Sabtu, 21 April 2012

117 : HUKUM MAKMUM MEMBACA SURAT AL-FATIHAH

PERTANYAAN

Ahmad Syaifuddin,

aq jg numpang tanya" sebagai makmum(sholat berjama'ah),apa aq wajib bc surat al-fatikha?


JAWABAN

Aryo Mangku Langit Bismillah>>


menjawab Pertanyaan kang Ahmad Syaifuddin>>
pendapat pertama:
Setiap makmum wajib membaca Al-Fatihah sebagaimana imam. Hal ini berdasarkan keumuman Hadith :
لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

Tidak sah solat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah
(Riwayat Bukhari & Muslim)
======================================


Pandangan Kedua :

Tidak berkewajipan sama sekali bagi makmum membaca Al-Fatihah atau surah selainnya, baik dalam solat Jahr (solat imam membaca lantang) atau solat Sirri (solat imam membaca perlahan). Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitan Musnadnya, dari Jabir bin Abdullah, bahawa Nabi SAW bersabda :
من كان له إمام فقراءته له قراءة
Barangsiapa solat bersama seorang imam, maka bacaan imam itu adalah bacaan untuk makmum juga.
==========================
=============
Allohu A'lam



dan Pendapat Yg Ketiga>
==========================
==
Al-Fatihah wajib dibaca oleh makmum dalam solat Sirri(Duhur dan Ashar), dan tidak wajib di baca dalam solat Jahr(madhrib ,isya'dan subuh). Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Sohih Muslim, dari Abu Musa Al-’Asy’ari, beliau berkata bahawa Nabi saw bersabda
"Sesungguhnya imam itu dijadikan sebagai panutan. Jika imam bertakbir, maka hendaklah kalian bertakbir. Dan jika dia membaca (Al-Fatihah dan surah lain), maka semaklah oleh kalian….


Brojol Gemblung

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ 26/262-263 :
ﺣﻜﻢ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ :
- 5 ﺫﻫﺐ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ، ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺭﻛﻦ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﻻ ﺻﻼﺓ ﻟﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﻘﺮﺃ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ . ﺇﻻ ﺃﻥ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻫﻲ ﺭﻛﻦ ﻣﻄﻠﻘﺎ ، ﻭﺍﻟﺮﺍﺟﺢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ : ﺃﻧﻬﺎ ﻓﺮﺽ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ ﺟﻬﺮﻳﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﻋﺪﺓ ﺃﻗﻮﺍﻝ .
ﻭﺫﻫﺐ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻟﻴﺴﺖ ﺑﺮﻛﻦ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻔﺮﺽ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ . ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻓﺎﻗﺮﺅﻭﺍ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ .
ﻭﻭﺟﻪ ﺍﻻﺳﺘﺪﻻﻝ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻣﺮ ﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﻄﻠﻘﺎ ، ﻭﺗﻘﻴﻴﺪﻩ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﻄﻠﻖ ﺍﻟﻨﺺ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ، ﻷﻧﻪ ﻧﺴﺦ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺃﺩﻧﻰ ﻣﺎ ﻳﻄﻠﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺮﺿﺎ ﻟﻜﻮﻧﻪ ﻣﺄﻣﻮﺭﺍ ﺑﻪ .

Hukum Membaca Surah Fatihah Dalam Shalat
Mayoritas Ulama Fiqh Kalangan Malikiyyah, Syafi'iyyah dan Hanabilah menilai surah Fatihah adalah rukun dalam setiap rakaatnya shalat berdasarkan hadits Nabi : "Tidak ada shalat bagi orang yg tidak membaca fatihahnya al-Qur`an", namun tiga madzhab di atas kemudian berbeda pendapat dalam pelaksanaan pembacaan surah al-Fatihah. Kalangan Syafi'iyyah memilih bahwa surat fatihah adalah rukun shalat secara mutlak disetiap rakaat shalat, baik bagi makmum ataupun imam. Sedangkan pendapat yg kuat dikalangan Malikiyyah menilai surah Fatihah adalah rukunnya shalat kecuali bagi orang yg menjadi makmum dari shalat jamaah yg bacaan imammya dikeraskan.
Sedangkan Kalangan Hanafiyyah justru menilai bahwa surah Fatihah bukanlah rukun shalat, yg menjadi keharusan bagi orang yg tengah menjalankan shalat adalah membaca surah manapun dalam al-Qur`an yg baginya mudah berdasarkan firman Allah : "Maka bacalah oleh kalian apa2 yg mudah dari al-Qur`an".
Dan wajah pengambilan dalil dari aya ini adalah bahwa Allah memerintahkan membaca ayat yg mudah dari al-Qur`an secara mutlak, sementara membatasinya dg Fatihah merupakan bentuk penambahan atas kemutlakan nash, dan hal ini tidak boleh terjadi karena demikian adalah penghapusan. Maka untuk menyikapi rekomendasi al-Qur`an minimal dikatakan fardhu karena pembacaan itu merupakan hal yg diperintahkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar