Sabtu, 16 Maret 2013

621 : PERTANYAAN SEPUTAR HAID

 PERTANYAAN

IsTi Tie'tie


Assalamualaikum warohmatullai wabarakatuh,.
badhe nderek tangklet masalah Haid,.

seorang wanita haid tanggal 1, saat bangun tdur dan belum sholat subuh, selesai / suci tanggal 7, namun pada tanggal 13 keluar lg darah wrna merah kecoklatan sampai tujuh hari,. jadi suci lg tgl 19.

pertanyaannya:
1. bagaimana sholat subuhnya (karna saat bangun baru tau kalo haid, dan belum melaksanakan sholat subuh)
2. darah yang keluar lagi setelah suci itu darah apa?? haid atau istihadhoh?
3. sholat yg sudah dilakukan selama tgl 7 (setelah suci sampai keluarnya darah lagi) itu bagaimana??
ngapunten sebelum dan sesudahnya,. matur nuwun..
menunggu jawaban.. :)



JAWABAN

Brojol Gemblung

wa'alaikum salam

pertanyaannya:
1. bagaimana sholat subuhnya
(karna saat bangun baru tau kalo
haid, dan belum melaksanakan
sholat subuh)
--------------- ---------------
--------------- --------------- --
Jika keluarnya darah sudah memasuki waktu shubuh dan menemukan waktu yg sekiranya cukup untuk melakukan bersesuci dan shalat, kemudian keluar darah dan ia tidak shalat shubuh, maka wajib mengqodho` shubuhnya. Namun bila keluar sebelum shubuh maka tidak wajib qodho`.




2. darah yang keluar lagi setelah
suci itu darah apa?? haid atau
istihadhoh?
--------------- ---------------
--------------- --------------- --
Selagi tidak keluar dari edaran waktu maksimal haid (15 hari-malam) maka termasuk darah haid. Dan sisanya dihukumi darah istihadhah.


3. sholat yg sudah dilakukan
selama tgl 7 (setelah suci sampai
keluarnya darah lagi) itu
bagaimana??
--------------- ---------------
--------------- --------------- --
Menurut qaul shahb (pendapat yg menganggap masa terputusnya darah termasuk haid) itu tidak sah, karena nyatanya ia keluar darah lagi. Dan menurut qaul laqth / talfiq (pendapat yg mengatakan bahwa masa berhentinya darah [naqo`] itu dihukumi suci) shalatnya itu dihukumi sah, serta boleh dimasa itu ia melakukan senggama dg suaminya.


ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ 1\752 :

ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻃﺮﺃ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻛﺎﻟﺤﻴﺾ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻣﻀﻰ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻣﺎ ﻳﺴﻊ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻃﻬﺮﻫﺎ ﺑﺄﺳﺮﻉ ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﺐ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ

ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺭﺗﻔﻊ ﺍﻟﻌﺬﺭ ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻗﺪﺭ ﺗﻜﺒﻴﺮﺓ ﺍﻹﺣﺮﺍﻡ ﻓﺄﻛﺜﺮ ﻭﺟﺐ ﻗﻀﺎﺀ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﻊ ﻣﺎ ﻗﺒﻠﻬﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺗﺠﻤﻊ ﻣﻌﻬﺎ ﻛﺎﻟﻈﻬﺮ ﻣﻊ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﺑﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻤﺮ ﺍﺭﺗﻔﺎﻉ ﺍﻟﻌﺬﺭ ﺯﻣﻨﺎ ﻣﺘﺼﻼ ﻳﺴﻊ ﺍﻟﻄﻬﺮ ﻭﺍﻟﺼﻼﺗﻴﻦ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﺴﻊ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻤﺆﺩﺍﺓ ﻭﻃﻬﺮﻫﺎ

ﻫﺬﺍ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻄﻬﺮ ﺑﺎﻟﻮﺿﻮﺀ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﺎﻟﺘﻴﻤﻢ ﻓﻴﺸﺘﺮﻁ ﺃﻥ ﻳﺴﻊ ﻗﺪﺭ ﻃﻬﺮﻳﻦ ﻭﺻﻼﺗﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺴﻊ ﺇﻻ ﻃﻬﺮﺍ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻭﺻﻼﺓ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻟﻢ ﺗﺠﺐ ﻣﺎ ﻗﺒﻠﻬﺎ.

Fokus :

ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻃﺮﺃ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻛﺎﻟﺤﻴﺾ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻣﻀﻰ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻣﺎ ﻳﺴﻊ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻃﻬﺮﻫﺎ ﺑﺄﺳﺮﻉ ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺠﺐ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ

Apabila gila dan sesamanya seperti haid itu datang setelah melewati waktu yg cukup untuk melakukan shalat dan sesucinya dg secepat mungkin (sementara ia belum shalat-pen), maka wajib mengqodha` shalat tersebut


ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ﻓﻲ ﺗﻠﺨﻴﺺ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦ 31 :

ﻣﺴﺄﻟﺔ : ﺵ : ﻗﻮﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ : ﺃﻗﻞ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ، ﺃﻭ ﻗﺪﺭﻫﻤﺎ ﻣﺘﺼﻼً ﻓﻤﺘﺼﻼً ، ﺣﺎﻝ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻪ : ﺃﻭ ﻗﺪﺭﻫﻤﺎ ﺃﻱ ﺃﻗﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺣﻘﻴﻘﺔ ، ﻛﺄﻥ ﺭﺃﺗﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺒﺢ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺼﺒﺢ ، ﺃﻭ ﻗﺪﺭ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ، ﻭﻓﺮﺽ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻣﺘﺼﻼً ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﺼﻞ ﻫﻮ ﻭﻻ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﻠﻔﻖ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﻳﻮﻣﺎً ، ﻛﺄﻥ ﺭﺃﺕ ﺳﺖ ﺳﺎﻋﺎﺕ ﺩﻣﺎً ﺛﻢ ﺛﻤﺎﻧﻴﺎً ﻧﻘﺎﺀ ، ﺛﻢ ﺳﺘﺎً ﺩﻣﺎً ﺛﻢ ﺛﻤﺎﻧﻴﺎً ﻧﻘﺎﺀ ، ﺛﻢ ﺳﺘﺎً ﺩﻣﺎً ﺛﻢ ﺛﻤﺎﻧﻴﺎً ﻧﻘﺎﺀ ، ﺛﻢ ﺳﺘﺎً ﺩﻣﺎً ، ﻓﻤﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﺑﻘﺪﺭ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﻣﺘﺼﻠﻴﻦ ، ﻓﻼ ﺷﻚ ﻓﻲ ﻛﻮﻧﻬﺎ ﺣﻴﻀﺎً ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺨﻼﻑ ﻓﻲ ﺃﻥ ﺣﻴﻀﻬﺎ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻓﻘﻂ ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺍﻷﻗﻞ ﻷﻧﻪ ﺑﻘﺪﺭﻩ ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺘﻠﻔﻴﻖ ، ﺃﻭ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﻘﺎﺀ ﺍﻟﻤﺘﺨﻠﻞ ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺤﺐ ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ ، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺤﺐ ﺃﺭﺍﺩ ﺑﻪ ﺍﻹﺷﺎﺭﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺨﻼﻑ ، ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻮ ﺭﺃﺕ ﺃﻭﻝ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﺩﻣﺎً ﻣﻘﺪﺍﺭ ﻋﺸﺮ ﺳﺎﻋﺎﺕ ﻭﺁﺧﺮﻫﺎ ﻛﺬﻟﻚ ، ﻓﺎﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺩﻭﻥ ﺃﻗﻠﻪ ﻣﺘﺼﻼً ﻓﻠﻴﺲ ﺣﻴﻀﺎً ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺘﻠﻔﻴﻖ ، ﻭﻛﺬﺍ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺤﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺻﺢ ﻣﻦ ﺳﺘﺔ ﺃﻭﺟﻪ ، ﺇﺫ ﻣﻦ ﺷﺮﻁ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺤﺐ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﻘﺾ ﻣﺠﻤﻮﻉ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻋﻦ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﻭﻗﺪ ﻧﻘﺺ ، ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻟﺨﻼﻑ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺷﺎﺭ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ ﻓﻜﺄﻧﻪ ﻗﺎﻝ : ﺷﺮﻁ ﺇﺫﺍ ﺗﻠﻔﻘﺖ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﻘﺺ ﻣﺠﻤﻮﻋﻬﺎ ﻋﻦ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﻭﺇﻥ ﺑﻨﻴﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺴﺤﺐ.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar