Kamis, 16 Mei 2013

797 : HUKUM MENGINTIP RUMAH TETANGGA


PERTANYAAN

>> Zanzanti Yanti Andeslo

assalamu'alaikum bagaimana hukum nya mengintip? Dan pernah baca kalo ada yg ngintip rumah ,pemilik rumah boleh menyulek matanya? Ada dalil nya gak?

JAWABAN

>> Brojol Gemblung   

Wa'alaikumussalam,Sebelumnya saya (pribadi) minta ma'af karena tidak semua yg saya sampaikan terlebih berkaitan dg prihal maksiat, saya mampu menjalaninya dan masih butuh waktu untuk sesuai dg apa yg saya tampilkan berkenaan dengan urusan agama karena memang sulit untuk menjalankan perintah secara sempurna. 

Berkenaan dg apa yg ditanyakan dipostingan yg saya temukan begini

:ﺳُﻠَّﻢُ ﺍﻟﺘَّﻮْﻓِﻴﻖ ﺇﻟﻰ ﻣَﺤَﺒَّﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘَّﺤْﻘِﻴﻖ ﻟِﻺﻣَﺎﻡِ ﺍﻟْﻔَﻘِﻴﻪِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﺣُﺴَﻴْﻦِ ﺑْﻦِ ﻃﺎﻫِﺮٍ ﺑﺎﻋَﻠَﻮِﻱٍّ ﺍﻟﺤَﻀْﺮَﻣِﻲِّ ﺍﻟﺸّﺎﻓِﻌِﻲِّ :ﻓَﺼْﻞٌ : ﻓﻲ ﻣَﻌﺎﺻِﻲ ﺍﻟﻌَﻴْﻦِﻭﻣِﻦْ ﻣَﻌﺎﺻِﻲ ﺍﻟﻌَﻴْﻦِ: ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮِّﺟﺎﻝِ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨِّﺴﺎﺀِ ﺍﻷَﺟْﻨَﺒِﻴّﺎﺕِ ﺑِﺸَﻬْﻮَﺓٍ ﻣُﻄْﻠَﻘًﺎ، ﻭﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺷَﻬْﻮَﺓٍ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥَ ﺇﻟﻰ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻮَﺟْﻪِ ﻭﺍﻟﻜَﻔَّﻴْﻦِ، ﻭﻗِﻴﻞَ ﻭﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺷَﻬْﻮَﺓٍ ﺇﻟَﻴْﻬِﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥَ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺣﺎﺟَﺔٍ ﻛَﻤُﻌﺎﻣَﻠَﺔٍ --ﻭﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﻓﻲ ﺑَﻴْﺖِ ﺍﻟﻐَﻴْﺮِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺇﺫْﻧِﻪِ؛ ﺃﻭ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﻓﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﺃَﺧْﻔﺎﻩُ ﻛَﺬٰﻟﻚ؛

Fashal Tentang Maksiat-Maksiat MataSebagian dari maksiat mata adalah pandangan dari seorang pria terhadap perempuan lain (bukan mahromnya) seraya syahwat secara mutlak, dan tanpa ada syahwat bila pada selain wajah dan kedua telapak tangan,

dan dikatakan juga dan tanpa syahwat bila memandang keduanya (wajah dan telapak tangan) apabila tidak ada kebutuhan seperti bermu'amalah -- dan memandang rumah orang lain tanpa ada izin darinya, atau memandang sesuatu yg disamarkan olehnya. 

Wallahu A'lam Bisshawab...

>> Zanzanti Yanti Andeslo   

ustad brojol@ kalo yg boleh menyulek matanya niku d hadis ato apa tad ? Gusdur/gus aas pun menyatakan itu tp katane, komentar d fan 

>>Brojol Gemblung   

Ya benar itu memang ada haditsnya, saya temukan di Fiqh al-Sunnah, berikut bunyinya

:ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﻓﻘﻪ ﺍﻟﺴﻨﺔ 2/576 : ﻓﺈﻥ ﺗﻌﻤﺪ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺑﺪﻭﻥ ﺇﺫﻥ ﻣﻦ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻓﻠﺼﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺃﻥ ﻳﻔﻘﺄ ﻋﻴﻨﻪ، ﻭﻻﺿﻤﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ.

Lantas apabila ada unsur sengaja memandang tanpa ada izin dari pemilik rumah, maka bagi pemilik rumah berhak untuk mencukil mata (orang yg memandang), dan tidak ada dhaman atas pemilik rumah.

ﺭﻭﻯ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺍﻃﻠﻊ ﻓﻲ ﺑﻴﺖ ﻗﻮﻡ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻧﻬﻢ، ﻓﻔﻘﺄﻭﺍ ﻋﻴﻨﻪ ﻓﻼﺩﻳﺔ ﻟﻪ، ﻭﻻ ﻗﺼﺎﺹ . 

Imam Ahmad dan al-Nasa`i meriwayatkan dari Aby Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda : Barangsiapa yg melihat rumah kaum tanpa ada izin dari mereka lalu mereka mencukil mata orang tersebut, maka tidak ada denda baginya dan tidak juga qishash. 

ﻭﺭﻭﻯ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻋﻨﻪ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ
ﻗﺎﻝ : ﻟﻮ ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺍﻃﻠﻊ ﻋﻠﻴﻚ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻥ، ﻓﺨﺬﻓﺘﻪ ﺑﺤﺼﺎﺓ ﻓﻔﻘﺄﺕ ﻋﻴﻨﻪ، ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻚ ﺟﻨﺎﺡ .  

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan darinya bahwa Rasulullah saw. bersabda : Andai ada seseorang melihat terhadapmu tanpa izin, lantas engkau melemparnya dg kerikil lalu engkau mencukil matanya, maka tak ada dosa atasmu.* Ingat...! Jangan salah paham dg hadits ini, Sayyid Sabiq menjelaskan mengenai hadits ini di halaman 577, silahkan dilihat kembali. 

Link Kitab: http://islamport.com/w/fqh/Web/1021/1334.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar