathilan fa'lam anna nafsaka_l maa-ilata ilaa tholabil 'ilmi Hiya_n nafsu_l ammaarotu bi_s suu-i" "Danjika kau dapatkan hatimu ketika menghadap untuk melakukan bidaayah hidaayah itu selalu ingin menunda nunda,maka ketahuilah! bahwa sesungguhnya keinginanmu untuk mencapai ilmu didorong oleh nafsu ammarah yang memerintah pada keburukan"...

  • 'wa qod_intaHadlot muthii'atan li_sy syaithooni_l la'iini liyudl-liyaka bi habli ghuruuriHii fa yastadrijaka bi makiidatiHii ilaa ghomroti_l Hilaaki" "dan sungguh telah bangkit (nafsu ammarah mu) untuk menta'ati syaithon terla'nat, yang menarikmu dengan tali tipuannya, sehingga dirimu masuk dalam perangkapnya menuju kehancuran akhlaq" "wa qoshduHu an yurowwiha 'alaika_sy syarro fiy ma'rodli_l khoiri hatta yulhiqoka bi_l akhsariina a'maala_ni_l ladziina dlolla sa'yuHum fi_l hayaati_d dunyaa wa Hum yahsabuuna annaHum yuhsinuuna shun'an""Dan sesungguhnya tujuan syaithon adalah agar engkau terlena dengan keburukan(hati) dalam melakukan kebaikan. sehingga memasukkan dirimu dalam golongan orang orang yang merugi, yaitu mereka yang sesat dalam perjalanan hidupnya, sedang dalam hati tetap menyangka bahwa mereka termasuk dalam golongan orang yang melakukan kebaikan.""wa 'inda dzaalika yatlu 'alaika_sy syaithoonu fadl-lal 'ilmi wa darojatal 'ulamaa-i wa maa waroda fiyHi min_al aatsaari wa_l akhbaari wayulhiyaka 'an qouliHi ShollaLLoHu 'alaihi wa sallama: Man_izdaada 'ilman wa lam yazdad Hudan lam yazdad min_ALLOOHI illaa bu'dan". "danketika itu, syaithon membacakan pada hatimu tentang keutamaan ilmu, dan derajat ulamaa-, juga kisah shahabat, bahkan hadits hadits: akan tetapi ia melupakan dirimu pada perkataan Beilau SAW: "Barang siapa bertambah ilmu tapi tidak bertambah Hidayah, maka tiada bertambah dirinya itu,kecuali semakin jauh (dari Ridlo Alloh SWT)". Dan syaitan juga melupakan dirimu dari sabda Beliau SAW: Asyaddu_n Naasi = UTAWI luwih banget bangete manungso APANE 'adzaaban = siksone yaumal qiyaamati = ingdalem dino qiyamatIKU 'Aalimun = wong 'alimlam yanfa'Hu = kang orang aweh manfa'at, ing 'aalimSOPO AllooHu = Gusti Alloh bi 'ilmiHi = kelawan ilmune 'aalim ‎"wa kaana SAW yaquulu "Alloohumma inniy a'uudzu bika min 'ilmin laa yanfa'u wa qolbin laa yakhsya-u wa 'amalin laa yurfa'u wa du'aa-in laa yusma'u" adalah beliau SAW senantiasa berdo'a: Yaa Alloh, aku memohon perlindungan dengan(rahmat)MU dari ilmu yang tidak bermanfa'at, hati yang tidak khusyu', amal yang tidak diterima, dan do'a yang tidakdi dengar". "wa 'an qouliHi SAW marortu lailata usriya biy bi aqwaamin tuqrodlu syifaaHuHum bi maqooriidlo min naarin, fa qultu: "man antum?" qooluu "kunnaa na;muru bi_l khoyri wa laa na;tiyHi wa nanHaa 'an_isy syarri wa na;tiyHi" "dan (syaithon telah melupakanmu) dari sabda beliau SAW: Aku bertemu dengan sebuah qoum pada waktu aku diperjalankan (israa mi'raj), yang bibir bibir mereka dipotong dengan gunting dari api neraka, maka aku bertanya: Siapakah kalian? mereka menjawab:Adalah kami(sewaktu di dunia) selalu menganjurkan manusia untuk berbuat baik, akan tetapi kami sendiri tidak melakukannya, dan kami selalu melarang manusia untuk meninggalkan keburukan akan tetapi kami malah melakukannya". "Fa iyyaaka yaa miskiinu an tud'ina li tazwiiriHii fa yudliyka bi habli ghuruuriHii, fa wailun lil jaaHili haitsu lam yata'allam marrotan waahidatan. wa wailun lil 'aalimi haitsu lam ya'mal bi maa 'alima alfa marrotin". maka takutlah kamu, wahai orang yang tak berdaya, janganlah kamu tergoda paja bujuk-rayu syaithon. dia akan mengikatmu dengan jerat tipuannya.maka celakalah bagi orang yang bodoh sekiranya tidak mau belajar, celaka satu kali.Dan celakalah bagi sang 'alim apabila ia tidak mengamalkan yang di ketahuinya, celaka seribu kali. ‎"wa'lam anna_n Naasa fiy tholabi_l 'ilmi 'alaa tsalaatsati ahwaalin:>>Rojulun tholaba_l 'ilma li yattakhidzaHu zaadaHu ila_l ma'aadi fa haadzaa min_al faa_iziin. Dan ketauhilah, bahwa sesungguhnya manusia didalam mencari ilmu dibagi atas tiga keadaan:1. seseorang yang mencari ilmu dengan tujuan menjadikan ilmu tersebut sebagai bekal kembali menghadap Alloh SWT, tidaklah ia bermaksud kecuali hanya untuk memperoleh Ridlo Alloh SWT, dan untuk negeri akhirat. inilah golongan yang berbahagia. "wa rojulun tholabaHu liyasta'iina biHii 'alaa hayaatiHi_l 'aajilati wa yanaala biHi_'izzata wa_l maala waHuwa 'aalimun bi dzaalika musytasy'irun fiy qolbiHii rikaakata haaliHii wa khissata maqshidiHi. wa haadzaa min_al mukhoothiriyna fa in 'aajalaHu ajaluHu qobla_t taubati khiifa 'alayhi min suu_i_l khootimati wa baqiya amruHu fiy khothori_l masyii_ati wa in wuffiqo li_t taubati qobla huluuli_l ajali wa adloofa ila_l 'ilmi_l 'amala wa tadaaroka maa farrotho fiyHi min_al kholali_l tuhiqo bi_l faa-iziina fa inna_t taa-ibu min_a_dz dzanbi kaman laa dzanba laHu" 2. seseorang yang mencari ilmu untuk menolong kebutuhannya di dunia, agar memperoleh kemuliaan, dan hartaakan tetapi dia menyadari, dan merasa didalam hatinya bahwa mencari ilmu untuk memperoleh dunia itu kelemahan hati, serta kehinaan tujuannya. ini termasuk golongan orang yang di khawatirkan.Jika ajalnya datang tiba-tiba sebelum ia bertaubat dari tujuan itu, maka ditakutkan atasnya "Su-ul khotimah". Jika ia sempat bertobat sebelum tiba ajalnya dan mengamalkan ilmunya serta memperbaiki kesalahan yang dilakukannya. maka ia pun termasuk orang-orang yang beruntung.Karena orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tidak mempunysi dosa sama sekali. ‎"wa rojulun tsaalitsun: istahwadza 'alaihi_sy syaithoonu fa_t takhidza 'ilmaHu dzarii'atan ila_t takaatsuri bi_l maali wa_t tafaakhuri bi_l jaaHi wa_t ta'azzuzi bi katsroti_l itbaa'i yadkhulu bi 'ilmiHi kulla madkholin rojaa-an an yaqdliya min_ad dunyaa wa thoroHu wa Huwa ma'a dzaalika yudl-miru fiy nafsiHii annaHuu 'inda_LLooHi bi makaanatin li_t tisaamiHi bi simati_l 'ulamaa-i wa tarossumiHibi rusuumiHim fi_z ziyyi wa_l manthiqi ma'a takaalubiHi 'ala_d dunyaa dhooHiron wa baathinan wa Haadzaa min_al Haalikiina wa min_al hamqo_l maghruuriina idzi_r rojaa-u munqothi'un 'an taubatiHi li dhonniHii annaHuu min_al muhsiniina". 3. seseorang yang syaithan telah mengalahkan atas dirinya, sehingga orang ini mejadikan ilmu sebagai alat untuk memperbanyak harta, sombong dengan kemulyaan, mengunggulkan diri dengan banyaknya jumlah pengikut.tipuan syaithon telah masuk pada dirinya di setiap arah, karena ia berharap dengan dunia itu akan tercapai segala hajatnya.sedang dalam hatinya ia merasa bahwa dirinya mendapat derajat tinggi di sisi Alloh SWT karena dirinya disebut ulamaa, dan segala prilaku dhohirnya menyamai ulamaa, baik dalam perhiasan ataupun ucapan, padahal dalam hatinya tersimpan ketamakan terhadap dunia baik secara dhohir maupun bathin. Inilah golongan orang yang rusak dan merusakkan, orang hina yang tertipu, karena pengharapannya pada dunia, demikian pula persangkaannya bahwa dirinya termasuk orang yang baik, memutus jalan untuk bertaubat.""wa Huwa ghoofilun 'an qouliHi ta'aalaa:Yaa ayyuha_l ladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa ta'lamuun?.wa Huwa min man Qoola fiyHimRosuulu_LLooHi SAW:Ana min ghoiri_d dajjaali akhwafu 'alaikum min_ad dajjali. Fa qiila wa maa Huwa Yaa RosuulaLLooH? Fa Qoola "'ulamaa-u_s suu;". wa Haadzaa li anna_d dajjaala ghooyatuHu_l idl-laalu wa mitslu Haadza_l 'aalimi wa in shorofa_n naasa 'ani_d dunyaa bi lisaaniHii wa maqooliHiifaHuwa daa'in laHum ilayHaa bi a'maaliHii wa ahwaaliHii. "orang semacam ini(golongan ke 3) melupakan firman Alloh: orang ini termasuk dalam golongan yang telah disabdakan beliau SAW:" Selain dajjal, ada yang lebih aku takutkan atas dirimu."maka ditanyakan pada beliau:"siapakah dia, yaa Rosulullah?"Beliau menjawab :"Ulama yang buruk". Hal ini disebabkan dajjal bertujuan menyesatkan ummat. Sedangkan orang alim seperti ini, meski dia mengalihkan orang orang dari cinta dunia dengan lisan dan perkataannya, namun ia menyeru mereka kepadanya(cinta dynia) dengan amal-amal dan keadaannya, sedangkan lisaanul haal lebihjelas petunjuknya daripada perkataan.  LISAANUL HAAL AFSHOhU MIN LISAANIL MAQOOL wa thibaa'u_n naasi ila_l musaa'adati fi_l a'maali amyalu ilayHaa min_al mutaaba'ati fi_l aqwaali. fa maa afsadaHu haadza_l maghruuru bi a'maaliHii aktsaru min maa ash-lahaHuu bi aqwaaliHii. idz laa yastajzi-u_l jaaHilu 'ala_r rogh-bati fi_d dunyaa illaa bi_stijzaa-i_l ulamaa-i.fa qod shooro 'ilmuHu sababan li jur-ati 'ibaadi_LLaaHi 'ala_l ma'aashiyHi watak wanusia lebih condong mengikuti/mencontoh amal perbuatan sseorang daripada mengikuti perkataan. Apa yang dirusakkan oleh orang yang di perdaya syaithon ini dengan amal perbuatannya lebih banyak daripada apa yang diperbaikinya dengan perkataannya yang indah. Karena orang yang bodoh tidak akan berani mencintai dunia kecuali bila para ulama berani melakukannya,maka ilmu dari golongan ketiga ini menyebabkan keberanian para hamba Alloh untuk mendurhakai Nya tanpa ragu-ragu. wa nafsuHu_l jaaHilatu mudillatun ma'a dzaalika tumanniiHi waturojjiiHi wa tad'uuHu ilaa an yamunna 'ala_LLooHi bi 'ilmiHii wa tukhoyyala ilayHi nafsuHu annaHu khoirun 'alaa katsiirin min 'ibaadiLLaaHi. Nafsunya yang buruk menjadi manja, Terkadang memberinnya harapan seperti masuk surga dan mendapat pahala yang banyak, dan terkadang memberi harapan seperti harta dan pengikut yang banyak. Terkadang nafsunya menyeru agar menyebut nyebut ilmunya terhadap Alloh dengan mengatakan;"Yaa Robb, aku mengetahui ini dan ini". Terkadang nafsunya membuat dirinya berkhayal bahwa ia lebih baik daripada umumnya hamba Alloh, yakni dengan sebab ilmunya yang banyak
  • ‎"Fa kun ayyuHa_th thoolibu min_al fariiqi_l awwal. wa_hdzar an takuuna min_al fariiqi_ts tsaaniy fa kam min musawwifin 'aajalaHu_l ajalu qobla_t taubati fa khosaro. wa iyyaaka tsumma iyyaaka an takuuna min_al fariiqi_ts tsaalitsi fataHlaka Halaakan laa yurjaa ma'aHu falaahuka wa laa yuntadhoru sholaahuka. ‎"Wahai pencari ilmu, jadilah engkau dalam golongan pertama yang selamat.Dan janganlah engkau dalam golongan kedua, yaitu yang mendekati kebinasaan. Karena banyak orang yang menunda nunda taubat, tiba tiba datang ajalnya sebelum ia melakukan taubat, hingga ia merugi.Jagalah dirimu, jangan sampai menjadi golongan ketiga, yaitu golongan yang binasa karena menuruti nafsunya. Maka itu adalah kebinasaan yangtidak bisa diharapkan keselamatanmu, tidak ada pula harapanmu untuk memperbaiki diri. al 'iyaadzu billaah
  • Fa in qulta fa maa Bidaayatul Hidaayati li ujarribu biHaa nafsiy?fa'lam anna bidaayataHaa dhooHirotu_t taqwaa wa niHaayataHaa baathinatu_t taqwaa.
  • Fa laa 'aaqibata illaa bi_t taqwaa. Wa laa Hidaayata illaa lil muttaqiina. Jika kau berkata : "Maka bagaimanakah Permulaan Hidayah itu, agar aku bisa mengamalkannya pada diriku?"
    Maka ketauhilah sesungguhnya Bidayah(permulaan) Hidayah adalah taqwa dhohir, sedangkan Nihayah(puncak)nya adalah taqwa bathin.
    Maka tidak ada keberuntungan kecuali dengan taqwa. dan tiada Hidayah kecuali bagi mereka yang bertaqwa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar