Kamis, 19 April 2012

008 : STATUS HADITS MENCARI ILMU SAMPAI KE NEGERI CINA

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
اطلبوا العلم ولو بالصين فإن طلب العلم فىيضة على كل مسلم
“Carilah ilmu walau sampai ke negri China. Sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (HR. Al-Baihaqi)

A. ASAL-USUL HADIS
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Syi’bul Iman. Hadits tersebut diriwayatkan melalui dua jalur.
>Jalur Pertama: Dari Ja’far  bin Muhammad Az-Za’farani, dari Ahmad bin Abu SuraijAr-Razi, dari Hammad bin Khalid al-Khaiyyad, dari Thariif bin Salman, dari Abu ‘Atikah, dari Anas bin Malik.
> Jalur Kedua: Dari Muhammad bin Hasan bin Qutaibah, dari Abbas bin Abu Isma’il, dari Al-Hasan bin ‘Athiyyah al-Kufi, dari Abu ‘Atikah, dari Anas bin Malik.

B. STATUS/KEDUDUKAN HADIS
Matan (teks) hadis tersebut termasuk masyhur dikalangan ulam hadits. Namun dilihat dari status haditsnya berkedudukan hadis lemah (dlo’if). Al-Baihaqi berkata; “Matan (teks) hadits tersebut sangat masyhur, namun sanadnya lemah (dlo’if). Hadits tersebut telah diriwayatkan dari beberapa jalur (wajah), dan semua jalur lemah. Kelemahan hadis ini terletak pada rawi bernama Abu ‘Atikah yg menjadi penghubung dgn Anas bin Malik. Sebagian ulama hadits tidak mengenal siapa Abu Atikah, sebagian lagi berpendapat, Abu ‘Atikah adalah orang yg diingkari haditsnya.
Di dalam kitab al-Mizan diterangkan, bahwa Abu ‘Atikah disebut dgn nama yg berbeda-beda, sehingga sangat membingungkan, dan para ulama ahli hadits sepakat menganggap lemah riwayatnya.
Dikarenakan demikian, Ibnu Hibban tidak berani meriwayatkan hadits tersebut, bahkan beliau berkata: “Hadits tersebut lemah sekali, dan tidak ada asalnya”.

C. MAKSUD HADITS
Meskipun tergolong hadits lemah sanadnya, namun matan (teks) hadits tersebut sangat masyhur di kalangan ulama ahli hadits. Dan biasanya ditampilkan dalam berbagai kitab bab keutamaan ilmu. Meskipun hadits lemah, namun untuk keutamaan amal, para ulama ahli hadits sepakat boleh digunakan, dalam rangka kehati-hatian.

Maksud hadits tersebut adalah, seorang muslim wajib mencari ilmu kapanpun dan di mana pun, meskipun harus bersusah payah menempuh perjalnan yg sangat jauh. Rasulullah SAW mencontohkan jauh dgn menyebut negeri China. Penyebutan negeri China, karena negeri tersebut adalah negeri yg terkenal dan yg jauh dari arab.(Referensi: Al-Jaami’ li al-hadits karya Syech Jalaludin As-Suyuthi. Dan Faidul Qadir)



tambahan
=====


Brojol Gemblung

 ﻭﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﻧﻘﻼً ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ :ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻀﻌﻴﻒ ﻋﻨﺪ ﺗﻌﺪﺩ ﺍﻟﻄﺮﻕ ﻳﺮﺗﻘﻰ ﻋﻦ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﻳﺼﻴﺮ ﻣﻘﺒﻮﻻً ﻣﻌﻤﻮﻻً ﺑﻪ. ﻗﻮﺍﻋﺪ ﺍﻟﺘﺤﺪﻳﺚ ﻣﻦ ﻓﻨﻮﻥ ﻣﺼﻄﻠﺢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ 77 / 1

Dalam kitab 'Aun al-Bari mengutip dari keterangan Imam al-Nawawi dijelaskan bahwa dia berkata : Hadits dha'if ketika sanadnya berbilang2 itu naik ke taraf hasan, dan hadits tersebut menjadi maqbul (diterima) nan dapat diamalkan. Qawa'id al-Tahdits Min Fununi Mushthalah al-Hadits 1 / 77

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar