Jumat, 01 Maret 2013

574 : BAHASAN TENTANG UMUR DARI ALQUR'AN DAN HADITS

PERTANYAAN 


Mukhammad Yusuf Ismawan


dalam alqur'an dingendikake ngeten "IDZA JAA'A AJLUHUM...maka apabila tlh datang ajal bg mereka,tidaklahmereka dpt mengundurkanya barang sesaatpun dan tdk (pula) mendahulukan.

disisi lain bnyk kita jumpai hadist2 yg dpt memanjangkan usia (silaturrohim) dan yg marai mati enom (santri yg tdk wirai)

njur aslinipun dospundi meniko?
monggo dipun wedari


JAWABAN

Brojol Gemblung


Wa'alaikumussalam...

Mari kita cermati uraian di bawah ini :

ﺷﺮﺡ ﻣﺴﻠﻢ - ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ - ﺝ - ١٦ ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ١١٤ - ١١٥

ﻣﻦ ﺃﺣﺐ ﺃﻥ ﻳﺒﺴﻂ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ ﻭﻳﻨﺴﺄ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ

ﻳﻨﺴﺄ ﻣﻬﻤﻮﺯ ﺃﻱ ﻳﺆﺧﺮ ﻭﺍﻷﺛﺮ ﺍﻷﺟﻞ ﻷﻧﻪ ﺗﺎﺑﻊ ﻟﻠﺤﻴﺎﺓ ﻓﻲ ﺃﺛﺮﻫﺎ ﻭﺑﺴﻂ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺗﻮﺳﻴﻌﻪ ﻭﻛﺜﺮﺗﻪ ﻭﻗﻴﻞ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻓﻴﻪ ﻭﺍﻣﺎ ﺍﻟﺘﺄﺧﻴﺮ ﻓﻲ ﺍﻷﺟﻞ ﻓﻔﻴﻪ ﺳﺆﺍﻝ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﺍﻵﺟﺎﻝ ﻭﺍﻷﺭﺯﺍﻕ ﻣﻘﺪﺭﺓ ﻻ ﺗﺰﻳﺪ ﻭﻻ ﺗﻨﻘﺺ ﻓﺈﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﺍﺟﻠﻬﻢ ﻻ ﻳﺴﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﺳﺎﻋﺔ ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻘﺪﻣﻮﻥ

ﻭﺃﺟﺎﺏ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺄﺟﻮﺑﺔ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﺑﺎﻟﺒﺮﻛﺔ ﻓﻲ ﻋﻤﺮﻩ ﻭﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺃﻭﻗﺎﺗﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻪ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﺻﻴﺎﻧﺘﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻀﻴﺎﻉ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ

ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻳﻈﻬﺮ ﻟﻠﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻠﻮﺡ ﺍﻟﻤﺤﻔﻮﻅ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﻴﻈﻬﺮ ﻟﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻮﺡ ﺃﻥ ﻋﻤﺮﻩ ﺳﺘﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﻓﺎﻥ ﻭﺻﻠﻬﺎ ﺯﻳﺪ ﻟﻪ ﺃﺭﺑﻌﻮﻥ ﻭﻗﺪ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺎ ﺳﻴﻘﻊ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﺑﻪ ﻗﺪﺭﻩ ﻭﻻ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﺑﻞ ﻫﻲ ﻣﺴﺘﺤﻴﻠﺔ ﻭﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻇﻬﺮ ﻟﻠﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ ﺗﺘﺼﻮﺭ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻭﻫﻮ ﻣﺮﺍﺩ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ

ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻘﺎﺀ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﺠﻤﻴﻞ ﺑﻌﺪﻩ ﻓﻜﺄﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻤﺖﺣﻜﺎﻩ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ ﺃﻭ ﺑﺎﻃﻞ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

“Barangsiapa yg senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim.”

Maksudnya ajalnya diakhirkan dan rezekinya dilapangkan dan diperbanyak. Dan dikatakan juga maksudnya adalah berkah. Adapun penundaan ajal atau perpanjangan umur, terdapat satu permasalahan; yaitu bagaimana mungkin ajal diakhirkan. Bukankah ajal dan rezeki telah ditetapkan dan tidak dapat bertambah dan berkurang sebagaimana firmanNya:

ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃَﺟَﻞٌ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﺂﺀَ ﺃَﺟَﻠُﻬُﻢْ ﻻَﻳَﺴْﺘَﺄْﺧِﺮُﻭﻥَ ﺳَﺎﻋَﺔً ﻭَﻻَﻳَﺴْﺘَﻘْﺪِﻣُﻮﻥَ

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”.

Maka ulama menjawab dg jawaban yg benar tentang masalah ini.

Pertama : Yg dimaksud dg tambahan di sini, yaitu tambahan berkah dalam umur. Diberi pertolongan melakukan ketaatan dan mengisi waktunya dg hal yg bermanfaat baginya di akhirat, serta terjaga dari kesia-siaan.

Kedua : Berkaitan dg ilmu yg ada pada malaikat yg terdapat di Lauh Mahfuzd dan semisalnya. Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzd berumur 60 tahun. Akan tetapi jika dia menyambung silaturrahim, maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun, dan Allah telah mengetahui apa yg akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). Inilah makna firman Allah:

ﻳَﻤْﺤُﻮ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺂﺀُ ﻭَﻳُﺜْﺒِﺖُ

“Allah akan menghapus apa yg Dia kehendaki dan menetapkan (apa yg Dia kehendaki)”.

Demikian ini ditinjau dari ilmu Allah. Apa yang telah ditakdirkan, maka tidak akan ada tambahannya. Bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. Sedangkan ditinjau dari ilmu makhluk, maka akan tergambar adanya perpanjangan (usia), dan hal demikian maksud dari hadits tersebut.

Dan yg ketiga : Yg dimaksud, bahwa ia dikenang dg baik setelah kematiannya seolah-olah ia tidak pernah mati. Demikianlah yg diceritakan oleh Al-Qadhi, dan riwayat ini dha’if (lemah) atau bathil. Wallahu a’lam.

Tambahan ibarot :

ﺻﺤﻴﺢ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻟﻄﺤﺎﻭﻳﺔ - ﺣﺴﻦ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺴﻘﺎﻑ - ﺍﻟﺼﻔﺤﺔ ٢٧١ - ٢٧٢

ﻭﺃﻣﺎ ﻣﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ 10 / 415 ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻣﺮﻓﻮﻋﺎ: ﻣﻦﺳﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﺒﺴﻂ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺭﺯﻗﻪ، ﻭﺃﻥ ﻳﻨﺴﺄ ﻟﻪ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﺣﻤﻪ.

ﻓﻤﻌﻨﻰ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﻫﻨﺎ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻓﻴﻪ ﻻ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﺪﺩ ﺍﻟﺴﻨﻴﻦ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺘﺢ:416 / 10ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺘﻴﻦ: ﻇﺎﻫﺮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﻌﺎﺭﺽ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻓﺈﺫﺍ ﺟﺎﺀ ﺃﺟﻠﻬﻢ ﻻ ﻳﺴﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﺳﺎﻋﺔ ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻘﺪﻣﻮﻥ. ﻭﺍﻟﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻣﻦ ﻭﺟﻬﻴﻦ:

ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻛﻨﺎﻳﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ، ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﻭﻗﺘﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﻔﻌﻪ ﻓﻲ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻭﺻﻴﺎﻧﺘﻪ ﻋﻦ ﺗﻀﻴﻴﻌﻪ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ. ﻭﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﺟﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺹ ﺗﻘﺎﺻﺮ ﺃﻋﻤﺎﺭ ﺃﻣﺘﻪ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻷﻋﻤﺎﺭ ﻣﻦ ﻣﻀﻰ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻢ ﻓﺄﻋﻄﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ. ﻭﺣﺎﺻﻠﻪ ﺃﻥ ﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﺳﺒﺒﺎ ﻟﻠﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺔ ﻭﺍﻟﺼﻴﺎﻧﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ﻓﻴﺒﻘﻰ ﺑﻌﺪﻩ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﺠﻤﻴﻞ، ﻓﻜﺄﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻤﺖ. ﻭﻣﻦ ﺟﻤﻠﺔ ﻣﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ، ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ. ﻭﺳﻴﺄﺗﻲ ﻣﺰﻳﺪ ﻟﺬﻟﻚ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.

ﺛﺎﻧﻴﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ، ﻭﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻤﻮﻛﻞ ﺑﺎﻟﻌﻤﺮ، ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻷﻭﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﺩﻟﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻵﻳﺔ ﻓﺒﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻛﺄﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻠﻤﻠﻚ ﻣﺜﻼ: ﺇﻥ ﻋﻤﺮ ﻓﻼﻥ ﻣﺎﺋﺔ ﻣﺜﻼ ﺇﻥ ﻭﺻﻞ ﺭﺣﻤﻪ، ﻭﺳﺘﻮﻥ ﺇﻥ ﻗﻄﻌﻬﺎ. ﻭﻗﺪ ﺳﺒﻖ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﺼﻞ ﺃﻭ ﻳﻘﻄﻊ، ﻓﺎﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﺘﻘﺪﻡ ﻭﻻ ﻳﺘﺄﺧﺮ، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﻜﻦ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻭﺍﻟﻨﻘﺺ ﻭﺇﻟﻴﻪ ﺍﻹﺷﺎﺭﺓ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻳﻤﺤﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻳﺜﺒﺖ ﻭﻋﻨﺪﻩ ﺃﻡ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ. ﻓﺎﻟﻤﺤﻮ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻤﺎ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻤﻠﻚ، ﻭﻣﺎ ﻓﻲ ﺃﻡ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻼ ﻣﺤﻮ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺒﺘﺔ. ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﺍﻟﻤﺒﺮﻡ، ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻸﻭﻝ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﺍﻟﻤﻌﻠﻖ. ﻭﺍﻟﻮﺟﻪ ﺍﻷﻭﻝ ﺃﻟﻴﻖ ﺑﻠﻔﻆ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺒﺎﺏ، ﻓﺈﻥ ﺍﻷﺛﺮ ﻣﺎ ﻳﺘﺒﻊ ﺍﻟﺸﺊ، ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺧﺮ ﺣﺴﻦ ﺃﻥ ﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺑﻌﺪ ﻓﻘﺪ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﺍ ﻫ.




Ubaid Bin Aziz Hasanan


Kedua : Berkaitan dg ilmu yg ada pada malaikat yg terdapat di Lauh Mahfuzd dan semisalnya. Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzd berumur 60 tahun. Akan tetapi jika dia menyambung silaturrahim, maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun, dan Allah telah mengetahui apa yg akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). Inilah makna firman Allah:

ﻳَﻤْﺤُﻮ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺂﺀُ ﻭَﻳُﺜْﺒِﺖُ

“Allah akan menghapus apa yg Dia kehendaki dan menetapkan (apa yg Dia kehendaki)”.

Demikian ini ditinjau dari ilmu Allah. Apa yang telah ditakdirkan, maka tidak akan ada tambahannya. Bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. Sedangkan ditinjau dari ilmu makhluk, maka akan tergambar adanya perpanjangan (usia), dan hal demikian maksud dari hadits tersebut.
====
saya suka pendapat yg kedua , karna itu kejadian nyata , salah satu bunyai ada yg berumur 120 th dikarnakan selalu menyambung silaturrahim ,ini saya dengar sendiri ceritanya dan barusan wafat bunyainya.....
tak bungkus mbah ibaratnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar