Selasa, 16 Juli 2013

1032 : HUKUM BEKAM SAAT PUASA

PERTANYAAN

Zarritsalasatun ELhamy Kaffah


Assalamu'alaikumapakah bekam di perbolehkan saat puasa


JAWABAN

Aryo Mangku Langit

Wa'alaikum salam

Diambil darah saat puasa untuk keperluan laboratorium atau sebagai donor darah tidak membatalkan puasa kecuali jika dengan donor tubuh menjadi lemah (drop), diperbolehkan untuk berbuka. Hal ini mengacu pada hadis, “Nabi Muhammad SAW berbekam (diambil darah) ketika beliau puasa” (H.R. Bukhari).


Ibnu Hasyim Alwi

Berbekam(di ambil darah)ketika puasa hukumnya Makruh
Kemakruhan ini apabila menyebabkan lemah , lebih2 mengakibatkan berbuka puasa maka hukum makruhnya bertambah Tetapi apabila tidak menyebabkan lemah maka Tidak Makruh.
Namun yang lebih Utama adalah Tidak Melakukan Bekam ketika dalam keadaan berpuasa
" بِأَنَّ الْحِجَامَةَ مَكْرُوهَةٌ فِي حَقِّ مَنْ كَانَ يَضْعُفُ بِهَا وَتَزْدَادُ الْكَرَاهَةُإذَا كَانَ الضَّعْفُ يَبْلُغُ إلَى حَدٍّ يَكُونُ سَبَبًا لِلْإِفْطَارِ، وَلَا تُكْرَهُ فِي حَقِّ مَنْ كَانَ لَا يَضْعَفُ بِهَا، وَعَلَى كُلِّ حَالٍ تَجَنُّبُ الْحِجَامَةِ لِلصَّائِمِ أَوْلَى، فَيَتَعَيَّنُ حَمْلُ قَوْلِهِ: "أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ".
"Nailul Author" : juz IV/ Hal 241

link dokumen :

 https://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/617115264979882/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar