Minggu, 29 April 2012

167 : QODHO DAN QODHAR

Bismillah tawkkaltu 'alallah
sedikit berbagi

Qodho dan Qodar.
1. Qodho berarti ketetapan Allah. Qodar atau taqdir berarti ukuran atau kekuasaan Allah. 
2.  Setiap Muslilm wajib iman bahwa Allah Maha Kuasa untuk berbuat apa saja terhadap makhluq-Nya; dan setiap muslim juga wajib iman bahwa manusia diberi kebebasan untuk memillih dan menentukan nasibnya sendiri, dengan segala usahanya dan memohon kepada Allah.
3. Allah menciptakan segala sesuatu dengan 4 proses:  Menciptakan, menyempurnakan,  memberikan ukuran dan memberi bimbingan. ( al-A'la 2-4 ). Allah menciptakan manusia, bumi dan semua alam semesta dengan segala ketentuan yang berlaku padanya. Ia jadikan yang haq dan yang bathil ; yang halal dan yang haram;  yang indah dan yang buruk.  Kepada manusia diberi-Nya akal, perasaan ( hati, syahwat dan lain-lain ) serta wahyu, dengan ketentuan-ketentuan : siapa yang berbuat dan memilih yang baik akan bahagia dan siapa yang berbuat atau memilih yang tidak baik akan mendapatkan derita.
4. Qodho Allah telah berlaku sejak setiap manusia lahir. Ia lahir dialam ini dengan tidak diberi hak pilih siapa ayah atau ibunya, bagaimana warna kulitnya dan seterusnya. Dalam pengembangan dirinya ia diikat oleh ketentuan-ketentuan yang diciptakan Allah bagi dirinya sesuai dengan ketentuan sunnatullah dan syari'atullah tersebut.
5. Apa yang terjadi bagi seseorang tidak lepas dari ihtiar dirinya atau lingkungannya yang sekaligus merupakan keputusan Allah bagi seseorang.
6. Ayat-ayat al-Qur'an yang memberi gambaran tentang kekuasaan Allah yang absolut, seperti : al-Hadid 22-23; Yunus 107; Fathir 2; al-Baqarah 284; Ali-‘Imran 26-27.  Sedang ayat-ayat al-Qur'an yang mengharuskan manusia berikhtiar untuk menentukan nasibnya antara lain : al-Insan 2 dan 3 ; al-Balad 10; al-Muddatsir 38;  Fushilat 46; asy-Syura 30; ar-Rum 41;  ar-Ro'du 11.
7. Karena ayat-ayat tersebut diatas dan karena pengaruh dari faham determinisme dan indeterminisme dalam theologi Kristen;  maka dalam sejarah Islam juga pernah timbul aliran-aliran yang berpendirian ekstrim dalam menekankan faktor kekuasaan Allah dan menekankan usaha manusia, yaitu golongan ( aliran ) Jabbariyah dan Qadariyyah.




Alam..
1. Alam ini adalah makhluq = diciptakan Allah ( al-Baqarah 117 ).
2. Alam ini akan rusak dan berakhir ( al-Qoshosh 88 ).
3. Alam ini rill, nyata, konkrit, bukan maya ( al-An'am 73; Shod 27 ).
4. Alam ini teratur ( al-Mulk 3 dan 4 ).
5. Alam terikat dengan hukum-hukum tertentu yang pasti ( al-Furqon 2, ar-Ro'du 8, ar-Rahman 5 ).
6. Alam ini dapat dipikirkan dan dipelajari ( al-Jasiyah 13 ).
7. Penciptaan alam bertujuan :
a. Membuktikan kebesaran Allah ( Ali-Imran 190 ).
b. Disiapkan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia ( Luqman 20 ).
c. Ujian untuk manusia ( Hud 7 dan al-Mulk 2 ).
8. Seluruh alam ini patuh kepada ketentuan Tuhan ( Ali-'Imran 83; an-Nahl 49 dan 50 ; al-Isra':44 ).
9. Alam ini berpasang-pasangan ( adz-Dzariyat 49 ).  Buah-buahan ( ar-Ro'du 3 ).  Ternak dan manusia ( asy-Syura 11 ).  Yang tidak diketahui ( Yasin 36 ).
10. Proses kejadian alam :
a. Berkembang dari satu dzat seperti gas ( Fushshilat 9-12 ).
b. Dipisah-pisahkan menjadi benda-benda langit, galaksi, planet dan lain-lain (al-Anbiya 30; adz-Dzariyat 7).
c. Bumi dilontarkan sebagai bola api dari benda yang lebih besar ( ar-Rahman 14; an-Nazi'aat 30 ).
d. Planet lainnya, bulan dan sebagainya (ath-Thalaq 12; Nuh 15-16; an-Naba' 12).
e. Perkembangannya melalui 6 masa ( Fushshilat 9 dan 10 ).
f.  Kejadian bintang ( al-Masih 1-3 ).
g. Sesuatu yang hidup berasal dari air ( Hud 7; al-Anbiya 30; an-Nur 45; al-Furqon 54 ).
h. Pada benda-benda langit ada kehidupan dan kematian ( asy-Syura 29; al-Isra'44; Maryam 93 ).

Manusia.
A. Manusia dalam al-Qur'an disebut :  Al-Insan ( al-Insan 1 ).  Al-Basyar ( al-Hijr 28 ).  Bani Adam ( al-Isra' 70 ). An-Nas.
B. Proses kejadian manusia :
1. Melalui masa yang tidak disebutkan ( al-Insan 1 ).
2. Mengalami beberapa tingkatan kejadian ( Nuh 14 ).
3. Ditumbuhkan dari tanah seperti tumbuh-tumbuhan ( Nuh 17 ).
4. Dijadikan dari tanah liat = lazib ( ash-Shaffat 11 ).
5. Dijadikan dari tanah kering dan lumpur hitam ( shalshal dan hamain ) al-Hijr 28.
6. Berproses dari saripati tanah,  nuthfah dalam rahim, segumpal darah, segumpal daging, tulang, dibungkus dengan daging, makhluk yang paling baik (  al-Mu'minun 12-14 ).
7. Kemudian ditiupkan roh ( ash-Shad: 72,  al-Hijr: 29 ).
Manusia diciptakan dari tanah dengan bermacam-macam istilah, yaitu turob ( tanah ), tanah kering ( shal-shal ), lumpur hitam ( hamain ), thin ( tanah kering ) dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa fisik manusia berasal dari macam-macam bahan yang ada dalam tanah.
C. Tubuh manusia terdiri dari roh dan jasad, kedua unsur ini membentuk senyawa, sehingga terwujud proses dan mekanisme hidup. Terputusnya dua unsur ini berarti terjadinya kematian.
D. Keistimewaan manusia dari makhluk lainnya :
1. Manusia sebagai ciptaan yang tertinggi dan terbaik ( at-Tin 4 ).
2. Manusia dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah ( al-Isra' 70 ).
3. Mendapatkan tugas mengabdi ( adz-Dzariyat 56 ), oleh karenanya manusia disebut abdi Allah.
4. Mempunyai peranan sebagai khalifah ( wakil Allah ) ( al-An'am 165 ), dengan berbagai tingkatan.
5. Mempunyai tujuan hidup, yaitu mendapatkan ridho Allah  ( al-An'am 163 ), dan kebahagiaan didunia dan diakhirat.
6. Untuk melaksanakan tugas serta peranannya guna mencapai tujuan hidupnya manusia diberi peraturan-peraturan hidup ( an-Nisa' 105 ).
E. Sifat-sifat manusia antara lain :
1. Bersifat tergesa-gesa ( al-Isra' 11 ).
2. Sering membantah ( al-Kahfi 54 ).
3. Ingkar dan tidak berterima kasih  kepada Tuhan ( al-‘Adiyat 6 ).
4. Keluh kesah dan gelisah serta kikir ( al-Ma'arij 19 ).
5. Putus asa bila ada kesusahan ( al-Ma'arij 20 ).
6. Kadang-kadang ingat Tuhan karena penderitaan ( Yunus 12 ).
F. Penggolongan manusia :
1. Menurut Surat al-Fatihah :
a. Yang diberi ni'mat petunjuk.
b. Yang dimurkai Tuhan.
c. Yang sesat.
2. Menurut Surat al-Baqarah ( awal ) :
a. Muttaqin.
b. kafirin.
c. munafiqin.
3. Yang dicintai dan dimurkai :
a. Yang dicintai Allah :
1. Muhsinin ( al-Baqarah 195; Ali-‘Imran 134; al-A'raf  56 ).
2. Tawwabin, Mutathohhirin ( al-Baqarah 222; asy-Syu'ara 69; at-Taubah 120 ).
3. Muttaqin ( Ali-‘Imran 76; at-Taubah 36 ).
4. Shobirin ( Ali-Imran 146 ).
5. Muqsithin ( al-Maidah 42 ).
6. Mutawakkilan ( Ali-‘Imran 159 ).
7. Berjuang dijalan Allah dengan organisasi rapih ( ash-Shaaf 4 ).
b. Yang dimurkai Allah :
1. Fasiqin ( ash-Shaff 5 ).
2. Mufsidin ( al-Maidah 64; Yunus 81 ).
3. Zholimin ( at-Taubah 19 ).
4. Kafirin ( at-Taubah 37 ).
5. Khowwanin Kafur ( al-Hajj 38 ).
6. Mustakbirin  ( an-Nahl 23 ).
7. Musrifin ( al-An‘am 141 ).
8. Kadzibun Kaffar ( az-Zumar 3 ).
9. Musrifun Kadzab ( al-Mu'min 28 ).
4. Dalam penggolongan-penggolongan lainnya yang terdapat dalam al-Qur'an maupun al-Hadits yang pada umumnya dibagi kepada dua macam :
a. Yang baik ( ashhabul yamin, ashabul maimanah, khairul bariyyah dan lain-lain ).
b. Yang tidak baik ( ashhabusysyimal, ashhabul mas'amah, syarrul bariyyah dan lain-lain ).

Kehidupan Manusia.
1. Tujuan Hidup :  Mencari ridho Allah / mardhotillah ( al-An'am 163 ).
2. Tugas Hidup  :  Mengabdikan diri kepada Allah dalam berbagai aspek kehidupan / ‘ ibadah ( adz-Dzariyat 56 ).
3. Peranan Hidup. Khalifah, wakil Allah untuk mewujudkan kehendak Ilahi dibumi, memakmurkan alam dan lain-lain ( al-An'am 165 ).  Pelanjut risalah /  menyampaikan ajaran-ajaran Allah dan membelanya ( Ali-‘Imran 110 ).
4. Pedoman Hidup.  Al-Qur'an dan as-Sunnah ( al-Isra' 9; an-Nisa' 59 dan 105 ).
5. Teladan hidup.
Muhammad Rasulullah saw. ( al-Ahzab 40 ).
6. Kawan hidup. Mu'minin, Mu'minat  ( al-Hujurat 10 ).
7. Lawan hidup.
Syaithan dan sifat-sifat syaithan seperti : syirik, kufur dan lain-lain ( al-Baqarah 168 dan al-An'am 142 ).
8. Bekal hidup.   Seluruh alam raya dan isinya ( al-Jasiyah 13 ).

Tauhid.
1. Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah. ( al-Baqarah 163 Muhammad 19 ).Tauhid merupakan inti dan dasar dari seluruh tata nilai dan norma Islam, sehingga oleh karenanya Islam dikenal sebagai agama tauhid yaitu agama yang mengesakan Tuhan. Bahkan gerakan-gerakan pemurnian Islam terkenal dengan nama gerakan muwahhidin ( yang memperjuangkan tauhid ).  Dalam perkembangan sejarah kaum muslimin, tauhid itu telah berkembang menjadi nama salah satu cabang ilmu Islam, yaitu ilmu Tauhid yakni ilmu yang mempelajari dan membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan keimanan terutama yang menyangkut masalah ke-Maha Esa-an Allah.
2. Ajaran Tauhid bukan hanya ajaran Nabi Muhammad saw, tetapi merupakan ajaran setiap nabi / rasul yang diutus Allah SWt. ( al-Anbiya' 25 ).
Nabi Nuh mengajarkan tauhid ( al-A'raf 59 ).
Nabi Hud mengajarkan tauhid ( Hud 50 ).
Nabi Shalih mengajarkan tauhid ( Hud 61 ).
Nabi Syu'aib mengajarkan tauhid ( Hud 84 ).
Nabi Musa mengajarkan tauhid ( Thoha 13-14 ).
Nabi Ibrahim, Ishaq dan Ismail juga mengajarkan tauhid ( al-Baqarah 133 ).   
Juga Nabi Isa ajarannya adalah tauhid ( al-Maidah 72 ). Dan lain-lain.
3. Urgensi tauhid dalam Islam dapat dilihat antara lain dari :
a. Sejarah perjuangan Rasulullah saw, dimana hampir selama periode Makkah Rasulullah saw mengerahkan usahanya untuk membina tauhid ummat Islam. Rasul selalu menekankan tauhid dalam setiap ajarannya, sebelum seseorang diberi pelajaran lain, maka tauhid ditanamkan lebih dahulu kepada mereka.
b. Setiap ajaran yang menyangkut ‘ ibadah mahdloh umpamanya senantiasa mencerminkan jiwa tauhid itu, yakni dilakukan secara langsung tanpa perantara.
c. Setiap perbuatan yang bertentangan dengan jiwa dan sikap tauhid yaitu perbuatan syirik dinilai oleh al-Qur'an sebagai : Dosa yang paling besar : ( an-Nisa' 48 ).  Kesesatan yang paling fatal, ( an-Nisa'116 ).  Sebab diharamkannya masuk sorga ( al-Maidah 72 ).  Dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT ( an-Nisa' 48 ).
4. Manifestasi Tauhid :
I'tikad dan keyakinan tauhid mempunyai konsekuensi bersikap tauhid dan berfikir tauhid seperti ditampakkan pada :
a. Tauhid dalam ‘ibadah dan do'a.  Yaitu tidak ada yang patut disembah kecuali hanya Allah dan tidak ada dzat yang pantas menerima dan memenuhi do'a kecuali hanya Allah. ( Al-Fatihah 5 ).
b. Tauhid dalam mencari nafkah dan berekonomi.  Yaitu tidak ada dzat yang memberi rizki kecuali hanya Allah  ( Hud 6 ). Dan pemilik mutlak dari seluruh apa yang ada adalah Allah SWT. QS.( al-Baqarah 284, an-Nur 33 ).
c. Tauhid dalam melaksanakan pendidikan dan da'wah.  Yaitu bahwa yang menjadikan seseorang itu baik atau buruk hanyalah Allah SWT.  Dan hanya Allah yang mampu memberikan petunjuk kepada seseorang ( al-Qoshosh 56, an-Nahl 37 ).
d. Tauhid dalam berpolitik.  Yaitu penguasa yang Maha Muthlaq hanyalah Allah SWT. ( al-Maidah 18, al-Mulk 1 ). Dan seseorang hanya akan memperoleh sesuatu kekuasaan karena anugerah Allah semata-mata ( Ali-‘Imran 26 ). Dan kemulyaan serta kekuasaan hanyalah kepunyaan Allah SWT.( Yunus 65 ).
e. Tauhid dalam menjalankan hukum.  Bahwa hukum yang benar adalah hukum yang datang dari Allah SWT. Serta sumber kebenaran yang muthlaq adalah Allah SWT. ( Yusuf 40 dan 67  ).
f. Tauhid dalam sikap hidup secara keseluruhan, bahwa tidak ada yang patut ditakuti kecuali hanya Allah. ( at-Taubah 18, al-Baqarah 150 ).  Tidak ada yang patut dicintai kecuali hanya Allah ( dalam arti yang absolut ) ( at-Taubah 24 ).  Tidak ada yang dapat menghilangkan kemudharatan kecuali hanya Allah. ( Yunus 107 ).  Tidak ada yang memberikan karunia kecuali hanya Allah. ( Ali-‘Imran 73  ).  Bahkan yang menentukan hidup dan mati seseorang hanyalah Allah SWT. ( Ali-‘Imran 145 ).
g. Sampai pada ucapan sehari-hari yang senantiasa dikembalikan kepada Allah seperti :  Mengawali pekerjaan yang baik dengan Bismillah = atas nama Allah.  Mengakhiri pekerjaan dengan sukses membaca Alhamdulillah = segala puji bagi Allah.  Berjanji dengan ucapan Insya Allah = kalau Allah menghendaki.  Bersumpah dengan WAllahi, BIlahi, TAllahi = demi Allah.  Menghadapi sesuatu kegagalan dengan Masya Allah = semua berjalan atas kehendak Allah.  Mendengar berita orang yang meninggal dunia dengan Inna LIlahi Wa Inna Ilaihi raji'un = kami semua milik Allah dan kami semua akan kembali kepada Allah.  Memohon perlindungan dari sesuatu keadaan yang tidak baik dengan ucapan A'udzu bIlahi mindzalik =  aku berlindung kepada Allah dari keadaan demikian ……………………..Mengagumi sesuatu dengan ucapan Subhanallah = Maha Suci Allah. Terlanjur berbuat khilaf dengan ucapan, Astaghfirullah = aku mohon ampun kepada Allah dan lain-lain.
h. Berhindar dari kepercayaan-kepercayaan, serta sikap-sikap yang dapat mengganggu jiwa dan ruh tauhid seperti :  Mempercayai adanya azimat, takhyul, pelet, meminta-minta kepada selain Allah, mengkultuskan sesuatu selain Allah, melakukan tasybih, musyabihah ( antrofomorfisme ) yaitu menganggap Allah berjisim dan lain-lain.
5. Tauhid yang murni akan melahirkan satu sikap yang tunduk dan patuh kepada Allah, yang disebut al-Qur,an dengan sikap sami'na wa atho'na yaitu kami dengar dan kami patuh. Dan kepada mereka yang tidak patuh dinilai sebagai orang yang mengilah-kan hawa nafsu ( al-Jasiyah 23 ). Nabi bersabda : Tidak berzina orang yang berzina kalau dia beriman dan tidak mencuri  seorang pencuri kalau beriman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar