Jumat, 17 Mei 2013

804 : HUKUM SPERMA PEJANTAN

PERTANYAAN
Zahra Renny Djiran Jureni  
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Mohon maaf,

sekali lagi ana silaturahim membawa tanya (pertanyaan teman yg msh blm bs sy jwb sendiri), mohon bantuan Asatid, poro yai juga sesepuh HUDA membantu memberikan penjelasannya :

Bagaimana Hukum fiqihnya pinjam binatang jantan orang lain untuk membuahi binatang betina milik kita

(contoh kasus : sy punya 2 sapi betina,lalu sy pinjam sapi jantan milik tetangga saya untuk membuahi...akad awalnya ya org desa ikhlas suka rela, krn gk tau ilmu bagi hasilnya ,tapi masalahnya dikemudian hari sapi sy berkembang jd banyak, sapi tetangga saya msh tetap 1.

Lalu tetangga saya bilang "kalo nggak karna sapiku Gak bakal jd byk sapimu" sy merasa tak enak hati begitu) Nah, bagaimana perhitungan bagi hasil yang tepat menurut hukum fiqihnya. Agar tdk terjadi lagi kesenjangan n kesalah fahaman persepsI sprt diatas. Emmm,,, sebelum nya saya ucapkan terima kasih semoga para sesepun HUDA selalu mendapat pertolongan n ridho Allaah dlm menjelaskan perkara yg saya tanyakan.

(mohon maaf jika pertanyaan kurang dpt difahami) ^_^ Jazakumullah khoiron katsir Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh

JAWABAN
 
Brojol Gemblung

Wa'alaikumussalam,

506. Hukum Sperma Pejantan  

PERTANYAAN  :  

Mbah Kakvng

assalamu'a laikum... poro yai., saya mau tanya tapi agak konyol, boleh ya.. makasi.. hehehe... begini., kita punya ayam 2 ekor betina semua., apabila ayam itu bertelur dan berkembang  biak apakah ada hak tetangga disana..?? karena pejantanny a kan ayam tetangga.. .monggo...

JAWABAN :  

>> Mbah Jenggot  

Menurut qaul ashoh(lebi h sohih) tidak diperboleh kan untuk memperjual  belikan mani pejantan (untuk mengawini hewan betina), bahkan menyewanya  (pejantan)  untuk mengawini juga tidak boleh. Tetapi ada pendapat yang memperbole hkan menyewakan  pejantan dan boleh mengambil ongkosnya.

Maroji` : نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن عسب الفحل ) رواه البخاري من رواية ابن عمر . وعسب بفتح العين وسكون السين المهملتين ( وهو ضرابه ) أي طروقه للأنثى ( ويقال ماؤه , ويقال أجرة ضرابه ) وعلى الأولين يقدر في الحديث مضاف ليصح النهي أي نهى عن بدل عسب الفحل من أجرة ضرابه أو ثمن مائه أي بذل ذلك وأخذه . ( فيحرم ثمن مائه وكذا أجرته ) للضراب ( في الأصح ) عملا بالأصل في النهي من التحريم والمعنى فيه أن ماء الفحل ليس بمتقوم ولا معلوم ولا مقدور على تسليمه وضرابه لتعلقه باختياره غير مقدور عليه للمالك , ومقابل الأصح جواز استئجاره للضراب كالاستئجار  لتلقيح النخل , ويجوز أن يعطي صاحب الأنثى صاحب الفحل شيئا هدية والإعارة للضراب محبوبة . (المحلي في قليوبي ج 2 ص 218)  

>> Rickss Erikss

Dari Ibnu Umar radhiallah u 'anhuma, dia berkata, "Nabi shallallah u 'alaihi wa sallam melarang sperma pejantan."  (HR. Bukhari, no. 2284) Yang dimaksud dengan "melarang sperma pejantan" dalam hadits di atas mencakup dua pengertian :

1. Jual beli sperma pejantan.

2. Uang sewa karena mengawini betina. Ibnu Hajar mengatakan , "Apapun maknanya, memperjual belikan sperma jantan dan menyewakan  pejantan itu haram karena sperma pejantan itu tidak bisa diukur, tidak diketahui,  dan tidak bisa diserahter imakan." (Fathul Bari, jilid 6, hlm. 60, terbitan Dar Ath-Thaiba h, Riyadh, cetakan ketiga, 1431 H) Ibnul Qayyim mengatakan , "Yang benar, sewa pejantan adalah haram secara mutlak, baik dengan status 'jual beli sperma' ataupun 'sewa pejantan'. 

Haram bagi pemilik pejantan untuk mengambil hasil dari menyewakan  pejantan. Akan tetapi, tidak haram bagi pemilik binatang betina untuk menyerahka n uang kepada pemilik hewan jantan, bila membayar sejumlah uang dalam hal ini adalah pilihan satu- satunya, karena dia menyerahka n sejumlah uang untuk mendapatka n hal mubah yang dia perlukan." (Zadul Ma'ad, juz 5, hlm. 704, Muassasah Ar- Risalah, cetakan keempat, 1425 H) Dari Abu Amir Al-Hauzani  dari Abu Kabsyah Al-Anmari. 

Abu Kabsyah datang ke rumah Abu Amir lalu mengatakan , “Pinjami aku kuda pejantanmu  untuk mengawini kuda betani milikku, karena sungguh aku mendengar Rasulullah  shallallah u 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang meminjamka n kuda pejantanny a secara cuma-cuma,  lalu kuda betina yang dibuahi itu berketurun an, maka pemilik kuda jantan tersebut akan mendapatka n pahala tujuh puluh kuda yang dijadikan sebagai binatang tunggangan  di jalan Allah.

Jika tidak berketurun an maka pemilik kuda pejantan akan mendapatka n pahala seekor kuda yang digunakan sebagai hewan tunggangan  di jalan Allah.” (HR. Ibnu Hibban, no. 4765) Bagaimana jika pemilik hewan betina memberi hadiah kepada pemilik pejantan? Apakah pemilik pejantan boleh menerima hadiah tersebut?

Jawabannya  perlu rincian:

1. Jika hadiah tersebut adalah sebagai kompensasi karena pemilik hewan betina telah dipinjami hewan pejantan dan itu adalah upah namun tidak tertulis maka tidak boleh bagi pemilik hewan pejantan untuk menerimanya.

2. Jika kondisi hadiah tersebut tidak sebagaimana di atas maka boleh diterima. Para ulama bermazhab Hambali dan Syafi'i mengatakan, “Jika pemilik hewan pejantan diberi hadiah dan itu bukanlah uang sewa maka (uang tersebut) boleh diterima.” (Lihat: Zadul Ma'ad, juz 5, hlm. 706)

>> Abdullah Afif

باب عسب الفحل BAABU 'ASBIL FAHLI bab sperma pejantan 2164 حدثنا مسدد حدثنا عبد الوارث وإسماعيل بن إبراهيم عن علي بن الحكم عن نافع عن ابن عمر رضي الله عنهما قال نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن عسب الفحل

'AN IBNI 'UMAR RADHIYALLAAHU 'ANHUMAA QAALA NAHAA ANNABIYYU SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM 'AN 'ASBIL FAHLI.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang sperma pejantan

Sumber : Shahih Bukhhari http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=4159&idto=4160&bk_no=52&ID=1441 ===========

Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fat_hul Bari menjelaskan: وعلى كل تقدير فبيعه وإجارته حرام ؛ لأنه غير متقوم ولا معلوم ولا مقدور على تسليمه

WA 'ALAA KULLI TAQDIIRIN FABAI'UHUU WA IJAARATUHUU HARAAMUN LI ANNAHUU GHAIRU MUTAQAWWAMIN WA LAA MA'LUUMIN WA LAA MAQDUURIN 'ALAA TASLIIMIHII.

Apapun maknanya, memperjual-belikan sperma jantan dan menyewakan pejantan itu haram karena sperma pejantan itu tidak bisa diukur, tidak diketahui, dan tidak bisa diserah-terimakan.

ta'bir Fat-hul Bari selengkapnya:

قوله : ( باب عسب الفحل ) أورد فيه حديث ابن عمر في النهي عنه ، والعسب بفتح العين وإسكان السين المهملتين وفي آخره موحدة ، ويقال له العسيب أيضا ، والفحل : الذكر من كل حيوان فرسا كان أو جملا أو تيسا أو غير ذلك ، وقد روى النسائي من حديث أبي هريرة : نهى عن عسب التيس واختلف فيه فقيل : هو ثمن ماء الفحل ، وقيل : أجرة الجماع ، وعلى الأخير جرى المصنف . ويؤيد الأول حديث جابر عند مسلم : نهى عن بيع ضراب الجمل وليس بصريح في عدم الحمل على الإجارة ؛ لأن الإجارة بيع منفعة ، ويؤيد الحمل على الإجارة لا الثمن ما تقدم عن قتادة قبل أربعة أبواب أنهم كانوا يكرهون أجر ضراب الجمل ، وقال صاحب " الأفعال "

: أعسب الرجل عسيبا اكترى منه فحلا ينزيه . وعلى كل تقدير فبيعه وإجارته حرام ؛ لأنه غير متقوم ولا معلوم ولا مقدور على تسليمه ، وفي وجه للشافعية والحنابلة تجوز الإجارة مدة معلومة ، وهو قول الحسن وابن سيرين ورواية عن مالك قواها الأبهري وغيره ، وحمل النهي على ما إذا وقع لأمد مجهول ، وأما إذا استأجره مدة معلومة فلا بأس كما يجوز الاستئجار لتلقيح النخل ، وتعقب بالفرق لأن المقصود هنا ماء الفحل وصاحبه عاجز عن تسليمه بخلاف التلقيح ، ثم النهي عن الشراء والكراء ، إنما صدر لما فيه من الغرر ، وأما عارية ذلك فلا خلاف في جوازه ، فإن أهدي للمعير هدية من المستعير بغير شرط جاز . وللترمذي من حديث أنس : أن رجلا من كلاب سأل النبي - صلى الله عليه وسلم - عن عسب الفحل فنهاه ، فقال : يا رسول الله ، إنا نطرق الفحل فنكرم ، فرخص له في الكرامة ولابن حبان في صحيحه من حديث أبي كبشة مرفوعا : من أطرق فرسا فأعقب كان له كأجر سبعين فرسا

================

Selanjutnya وفي وجه للشافعية والحنابلة تجوز الإجارة مدة معلومة

WA FII WAJHIN LISYSYAAFI'IYYATI WAL HANAABILATI TAJUUZU AL IJAARATU MUDDATAN MA'LUUMATAN

==============

Kalau meminjamkan untuk dijadikan pejantan maka itu boleh bahkan ada anjuran. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda sebagaimana dalam riwayat dalam Fat_hul Bari diatas:

من أطرق فرسا فأعقب كان له كأجر سبعين فرسا

MAN ATHRAQA FARASAN FA 'AQABA KAANA LAHUU KA AJRI SAB'IINA FARASAN

barang siapa meminjamkan kuda untuk pejantan, dan beranak, maka hal itu baginya bagaikan pahala tujuh puluh kuda Wallaahu A'lam

http://www.piss-ktb.com/2012/02/506-hukum-sperma-pejantan.html?m=1


KESIMPULAN :



>> Farid Muzakki   

untuk kesimpulan ....

1. Jika hadiah tersebut adalah sebagaikompensasi karena pemilik hewan betina telahdipinjami hewan pejantan dan itu adalah upahnamun tidak tertulis maka tidak boleh bagipemilik hewan pejantan untuk menerimanya.

-------------- 

Kok kata2 meminjam ....kalau memakai kata itu seharusnya ada yg di kembalikan .....padahal praktek yg ada kan tdk ....Contoh aku pinjem spedah motor pda mbak nunu ...di situ aku wajib balikin tu motor .....kalau praktek di atas apa yg di kembalikan .....


link dokumen :
 http://www.facebook.com/groups/kasarung/doc/590268604331215/
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar