Jumat, 20 April 2012

027 : DIAM itu yang terbaik

  • Jika Belum Siap, Cintai Dia dalam DIAM!
    Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
    karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
    kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan selain nikah, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
    karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
    karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
    karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu .
    ingatkah kalian tentang kisah Fathimah Az-Zahra dan 'Ali bin Abi Thalib ?
    yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ..
    tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah
    karena dalam diammu tersimpan keberkahan & kekuatan harapan ... hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
    bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya?
    dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam ...
    jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat
    biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ..
    Islam sebagai agama & ideologi yang mulia ini telah menjelaskan bahwa jangankan zina, mendekati saja diharamkan,
    "Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.". (QS. Al-Israa’:32 )
    Al-Allamah Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy-rahimahullah- berkata, "Di dalam larangan dari mendekati zina dengan cara melakukan pengantar-pengantarnya terdapat larangan dari zina –secara utama-, karena sarana menuju sesuatu, jika ia haram, maka tujuan tentunya haram menurut konteks hadits".[Lihat Fathul Qodir (3/319.
    Setan mengalir didarah mu dan selalu membisikan mu, mungkin kamu tidak sadar bahwa dosa yang kamu lakukan semakin menggunung ketika kamu menjalin cinta dengan dia. Bisa jadi hati kecil mu itu selalu gelisah akibat perbuatan yang kamu lakukan walau akal di otak mu tetap berdalih bahwa yang kamu lakukan ini masih dalam batas kewajaran?? Saya berwasiat kepada individu ku&kamu yang masih bernyawa u/tidak brtindak apapun kecuali diam ketika rasa cinta telah datang dan kita belum siap nikah. Jangan bertindak dengan memanjakan perasaan hati serta ghorizah ini. Ingat dan Kasihanilah orang yang kita cintai juga diri kita ketika nanti harus Pertanggung jawabkan semua PERBUATAN INI kepada Allah SWT. Silahkan melakukakan perkenalan dan pendekatan dengan ta’aruf yang Rasulullaah SAW ajarkan jika kamu telah siap nikah. Ketika belum siap maka berusaha untuk diam ketika cinta datang, Jangan ta’aruf jika belum siap nikah apalagi pacaran. Na’udzubillahimindzalik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar